Awas, Godaan Saat Berpuasa

33

Suaramuslim.net – Meski di bulan Ramadhan syaitan dibelenggu oleh Allah SWT, dan dinonaktifkan dari tugasnya. Tetap ada beberapa godaan yang senantiasa hadir saat menjalankan ibadah puasa. Simaklah uraian beberapa godaan puasa di bawah ini.

Lapar Mata

Lapar mata juga merupakan salah satu godaan puasa. Dampak yang disebabkan karena lapar makanan. Ketika menjelang berbuka, cenderung merasa lapar mata. Terlebih, melihat berbagai jajanan dan menu buka puasa dijajakan hampir di sepanjang jalan maupun di pasar ramadhan. Seolah ingin membelinya dan menjadikannya sebagai menu buka puasa.

Allah berfirman, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ghibah

Godaan yang satu ini amatlah susah untuk mengontrolnya. Terlebih jika sudah berkumpul menjadi satu dengan teman. Ghibah menjadi sulit dikontrol, karena seringkali pelakunya tidak terasa dan sangat mengasyikkan. Obrolan cenderung tak terarah hingga akhirnya berujung membicarakan kebaikan maupun keburukan orang lain. Ghibah merupakan salah satu hal yang dapat menghilangkan pahala puasa. Membicarakan keburukan orang lain, meskipun yang dibicarakan benar, tetap saja terlarang.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka karena sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sekalian berghibah( menggunjing) satu sama lain. Adakah seseorang di antara kamu sekalian yang suka makan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang.” [QS: 49 (al Hujurat) ayat 12.]

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

As Suyuthi menjelaskan bahwa az zuur adalah berkata dusta dan buhtan (menfitnah) Sedangkan mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji yang merupakan konsekuensinya yang telah Allah larang. (Syarh Sunan Ibnu Majah, 1/121, Maktabah Syamilah)

Emosi

Berpuasa, tak hanya sekedar menahan lapar dan haus saja.  Berpuasa juga menahan hawa nafsu, salah satunya adalah emosi. Terkadang, manusia akan sangat cepat terbawa emosi ketika menyikapi sebuah peristiwa yang tidak menyenangkan hatinya. Padahal, hakikat puasa jugalah menahan amarah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring.

Dilansir dari laman almanhaj.or.id, mengatakan bahwa berdiri itu siap untuk balas dendam, sedang orang duduk tidak siap untuk balas dendam, sedang orang berbaring itu sangat kecil kemungkinan untuk balas dendam. Maksudnya adalah sebaiknya seorang muslim mengekang amarahnya dalam dirinya dan tidak menujukannya kepada orang lain dengan lisan dan perbuatannya.

Beberapa hal di atas merupakan godaan-godaan yang terjadi saat puasa, namun datangnya bukanlah dari syaitan. Melainkan dari hawa nafsu sendiri. Mari kelola hawa nafsu, sehingga puasa yang dilakukan mendapatkan pahala penuh berpuasa. (muf/smn)