Keluarga Makin Berkah dengan Sedekah

Suaramuslim.net – Sedekah ternyata bisa memberi rasa bahagia kepada siapa saja. Tak hanya penerima sedekah, pemberinya juga mendapatkan kebahagiaan. Keluarga yang membiasakan sedekah juga akan mendapatkan berkah. Allah akan menumbuhkan rasa sayang dalam masing-masing anggota keluarga.

Berdasarkan studi yang diterbitkan American Journal of Public Health pada tahun 2013, ditemukan fakta bahwa orang yang gemar membantu orang lain dapat lebih terlindungi dari dampak negatif stres. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Allan Lukas, bahwa sedekah secara ikhlas akan meningkatkan hormon endorfin yang akan banak bermanfaat bagi kesehatan.

Orang-orang yang menganut paham meterialisme, menganggap sumber kebahagiaan terletak pada materi yang mereka punya. Muslim, tentu saja berbeda. Orang yang beriman kepada Allah melihat sumber kebahagiaan datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga menjalankan semua perintah Allah merupakan keniscayaan dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Termasuk dengan sedekah, perintah Allah dan Rasul-Nya ini, terbukti membuat orang yang melakukannya bahagia dan terlepas dari berbagai masalah.

Sedekah merupakan upaya menghindarkan diri dan keluarga dari berbagai bencana. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ”Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.”(HR. Ath-Thabrani).

Baca Juga :  The Return of Superman, Kembalinya Ayah dalam Keluarga

Ustadz Yusuf Mansyur dalam sebuah ceramahnya  mengatakan bahwa sedekah kepada yang lebih membutuhkan dapat membuat keluarga kita semakin dekat dengan Allah. Dengan dekat dengan Allah, katanya, kita dan keluarga akan dengan segera menemukan berbagai solusi dari permasalahan itu. Dalam hal ini, sedekah adalah sarana kita mendekatkan diri kepada Allah.

“Apalagi haditsnya sudah jelas tuh, sedekah bisa menjauhkan dari bencana, masih kurang yakin?”, tanyanya.

Bahagia itu Jika Dekat dengan Allah

Ustadz Cahyadi Takariawan, seorang konsultan rumah tangga yang tinggal di Yogyakarta mengatakan bahwa bahagia itu tidak muncul karena bertemunya seorang laki-laki sempurna bertemu dengan seorang wanita yang sempurna .

Kebahagiaan keluarga, ia melanjutkan, tak harus ada dalam pertemuan pasangan yang sama-sama sempurna. Bahagia justru biasanya muncul dari laki-laki biasa dipertemukan dengan perempuan yang biasa namun saat menjadi keluarga sama-sama bertujuan untuk menjadi lebih baik. Tujuan untuk lebih baik itu pastilah harus untuk Allah. Agar terjadi kedekatan dengan Allah untuk membangun kebahagiaan dalam keluarga.

Baca Juga :  Nisab, Nasib, Nasab serta Do'a

Bersedekah sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam keluarga diperlukan agar terjadi kedekatan dengan Allah. Kebahagiaan dalam keluarga tak hanya terfokus pada materi yang didapat. Namun, fokus kebahagiaan dalam keluarga menurut Islam adalah sama-sama bertujuan untuk beribadah kepada Allah, sama-sama memiliki tujuan untuk menjadi lebih baik.

Kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan tentu akan membawa kebahagiaan di dalam keluarga. Kebahagiaan ini sifatnya kontinyu jika kita melakukannya semata-mata hanya mengharap ridha Allah, bukan pengakuan dari orang lain.

Membiasakan bersedekah dalam keluarga berarti juga mengajarkan keluarga kita untuk beribadah kepada Allah. Membiasakan keluarga untuk dekat dengan Allah itu penting agar mereka juga dekat dengan kebahagiaan. “Dengan begitu, Allah akan mudah memberikan rasa bahagia kepada keluarga itu. Bukankah hanya Allah yang mampu memberikan rasa bahagia kepada hamba-Nya?”, tegasnya.

Bahagia, Hingga di Akhirat

Semakin dekat keluarga kita dengan Allah, maka semakin dekat pula keluarga kita dengan ridha dan kebahagiaan yang dijanjikan Allah. Dari ridha-ridha Allah akan lahir semangat kita untuk beribadah demi membangun kebahagiaan dalam keluarga. Salah satunya dengan sedekah. Sedekah yang kita dan keluarga kita keluarkan akan mendatangkan kebahagiaan keluarga tak hanya di dunia namun juga di akhirat.

Baca Juga :  Mengenali Pola Attachment pada Anak

Sementara Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA menjelaskan bahwa jika seorang jenazah ditanyai apa yang ia lakukan jika ia dihidupkan kembali di dunia, maka ia akan memilih bersedekah. Karena dalam sedekah terdapat amal yang terus mengalir dan tidak pernah putus meski kita sudah meninggal. Sedekah dapat menjadi penolong kita di akhirat kelak sebagai pemberat timbangan kebaikan milik Allah.

Kita tentu tidak mau keluarga kita hanya mendapat kebahagiaan hanya dari materi dunia saja, kan? Semua keluarga yang hidup dengan syariat Islam pasti mendambakan kebahagiaan keluarga yang didapat dari bersedekah.

Tak hanya mendapat keistimewaan di dunia saja. Lebih dari itu, sedekah akan menjadi amalan yang terus mengalir dan tak pernah putus meski kita sudah meninggal nanti.

Kontributor: Ilham Prahardani
Editor: Oki Aryono

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.