Laa Tata’akhar: Suka Menunda Akan Menjerumuskan

0
Laa Tata’akhar: Suka Menunda Akan Menjerumuskan

Suaramuslim.net – Ciri seorang muslim yang baik adalah meninggalkan segala hal yang sia-sia. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah surat Al Mukminun ayat ke 3, “dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”

Termasuk tindakan kesia-siaan adalah menunda waktu. Tidak jarang di antara kita yang suka menunda pekerjaan, tidak mengerjakan tugas pada saat itu juga. Seakan dia merasa bahwa dirinya bisa memastikan adanya hari esok dan memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengerjakannya di esok hari.

Terlalu banyak alasan seseorang dalam menunda pekerjaan. Salah satunya adalah merasa bahwa saat ini bukan waktu yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kebiasaan dalam mengerjakan sesuatu. Alasan lainnya adalah merasa adanya beban tugas yang berat yang mungkin harus dikerjakan duluan, atau mereka terbiasa mengerjakan sesuatu di akhir waktu atau mepet-mepet (sistem kebut semalam), atau ada masalah yang lebih besar sehingga menunda pekerjaan.

Namun sejatinya alasan menunda pekerjaan sebenarnya lebih disebabkan oleh rasa malas, kesibukan, perasaan tidak enak atau bad mood. Sekalipun sebenarnya apabila seseorang membiasakan diri untuk sesegera melaksanakan pekerjaannya tanpa menunda maka hal itupun bisa dilakukan. Artinya sikap menunda yang dibiarkan akan menjadi kebiasaan buruk yang berakibat buruk pula.

Akibat suka menunda, maka pekerjaan akan menjadi menumpuk, target waktu tidak akan tercapai, kesulitan dalam mengelola waktu, pekerjaan menjadi tidak maksimal, berpeluang timbul rasa stres dan panik apabila pekerjaan terus tertunda, sehingga berakibat pada kesehatan yang semakin menurun, akhirnya muncul sikap tidak berdisiplin.

Apabila sikap ini terus berlanjut maka tentu akan berdampak lebih buruk lagi karena akan menjadi budaya dalam pribadi dan masyarakat. Secara perlahan tapi pasti, akan merusak pada karier dan berujung pada kehancuran.

Seseorang yang suka menunda waktu, seakan mereka lupa bahwa tak ada satupun orang yang tahu kapan ajal mendekat kecuali Sang Kuasa yang mengetahui semua rahasia di dunia. Menghindari hal-hal yang buruk terjadi, lebih baik diutamakan. Allah swt mengingatkan:

وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرُۢ

“Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (Luqman: 34).

Seseorang yang suka menunda waktu, mereka adalah orang yang tidak sadar bahwa ada tiga hal yang tidak akan kembali lagi yaitu kata-kata yang sudah terucap, waktu yang sudah berlalu dan kesempatan yang sudah terlewatkan.

Seseorang yang suka menunda waktu, patutlah ingat terhadap lima keadaan sebelum datangnya lima keadaan lainnya. Sebagaimana sabda Nabi:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, hidupmu sebelum datang matimu.” (Al-Hakim).

Suka menunda akan membuat diri kita kehilangan kesempatan berharga yang tidak akan kembali lagi. Sekali kesempatan lepas maka selamanya dia akan pergi. Penyesalan tidaklah pernah hadir di depan langkah, namun selalu berada di belakang langkah, dan semua itu tidak akan pernah kembali lagi. Sebelum menyesal, maka optimalkan potensi yang ada dan raih mimpi dengan cara kerjakan saat ini, jangan tunda lagi, laa tataa’khar!

28 Juli 2020
Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here