Suasana siaran program Jelajah Al-Qur'an Radio Suara Muslim Surabaya. Foto: suaramuslim.net.
Suasana siaran program Jelajah Al-Qur'an Radio Suara Muslim Surabaya. Foto: suaramuslim.net.

Suaramuslim.net – Sudah lazim jika sebuah media bernama radio itu menyiarkan lagu atau musik. Banyak radio memutar lagu. Ada yang aliran pop, jazz, dangdut, nostalgia, keroncong, campur sari, musik klasik hingga rock. Ada program musik yang pilihan lagunya sudah disiapkan oleh sang penyiar, ada pula atas permintaan (request) dari pendengar. Program ini sudah jamak di banyak radio.

Namun, Radio Suara Muslim Surabaya 93.8 FM punya sesuatu yang berbeda. Kali ini request ayat Al-Qur’an. Ya, pendengar boleh minta bacaan ayat tertentu untuk diputar sang penyiar. Pendengar boleh minta ayat apa saja untuk diputarkan murattal-nya. 

Tidak hanya bisa memilih nomor ayat dan nama suratnya, bahkan pendengar dipersilakan memilih nama qari/imam mana yang melantunkannya. Biasanya di menit-menit awal siaran, penyiar menyebutkan pilihan nama imam kaliber dunia yang siap di-request hari itu. Misalnya Imam As Sudais dan Imam Ash Shuraim dari Masdjidil Haram. Ada pula imam Masjid Nabawi atau qari kenamaan lainnya. 

Tugas penyiar kemudian membacakan terjemahan ayat tadi. Jika memungkinkan, penyiar membacakan asbabun nuzul (sebab turun) ayat tadi. Pada kejadian apa ayat itu diwahyukan kepada Nabi Muhammad, apa latar belakangnya dan bagaimana situasinya saat itu. Dalam kajian Ulumul Quran, banyak ayat yang dijelaskan asbabun nuzul-nya oleh ulama tafsir. Sehingga ini memudahkan umat Islam memahami makna ayat-ayat tersebut. 

Boleh kirim salam dan pilih ayat favorit

Jika kebanyakan radio memutar lagu favorit, namun Radio Suara Muslim memutar bacaan Al-Qu’ran dari imam favorit dan bahkan ayat favorit. Tentu ini sangat memanjakan pendengar. Bagi sebagian orang, mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an merupakan terapi bagi keresahan jiwa. Atau kesegaran hati di kala rohani terasa hampa.  

Menurut Abdul Kohar, Program Director Suara Muslim, awalnya Jelajah Al-Qur’an ini disiarkan sepekan sekali. Program ini dipandu dua penyiar secara duet.  

“Dulu cuma disiarkan Ahad pagi pukul 10.00-11.00 WIB. Ternyata respons pendengar sangat bagus. Akhirnya kami siarkan tiap hari pada waktu yang sama,” jelasnya. 

Tidak hanya pesan ayat tertentu, tapi pendengar bisa bincang santai dengan penyiarnya. 

“Kami beri kesempatan pendengar untuk berkirim salam ke sesama pendengar. Model siaran seperti sudah lazim di banyak radio. Selain request lagu, pendengar bisa berkirim salam. Nah di Jelajah Al-Qur’an ini juga demikian. Mereka bisa menyapa pendengar lain,” tambah Abdul Kohar.    

Abdul Kohar menjelaskan beberapa ciri khas media ini. 

“Radio itu punya karakter khas pada audio. Jadi, peranan suara itu sangat kuat. Maka, kami jadikan suara ngaji ini sebagai kekuatan radio kami. Selain itu, radio juga bisa membuat akrab antara pendengar dengan penyiar dan pendengar dengan sesama pendengar. Saling menyapa dan berkirim salam itu ciri khas radio,” papar sosok yang malang melintang di media radio lebih dari 20 tahun ini. 

“Siaran ini pernah meraih prestasi salah satu nominasi KPID Jawa Timur Award 2019. Kami cukup bangga dengan apresiasi ini,” tambahnya.    

 Program Jelajah Al-Qur’an ini sudah berjalan sejak 2014. Waktu itu hanya sepekan sekali, kini tiap hari. Banyak kesan positif di kalangan pendengar. Ada yang sampai menangis haru setelah mendengar ayat-ayat tertentu. Dan memang, hati orang beriman itu bisa bergetar jika dibacakan Kalamullah.  

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfal: 2). 

Masuk Islam karena menyimak Jelajah Al-Qur’an

Bagi orang yang merasakan perihnya kehidupan, maka mendengarkan, membaca, dan memahami Al-Qur’an sebagai terapi yang mujarab. 

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Yunus: 57).

Abdul Kohar mengungkapkan ada satu keluarga di Banyuwangi kemudian masuk Islam karena seringnya mendengarkan Jelajah Al-Qur’an. 

“Kami mendapat informasi ini dari Radio Pesona FM Banyuwangi yang me-relay Jelajah Al-Qur’an. Kami benar-benar terharu mendengar kabar ini,” pungkasnya. 

Ramadan 1441 ini usia Radio Suara Muslim genap 10 tahun. Kami mengajak Anda ikut ambil bagian dalam dakwah bersama Radio Suara Muslim. 

Salurkan donasi terbaik Anda untuk keberlanjutan syi’ar dakwah ini, khususnya program Jelajah Al-Qur’an agar terus bisa hadir menerangi berbagai daerah di seluruh penjuru negeri dengan hidayah Islam.

Donasi dapat Anda transfer ke Bank Syariah Mandiri nomor rekening 7447 444 008 atas nama Donasi Media Dakwah, Bank Syariah Mandiri (Kode Bank 451). Konfirmasikan donasi Anda di nomor 0813 3322 2487. 

Jika Anda memiliki kisah yang berkesan dengan Suara Muslim, jangan ragu untuk mengirimkan ke kami di email redaksi@suaramuslim.net dan Whatsapp 0813 3322 2487. Kunjungi situs resmi kami di suaramuslim.net.

 

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.