Insiden Desak-desakan di Perayaan Asyura di Karbala, 31 Tewas dan 71 Terluka
Penganut Syiah di Karbala, Irak berkumpul untuk memperingati Hari Asyura pada hari ke-10 bulan Muharram. (Foto: Istimewa)

KARBALA (Suaramuslim.net) – Setidaknya 31 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden runtuhnya sebuah promenade dalam perayaan meratap pengikut Syiah, Hari Raya Asyura, di kota Karbala, Irak. Hal ini disampaikan Kementerian Kesehatan Irak pada Selasa (10/9).

Sumber petugas ambulans dan tim pertahanan sipil mengatakan kepada Sky News Arabia bahwa insiden itu terjadi karena banyaknya jumlah peziarah di hari Asyura. Mereka berdesak-desakan sehingga menyebabkan insiden mati lemas dan terinjak-injak. Berdesak-desakan itu terjadi di lokasi yang dikenal sebagai “Tuwayrij Rida” di salah satu pintu masuk yang mengarah ke kuil Imam Hussein di provinsi Karbala.

”Sebanyak 31 orang tewas dan 75 orang cedera menurut data awal dalam insiden desak-desakan yang terjadi selama peringatan Asyura di Karbala,” kata juru bicara Depkes Irak, Saif al-Badr, dalam pernyataan singkat.

Para pejabat keamanan Irak mengatakan insiden di Karbala disebabkan oleh runtuhnya sebagian jalan di upacara Asyura. Korban tewas diperkirakan akan bertambah mengingat 10 korban luka dalam kondisi kritis.

Baca Juga :  Muharram Bulan Suci, Bulan Syuro Keramat

Menurut pernyataan Departemen Informasi dan Komunikasi pemerintah di provinsi Karbala, sebanyak 90 ribu pengunjung dari etnis Arab dan lainnya tinggal di hotel-hotel di Karbala untuk ikut serta dalam perayaan Asyura.

Jumlah hotel yang disewa para peziarah mencapai 799 hotel. Sementara jumlah alat transportasi yang terlibat dalam rencana untuk mengangkut pengunjung lebih dari 13 ribu alat transportasi, serta 10 kereta.

Bagi pengikut Syiah, yang telah difatwakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ditetapkan menyimpang dari ajaran Islam oleh Mahkamah Agung RI, perayaan Asyura merupakan hari meratap atas kematian Husein di Karbala. Perayaan ini digelar dengan melukai diri sendiri. Semakin menderita dalam upacara itu, diyakini kian banyak pahalanya.

Sumber: Sky News Arabia

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.