Menjadi Istri Salehah di Era Saat Ini

Menjadi Istri Salehah di Era Saat Ini

Istri yang mencium tangan suami. Foto: Islamidia.com

Suaramuslim.net – Untuk para istri maupun calon seorang istri yang salehah, hendaknya mengetahui apa yang disukai suaminya, banyak sifat dan ciri-ciri wanita salehah yang sangat didambakan para suami. Tentunya semua yang dilakukan tidak terlepas dari ajaran-ajaran agama.

Perlunya pengetahuan tentang hakikat sebagai seorang istri itu sangat penting agar dalam menjalani biduk rumah tangga berjalan dengan penuh keharmonisan, sakinah, mawaddah wa rahmah.

Dilansir dari muslimah.or.id, menjadi wanita salehah butuh keimanan kuat dan perjuangan berat, sebagaimana rekaman episode kehidupan shahabiyah yang semoga memotivasi para wanita agar tampil menjadi perhiasan dunia terindah.

Dalam hadits Umar diceritakan: “Kami dari kalangan Quraisy biasa mengalahkan wanita-wanita kami, ketika kami datang ke kota Madinah berjumpa dengan kaum Anshar. Tiba-tiba kami dapati mereka adalah kaum yang dikuasai oleh kaum wanita. Hampir-hampir saja wanita-wanita kami meniru kebiasaan wanita-wanita Anshar.

Aku pernah membentak istriku, namun ia melawan. Aku menyalahkan perbuatannya yang melawan diriku. Istriku menjawab, “Mengapa engkau menyalahkan diriku yang melawan kepadamu? Demi Allah sesungguhnya istri-istri nabi pun melawan beliau. Sampai ada salah satu istri beliau yang meninggalkan sehari semalam.”

Pernyataan istriku itu sungguh membuat diriku terkejut. Akupun berkata, “Sungguh celaka wanita yang melakukan perbuatan seperti itu.” (Al-Bukhari dalam Shahih-nya No. 5191).

Demikianlah dalam pergaulan suami istri dibutuhkan kesabaran ekstra. Mencari keridaan pasangan agar romansa kehidupan pasutri harmonis lahir batin dunia akhirat butuh keimanan. Dan menahan emosi dan amarah ketika konflik melanda akan menjauhkan pengaruh dan bisikan setan.

Bisa jadi problematika ketidaktaatan istri pada suaminya karena ia dipermainkan oleh setan sehingga nampak keburukan dan kelemahan suaminya.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila ditimpa kemarahan dari setan, mereka segera ingat kepada Allah maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahan mereka).” (Al-A’raf: 201).

Sabar dan Syukur

Ketika muncul tanda-tanda berkurangnya tingkat kualitas dan kuantitas ketaatan seorang istri kepada suaminya, maka sang istri perlu mempererat kesabaran dan mengedepankan rasa syukur bahwa memiliki suami salah yang taat pada syariat merupakan anugerah istimewa yang harus disyukuri.

Mengelola emosi dengan bijak serta menahan diri dari perkara-perkara yang dibenci suami adalah salah satu kunci sukses agar menjadi istri yang taat.

Inginkah kamu, wahai wanita salehah melanjutkan perjalanan ini hingga meretas ke surga? Sabar dalam meniti tangga biduk cinta, menguatkan hati untuk mensyukuri kebaikan suami niscaya kamu akan menjadi pengantin akhirat.

Ibnul Jauzi mengatakan, “Tidaklah ada dalam beban syariat ini sesuatu yang lebih susah daripada bersabar menghadapi ketetapan, dan tidak ada sesuatu di dalamnya yang lebih utama daripada bersikap rida terhadapnya.”  (Shaidul Kathir hlm. 107).

Ketaatan berbuah manis

Semua khidmat istri kepada suami merupakan amalan pembuka kebahagiaan abadi. Selayaknya kaum wanita gembira menyambut janji Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Apabila seorang wanita mengerjakan salat lima waktu, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya dia akan masuk surga dari pintu-pintu surga yang dia sukai.” (Ahmad dalam Musnad-nya No. 1661, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya No. 4151).

Ketaatan kepada suami akan terasa ringan dan mudah dengan taufik dan petunjuk Allah Ta’ala. Banyak berdoa agar bisa kita mengemban amanah sebagai istri yang dicintai suami, diridai Allah Ta’ala dan mampu menjadi pasutri yang selalu menaati-Nya sehingga hidupnya barakah dan selalu dihiasi dengan kebahagiaan. Aamiin.

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment