Memahami Worldview Islam & Urgensinya bagi Setiap Muslim

Memahami Worldview Islam & Urgensinya bagi Setiap Muslim

Dunia Yang Terus Berubah, Bagaimana Sikap Kita?
Ilustrasi dunia dalam pandangan manusia

Suaramuslim.net – Worldview dapat didefinisikan sebagai pandangan hidup yang memengaruhi cara pandang seseorang pada berbagai konsep esensial dalam kehidupan. Konsep-konsep tersebut misalnya, meliputi konsep tentang kehidupan, konsep tentang dunia, konsep tentang manusia, konsep tentang nilai & kebajikan, konsep tentang pengetahuan, konsep tentang alam semesta, konsep tentang kebebasan manusia, konsep tentang kebahagiaan, dan termasuk juga konsep tentang Tuhan dan agama.

Pemahaman yang khas terhadap berbagai konsep tersebut, yang diperoleh secara apriori maupun aposteriori, jika sudah saling berkaitan & saling terorganisasikan dalam suatu jaringan (network) yang mengkristal dalam alam pikir seseorang, maka akan membentuk kerangka pikir (mental framework). Yang akan mendominasi cara berpikir seseorang serta berfungsi secara otomatis menafsirkan berbagai fenomena & teka-teki dalam kehidupan, sekaligus menentukan berbagai sikap & keputusan seseorang. Maka, cara seseorang menjalani hidupnya, menentukan prinsip hidupnya,. Lalu cara seseorang memaknai apa yang terdapat di alam semesta, dan juga luas spektrumnya, apakah kesini-kinian, atau terbatas pada dunia fisik saja, atau menjangkau dunia metafisika, sangat tergantung kepada worldview dalam alam pikirnya.

Jika dijabarkan lebih jauh & lebih detail, worldview akan berperan sebagai penentu makna kebenaran hakiki, realitas, dan makna eksistensi. Worldview juga berposisi sebagai asas aktivitas ilmiah & teknologi, sehingga apapun konsep & teori yang dihasilkan oleh seseorang, merupakan refleksi dari pandangan hidup atau worldview yang diyakininya. Bahkan, worldview dapat menjadi motor penggerak bagi perubahan sosial di masyarakat, karena menyediakan nilai, standar & metodologi untuk mencapai perubahan tersebut.

Worldview Islam

Pada dasarnya, apa yang disebut sebagai worldview Islam sebenarnya adalah aktualisasi dari pemahaman terhadap Ilmu Aqidah atau ushuluddin (pokok-pokok agama). Ilmu Aqidah pada umumnya mempelajari 6 rukun iman, yaitu : Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab-kitab Allah, Iman kepada Rasul, Iman kepada hari akhir, & Iman kepada Qada & Qadar. Integrasi keenam rukun iman akan menghasilkan suatu konsep asasi yg bernama “Tauhid”.

Dari konsep tauhid inilah kemudian akan lahir worldview Islam. Sebuah pandangan hidup seorang muslim yang digunakan untuk menafsirkan berbagai konsep esensial dalam kehidupan & menjadi petunjuk untuk memilih sikap yang tepat sebagai seorang muslim terhadap berbagai fenomena dalam kehidupan. Jika diandaikan, tauhid adalah benih dari sebuah pohon besar nan kokoh bernama worldview Islam, yang ranting, daun dan buahnya adalah berbagai perilaku, framework berpikir serta sistem kehidupan yang kompleks.

Worldview Islam akan membimbing seorang muslim dalam memandang realita dan mencari kebenaran. Selain itu, worldview Islam dapat pula menjelaskan eksistensi yang tampak maupun yang tidak tampak. Konsep-konsep esensial yang dibahas dalam worldview Islam secara ringkas meliputi: Konsep Tuhan, Konsep Agama, Konsep Wahyu, Konsep Kenabian, Konsep Alam, Konsep Taskhir (ketundukan), Konsep Manusia, Konsep Nilai & Kebajikan, Konsep Kebebasan, Konsep Kebahagiaan, Konsep Ilmu, dan Konsep Hari Akhir.

Worldview Islam dapat lebih mudah dipahami jika menelaah pula karakteristiknya yaitu :

(1) Asas worldview Islam adalah wahyu, akal, pengalaman empiris & intuisi, bukan sekadar rasio dan spekulasi filosofis.

(2) Prinsip berpikir worldview Islam adalah tauhidik, bukan prinsip dikotomik yang dapat menimbulkan kutub-kutub pertentangan ekstrem.

(3) Worldview Islam bersifat autentik & final, tidak sekadar bersandar pada rasionalitas, tidak bersifat terbuka dan tidak senantiasa berubah.

(4) Makna realitas dan kebenaran dalam worldview Islam berasal dari kajian metafisik dan berasaskan wahyu. Bukan ditentukan oleh konsensus sosial maupun produk kultural yang standarnya dapat selalu berubah.

(5) Objek kajian worldview Islam adalah perkara fisik (visible) & metafisik (invisible), tidak hanya terkait persoalan tata nilai masyarakat yang empiris saja.

(6) Tuhan adalah konsep kunci dalam worldview Islam, bukan hanya menjadi aspek kecil yang bisa dipinggirkan begitu saja.

Lanjut ke halaman 2 

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment