Keanehan Persekusi Terhadap Gerakan #2019GantiPresiden Menurut Mustofa Nahra
Massa gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya (Foto: Suaramuslim.net)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Inisiator Gerkan #2019GantiPresiden mustofa Nahra merasa aneh dengan orang-orang yang melakukan persekusi terhadap deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di pekan baru, minggu (26/8).

Keanehan ini baru terlihat menurut Mustofa, ketika dia dan teman-teman relawan lainnya memutar ulang video yang mereka kumpulkan sewaktu persekusi tersebut berlangsung.

“Dari pengamatan saya divideo itu lucu ya baik di surabaya maupun di pekanbaru itu ada yang aneh misalnya orang yang terekam yang melaksanakan persekusi itu ternyata mereka juga ditemukan berada (okasi) dipihak keamanan, ” ujar Mustofa Nahrawardaya kepada suaramuslim.net, Senin (27/8). ini diganti

“Bahkan dari media sosial itu banyak netizen yang heran kok orang ini ada ditengah-tengah polisi tidak berpakaian polisi mendorong-dorong polisi tapi polisi tidak tersinggung dengan perilaku orang-orang yang berkukit hitam tinggi yang mereka ikut berkelompok di barisan polisi” paparnya.

Keanehan lainnya menurut Mustofa adalah ketika para pelaku persekusi yang mengepung bandara di pekan baru tempat kedatangan Neno Warisman juga berada satu pesawat dengan Neno Warisman sewaktu kembali ke Jakarta.

Baca Juga :  Diiringi Lagu #2019GantiPresiden Prabowo-Sandi Tiba di KPU

“Setelah itu terlihat video lagi para pelaku intoleran ini yang mereka mengepung bandara yang wajahnya terekam di lokasi, itu juga ada di pesawat di mana neno warisman dan kawan-kawan kembali ke jakarta. Kan ada kemungkinan, saya gak tau apakah ini preman yang disewa dari Jakarta kemudian pergi ke Pekanbaru kemudian balik lagi ke jakarta, ” tambahnya lagi.

Mustofa sangat menyayangkan kejadian persekusi tersebut. Ia menilai yang melakukan persekusi memperlakukan Neno Warisman dan kawan-kawanya seperti seorang teroris.

“Tetapi di video itu terlihat seperti itu, Ini sangat menyedihkan bagi saya dan tidak lazim, ini kan sekelompok emak-emak tapi kok ditakuti seperti teroris” pungkasnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Ahmad Jilul Qur’ani Farid

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.