Islam Sudah Menyediakan Semua, management Sholat jamaah (2)

Suaramuslim.net – Dengan manajemen berbasis sholat jama’ah (SJbM), maka setiap gerakan yang dilakukan dalam aktivitas organisasi dan bisnis dapat menjadi lebih memiliki nilai spiritual.

Mengingat nilai penting sholat, maka mempelajari kemanfaatannya menjadi hal yang menarik dan seharusnya dilakukan. Karena setiap perintah Tuhan tentunya memiliki manfaat yang hebat. Berikut beberapa manfaat sholat yang dapat dijelaskan pada pembahasan  ini.

Sholat menyehatkan

Rasulullah saw. melihatku ketika aku sedang tidur sambil mengaduh sakit perut. Beliau langsung berkata kepadaku: ‘Hai Abu Hurairoh, kamu sakit perut?’, Aku jawab: ‘Benar, Wahai Rasulullah.’ Beliau menukas: ‘Berdiri dan sholatlah, sesungguhnya sholat adalah obat penyembuh’.”(HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Sholat dapat memberikan aspek relaksasi, yang dalam kehidupan modern seringkali dilakukan dengan yoga (dan tentunya efek sholat akan lebih hebat dibanding efek yoga buatan manusia).

Suatu ketika Rasulullah saw berkata kepada Bilal bin Rabah budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq dari majikannya Abu Jahal: ‘Ya Bilal, arihni bish-sholati’ (Wahai Bilal istirahatkan aku dengan sholat)’.”(HR. Abu Daud dan Ahmad)

Hal tersebut menunjukkan bahwa sholat memang memberikan efek untuk mengistirahatkan badan, tubuh, dan pikiran yang bersifat duniawi. Seringkali hal-hal yang bersifat keduniaan dapat membuat pikiran menjadi stres, misal sholat dzuhur dan ashar dapat melepaskan diri kita dari stres pekerjaan. Maka menjadi salah dan bermasalah jika kita mendahulukan urusan pekerjaan tanpa menghiraukan sholat.

Jadi, ketika kita sholat, maka terdapat proses relaksasi sebelum kemudian kita memikirkan pekerjaan kembali. Sehingga terdapat waktu untuk istirahat dan pikiran terhindar dari rasa stres.

Sholat sebagai aktivitas menyehatkan badan juga dijelaskan oleh Ghous dan Malik (2016), dalam sebuah jurnal kesehatan. Dinyatakan dari hasil riset Ghous dan Malik, bahwa gerakan sholat mampu membantu proses rehabilitasi pasien yang bermasalah dengan masalah saraf dan otot, juga untuk kesehatan mental dan fisik.

Baca Juga :  Islam Itu Tatanan Hidup yang Spesifik

Sholat menjauhkan diri dari hal negatif

Seperti yang dijelaskan dalam QS. Al Ankabuut: 45 berikut ini.

… إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ … ٤٥

 Artinya:   “…Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar…” (QS. Al Ankabuut:45)

Ketika kita fokus kepada upaya mendirikan sholat (sekali lagi bukan hanya sekadar mengerjakan) dan menjaga waktu sholat, maka tidak akan ada waktu bagi kita untuk berfikir dan buat negatif. Karena jarak waktu antara sholat dzuhur sampai dengan sholat shubuh dapat dikatakan relatif tidak terlalu lama.

Misal jarak antara sholat shubuh dan dzuhur, waktu tersebut merupakan waktu yang kita gunakan untuk mencari rezeki. Setelah datang waktu dzuhur, kita melakukan sholat dzuhur, kemudian beristirahat, lalu melanjutkan serta menuntaskan pekerjaan sebelumnya yang belum selesai hingga datang waktu sholat.

Jika hal tersebut dilakukan, maka seseorang tidak akan memikirkan urusan dunia, tetapi akan mengutamakan waktu sholat. Ia akan menjadi memiliki pemikiran Sholat Orientation. Sehingga fokus seseorang tidak lagi pada urusan dunia, melainkan kepada sholat. Hal inilah yang mendasari pemikiran bahwa sholat dapat menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.

Sholat menambah nikmat

Sholat adalah bentuk rasa syukur, seperti yang dijelaskan dalam QS. Al Kautsar: 1–2.

