Suaramuslim.net – Apa yang tersisa setelah peringatan Maulid Nabi selesai? Pertanyaan itu coba dijawab Masjid Al Hikmah Babatan Pratama Surabaya dengan mengajak jamaah mengikuti kegiatan yang bisa langsung dipraktikkan.
Rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada Ahad, 30 Agustus 2026 dibuka sejak Subuh melalui kajian bersama Ustadz Fathurrahman Masrukan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan shibori, teknik pewarnaan kain menggunakan proses lipat dan ikat untuk menghasilkan motif.
Pelatihan dipandu Arief Budiman alias Pak Leo, seniman sekaligus trainer shibori.
Jamaah diajak mengolah kain dari tahap awal hingga menghasilkan motif sesuai teknik yang dipelajari.
Bagi Hendri Lismono, TAD, S.E., Ketua Seksi Usaha Yayasan Al Hikmah Pratama, kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya mendorong jamaah agar lebih aktif dalam kehidupan masjid.
“Jamaah diharapkan tidak hanya hadir untuk menjalankan ibadah fardhu, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan masjid,” kata Hendri.
Menurutnya, keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sesuai kemampuan jamaah. Ada yang mengurus kegiatan, mengembangkan UMKM, berbagi keterampilan, hingga terlibat dalam aktivitas sosial.
Shibori menjadi salah satu bentuknya. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk fesyen maupun kerajinan, kemudian dipasarkan dan dikelola sebagai bagian dari kegiatan UMKM.
Di titik ini, kegiatan Maulid bertemu dengan agenda pemberdayaan. Jamaah tidak hanya menerima materi, tetapi memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Hendri melihat pengembangan unit UMKM sebagai salah satu cara untuk mendorong potensi tersebut.
Keterampilan yang dimiliki jamaah dapat dikembangkan menjadi produk, sementara kegiatan masjid menjadi titik awal untuk mempertemukan orang dengan kemampuan dan peluang yang sesuai.

H. Muhammad Ramli, Ketua Yayasan Masjid Al-Hikmah Surabaya sekaligus Direktur Andalus Travel, turut memberikan sambutan dan apresiasi atas kehidupan masjid yang diisi dengan kegiatan yang membuat jamaah ikut terlibat.
Gagasan itu kembali pada fungsi masjid dalam kehidupan umat. Ibadah tetap menjadi pusatnya, sementara kegiatan pendidikan, sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan menjadi bagian dari kehidupan yang berlangsung di dalamnya.
Pilihan shibori juga mempertemukan tiga hal yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri: seni, keterampilan, dan usaha.
Pak Leo membawa sisi seni dan teknik. Hendri melihat peluang pengembangannya melalui UMKM. Yayasan menyediakan arah agar kegiatan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masjid.
Peringatan Maulid pun mendapatkan bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keteladanan Nabi dibicarakan dalam kajian, kemudian diterjemahkan ke dalam kegiatan yang membuat jamaah belajar dan ikut bekerja.
Ikhtiar kegiatan ini membuka pintu sekaligus mengundang partisipasi warga RW 08 Babatan untuk turut serta menumbuhkan kesadaran individu dalam ikut mengurus dan membangun kehidupan masjid.
Dari Masjid Al Hikmah yang berada di kawasan Perumahan Babatan Pratama, Jl. Babatan Pratama XIII, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, ikhtiar tersebut diharapkan terus tumbuh bersama warga yang menjadikan masjid bagian dari kehidupan mereka.
Kontributor: Alhimni Rusydi
Penyunting: Muhammad Nashir

