Memahami Makna “Jihad” Sebenarnya

Suaramuslim.net – Akhir-akhir ini, kata “jihad” sering diidentikan dengan aksi kekerasan, bom bunuh diri dan aksi mencekam lainnya. Apakah sedemikian menakutkan “jihad” itu? Berikut ulasannya.

Pengertian jihad dewasa ini tampak makin “menyempit”. Akhir-akhir ini, selain makna yang tersebut di atas, kalangan masyarakat barat kerap mengasosiasikan jihad dengan ekstremisme, radikalisme, bahkan terorisme. Barat, seolah punya otoritas memberi label benar dan salah. Ia seperti hakim penentu siapa penjajah siapa pahlawan. Aksi kekerasan sebagai bentuk perlawanan dan perjuangan sebuah gerakan Islam oleh Barat disebut aksi “terorisme”, meskipun, pihak gerakan Islam meyakini itu sebagai salah satu manifestasi jihad fi sabilillah.

Sehingga banyak kalangan non muslim, bahkan umat muslim sendiri sangat fobia dengan kata “jihad”. Melalui berbagai media yang dimilikinya, baratlah membuat dan memainkan opininya. Sebabnya, ruhul jihad merupakan sumber kekuatan umat Islam. Pengamalan jihad membawa seorang Muslim pada kerelaan berkorban apa saja, nyawa sekalipun, demi membela agama dan umat Islam.

Pengertian Jihad

Secara bahasa kata jihad berasal dari kata “jahada” atau ”jahdun” yang berarti “usaha” atau “juhdun” yang berarti kekuatan. Secara bahasa, asal makna jihad adalah mengeluarkan segala kesungguhan, kekuatan, dan kesanggupan pada jalan yang diyakini (diiktikadkan) bahwa jalan itulah yang benar. Sedangkan pengertian jihad secara istilah sangat luas, mulai dari mencari nafkah hingga berperang melawan kaum kuffar yang memerangi Islam dan kaum Muslim.

Menurut Ibnu Taimiyah, jihad itu hakikatnya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang diridhoi Allah berupa amal shalih, keimanan dan menolak sesuatu yang dimurkai Allah berupa kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Makna jihad lebih luas cakupannya daripada aktivitas perang. Jihad meliputi pengertian perang, membelanjakan harta, segala upaya dalam rangka mendukung agama Allah, berjuang melawan hawa nafsu, dan menghadapi setan.

Macam– macam Jihad

Inilah macam-macam jihad yang terdapat dalam Quran dan Hadits.

  1. Jihad memerangi orang-orang kafir dan orang-orang yang memerangi kaum muslimin, yaitu dengan tangan, harta, mulut dan hati. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Perangilah kaum musyrikin dengan harta-harta kalian, jiwa-jiwa kalian, dan lisan-lisan kalian.” (HR. Bukhari)
  2. Jihad memerangi orang-orang fasik. Jihad ini dilakukan dengan tangan, lisan dan hati. Hal ini berdasarkan sabda Nabi, “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman.”
  3. Jihad memerangi setan, yaitu dengan menolak kemungkaran yang dibawa oleh setab, meliputi perkara-perkara syubhat serta meninggalkan kemewahan yang dibawa oleh setan, meliputi syahwat-syahwat. Hal ini berdasarkan firman Allah;
    “Dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Fathir:5). “Sungguh setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah sebagai musuh.” (Fathir:6)
  4. Jihad memerangi hawa nafsu, yaitu dengan memaksakan diri untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, mengamalkannya, dan mengajarkannya serta memalingkan dari mengikuti hawa nafsu, dan melawan kehendaknya. Jihad melawan nafsu ini merupakan jihad terbesar, sehingga jihad ini disebut Al-Jihad Al-Akbar (jihad paling besar).” (Hadits dha’if yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Al-Khathib didalam tarikhnya dari Jabir).

Macam-macam jihad yang harus kita ketahui agar kita tak sembarang mengatakan jihad atau mengaitkan jihad dengan teroris sebagaimana propaganda media sekuler. (yet/smn)

Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan
Bagikan