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ ١  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ٢

Artinya:  “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar: 1–2)

Isi surat tersebut tentang bagaimana kita mensyukuri nikmat yang sudah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan bahwa nikmat yang telah diberikan itu tidak terhingga. Nikmat yang tidak terhingga harus disyukuri dan bentuk syukurnya telah ditunjukkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam QS. Al Kausar: 1–2 dengan cara melaksanakan sholat. Hal lain untuk menunjukkan rasa syukur selain sholat adalah berbagi.

Baca Juga :  Narsistik dalam Teropong Islam

Jadi bentuk syukur yang diajarkan di sini adalah adanya hubungan vertikal antara manusia dengan Allah subhanahu wa ta’ala dalam bentuk sholat; dan hubungan horizontal dalam bentuk berbagi kepada orang lain, yaitu hubungan manusia dengan manusia. Sehingga setiap aktivitas bersyukur akan menjadikan pertambahan nikmat yang diterima dan setiap sholat yang dilakukan akan dapat menambah setiap kenikmatan yang dapat dirasakan.

Demikian pula dalam aktivitas manajemen dan bisnis, kesuksesan dalam menjalankan aktivitas dapat diwujudkan dalam bentuk berterima kasih kepada Tuhan dan CSR (Corporate Social Responsibility). Dan aktivitas CSR dari berbagai riset memiliki manfaat besar bagi perusahaan, baik secara finansial maupun non finansial.

Sholat bermanfaat sebagai sarana penolong terhadap kesulitan hidup

Berikut ayat yang menjelaskan bahwa sholat dapat menjadi sarana penolong terhadap kesulitan hidup (QS. Al Baqarah: 45).

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥

Artinya:  “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al Baqarah: 45)

Kita tidak  hanya dapat mengandalkan diri kita untuk menyelesaikan suatu permasalahan, apalagi mengandalkan orang lain karena orang lain juga mempunyai masalah, orang lain juga makhluk biasa seperti kita. Maka yang dapat kita lakukan adalah meminta pertolongan kepada yang membuat dan menciptakan masalah tersebut untuk kita, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga jalan untuk terhindar dari setiap kesulitan itu adalah dengan melakukan sholat.

Mungkin kegiatan sholat sangat jarang diajarkan dalam kegiatan seminar bisnis atau manajemen, manakala terdapat suatu permasalah bisnis. Namun sebagai hamba yang lemah, dan menyadari kekuatan serta kekuasaan Tuhan, segala masalah tentu dapat diatasi oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Menjadi orang yang beruntung

Dalam kumandang adzan dan iqomah, kita mendengar pernyataan “Hayya ‘alassholaah” dilanjutkan dengan “Hayya ‘alal falaah”, yaitu ajakan untuk melakukan sholat agar dapat menuju atau mendapatkan keberuntungan. Setiap orang yang hidup ingin beruntung, demikian pula dengan suatu perusahaan yang ingin mendapatkan laba.

Baca Juga :  Waspada Bahaya Orang Munafik

Islam mengajarkan bahwa salah satu cara efektif untuk beruntung dunia dan akhirat adalah dengan Sholat. Islam mengajarkan untuk tidak hanya mengelola organisasi yang membawa keberuntungan dunia semata, namun juga keberuntungan akhirat, seperti yang telah dijelaskan dalam QS. Al Mu’minuun: 1–2 dan QS. Al Baqarah: 3–5 berikut ini.

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢

 Artinya:   “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya.” (QS. Al Mu’minuun: 1–2)

 ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ٤ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدٗى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٥

Artinya:   “(yaitu) Mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alqur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al Baqarah: 3–5)

Secara umum melihat manfaat luar biasa-manfaat jasmani-rohani serta manfaat dunia-akhirat dari sholat menunjukkan bahwa sholat merupakan mukjizat Nabi Muhammad saw. yang sekaligus menunjukkan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala kepada umat manusia.

Maka mengaplikasikan nilai-nilai sholat dalam manajemen bisnis insya Allah subhanahu wa ta’ala dapat memberikan muatan manajemen spiritual yang nyata untuk meraih keberuntungan/kesuksesan di dunia, namun juga di akhirat.

Penulis: Dr. Gancar C. Premananto*

*Koordinator Program Studi Magister Manajemen FEB Universitas Airlangga Surabaya

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.