Jalan Tengah Pasca Pembakaran Bendera

190
Jalan Tengah Pasca Pembakaran Bendera

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Beberapa hari ini media sosial ramai membicarakan tentang pembakaran bendera yang dilakukan oleh oknum Banser saat perayaan Hari Santri 22 Oktober 2018 di Garut. Sejak saat itu, Facebook, Instagram, Twitter ramai menjadi ajang share, diskusi dan caci maki netizen bahkan di Twitter sempat menjadi trending topic, Selasa (23/10).

Bendera siapa yang dibakar? Itu pertanyaan yang paling ramai dibahas. Bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kah? Bendera tauhid kah?

-Advertisement-

Gus Yaqut, Ketua PP GP Ansor menyatakan bahwa bendera yang dibakar itu adalah bendera HTI. Oknum Banser membakarnya bukan karena membakar bendera tauhid, namun membakar bendera HTI.

Eks Jubir HTI, Ismail Yusanto, dalam pernyatannya mengatakan bahwa HTI tidak memiliki bendera, bendera itu adalah bendera Ar Raya (Panji Rasulullah), bendera hitam yang bertuliskan tauhid.

Selain itu banyak tokoh yang kemudian bereaksi dan mengomentarinya. Sebenarnya siapa yang salah? Bendera siapa yang dibakar?

Suaramuslimdotnet mencoba menelusi dari berbagai sumber, salah satunya kronologi saat dan pasca kejadian (Baca: Infografis).

Baca Juga :  Muhammadiyah: Banser Garut Harus Minta Maaf Kepada Umat Islam

Yang salah biarkan diproses secara hukum. Serahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Umat Islam harus tetap menjaga persatuan.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.