Lulus dari UNAIR, Bupati Jember jadikan disertasi sebagai fondasi pengentasan kemiskinan

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Mengemban amanah besar sebagai kepala daerah tidak menyurutkan semangat Bupati Jember untuk terus menimba ilmu.

Muhammad Fawait berhasil merampungkan studi Doktoral di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR dan mengikuti Wisuda Universitas Airlangga (UNAIR) periode 263, Sabtu (29/8/2026) di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C.

Sebelumnya, ia juga menyelesaikan program sarjananya pada almamater yang sama. Baginya, pendidikan akademik adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran.

Sosok yang akrab disapa Gus Fawait itu menceritakan motivasinya untuk kembali duduk di bangku kuliah di tengah padatnya jadwal pemerintahan.

Berbekal latar belakang pendidikan pesantren yang lekat dengan prinsip belajar sepanjang hayat, ia menegaskan pentingnya menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kaidah-kaidah akademik.

“Kalau kita menuruti kesibukan, ya pasti akan selalu sibuk. Namun, karena kita ingin membuat sebuah kebijakan yang betul-betul sesuai dengan kaidah nilai akademik, tidak ada salahnya kalau kita terus belajar,” ungkapnya.

Sinergi teori kampus dan realitas pemerintahan

Ia menyadari bahwa Ilmu Ekonomi yang ia pelajari sangat relevan dengan tugasnya di pemerintahan.

Ia membuktikannya melalui disertasi yang tidak hanya berhenti sebagai tumpukan kertas akademis, tetapi langsung diimplementasikan sebagai dasar perumusan kebijakan di Jember. Khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai alumni yang menempuh pendidikan sarjana dan doktoral di almamater yang sama, kecintaannya terhadap UNAIR tidak perlu diragukan lagi.

Rekam jejaknya dari menjadi anggota DPRD Provinsi hingga menduduki kursi Bupati menjadi bukti nyata bahwa ilmu yang didapat dari kampus sangat bisa diaplikasikan di lapangan.

Ia pun menepis anggapan bahwa teori akademis kerap terputus dari realitas dunia nyata.

“Justru kebalikannya. Saya banyak mendapatkan ilmu dari kampus, teori-teorinya jelas, dan itu bisa saya praktikkan langsung dalam mengambil kebijakan untuk masyarakat,” tegasnya.

Komitmen tingkatkan pembelajaran

Fawait mengaku bahwa perjalanan menempuh studinya tidak lepas dari peran akademisi FEB UNAIR.

Ia secara khusus menyampaikan rasa syukur terhadap dosen pembimbingnya sejak sarjana hingga doktoral, serta dekan FEB UNAIR, Rudi Purwono, dan seluruh jajaran yang sangat profesional.

Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa UNAIR agar bangga dan dapat memanfaatkan kesempatan berkuliah di salah satu kampus terbaik Indonesia dengan maksimal.

“Manfaatkan sebaik mungkin ilmu dari para dosen. Saya akan bangga kalau adik-adik semuanya cepat lulus,” pesannya.

Pewarta: Uki Syafitri
Penyunting: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.