Kedamaian dalam Kandungan

Suaramuslim.net – Mendidik anak secara islami semenjak dalam kandungan seorang ibu penting untuk diketahui oleh setiap orang tua. Orang tua tentunya tidak menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang durhaka (semoga kita terhindar dari hal sedemikian aamiin) karena setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi anak kebanggaan dan senantiasa menjadi salah seorang yang selalu menjaga agama islam ini untuk tetap “bercahaya” sampai akhir zaman nantinya.

Bagi janin, rahim ibu bukanlah tempat yang sepi. Selain ”dihibur” oleh suara aliran darah, ia terbiasa mendengarkan ”orkestra” detak jantung dan proses pencernaan ibu, juga suara ibu ketika bercakap-cakap. Para pakar menyarankan ibu hamil bercakap-cakap dengan janin sesering mungkin sambil memberi rangsang sentuhan. Selain hubungan dengan janin terjalin lebih erat, hal ini juga dapat merangsang otak janin. Kegiatan mendidik sekaligus menghibur untuk janin yang juga bisa kita lakukan adalah membacakan buku cerita sebelum tidur.

Dalam sebuah video berdurasi kurang lebih sepuluh menit, menceritakan tentang percakapan bayi yang akan terlahir ke dunia dengan Rabb-nya. Bayi itu merasa enggan untuk terlahir ke dunia, karena sang bayi takut tak ada yang menjaganya ketika di dunia nanti. Namun Tuhan menegaskan bahwa di dunia akan ada malaikat yang selalu menjaga dan menyayanginya, bahkan tak segan malaikat tersebut mengorbankan nyawa untuknya. Lalu bertanyalah sang bayi, siapakah malaikat tersebut? tuhan pun menjawab, malaikat tersebut bernama ’ibu’.

Meskipun tak ada sumber dari Al Quran dan hadits yang sahih tentang kisah tersebut. Tak ada salahnya kita mengambil pelajaran dari video tersebut. Bahwa sejatinya bayi merasakan kedamaian yang luar biasa dalam kandungan. Di sana ia memperoleh kehangatan, makanan yang cukup dan terhindar dari godaan syetan. Alasan ketiga itulah yang menyebabkan kenapa bayi yang terlahir ke dunia dalam keadaan bernyawa selalu mengeluarkan tangisan. Meskipun tangisan bayi pertanda bahwa bayi terlahir sehat.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, beliau berkata, ”Saya mendengar Rasulullah Saw, bersabda, ’Tidak ada seorang anak adam yang terlahir kecuali dipegang oleh syetan ketika ia dilahirkan. Sehingga ia berteriak menangis karena pegangan syetan, kecuali Maryam dan anaknya.”

Oleh karena itu, setiap anak yang lahir diperintahkan agar diperdengarkan suara adzan di telinga kanannya dan diiqomahi di telinga kirinya. Hal itu tak lain dan tak bukan adalah agar syetan-syetan yang menyertai sang bayi segera pergi dan tak lagi mengganggu bayi mungil tersebut.

Menurut Jamal Abdurrahman dalam bukunya ”Cara Nabi Menyiapkan Generasi” mengatakan bahwa adzan berfungsi sebagai tikaman balik kepada syetan yang selalu berusaha merusak generasi. Dan agar lafadz-lafadz Ilahi selalu diingat sang bayi, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang sholeh di kemudian hari.  Wallahu a’lam bishawab.

Kontributor: Santy Nur Fajarviana*
Editor: Oki Aryono

*Pengajar di MIT Bakti Ibu Kota Madiun

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.