Muhammadiyah Berduka, Intelektual Muslim Bahtiar Effendy Meninggal Dunia

Muhammadiyah Berduka, Intelektual Muslim Bahtiar Effendy Meninggal Dunia

Foto Bahtiar Effendy. Sumber: indopolitika.com

Suaramuslim.net – Kabar duka tidak hanya untuk warga Muhammdiyah tapi seluruh umat muslim di Tanah Air.  Kabar duka tersebut tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin melalui pesan yang diterima redaksi, Kamis (21/11) dini hari.

“Saya sedih sekali. Baru saja saya menerima kabar duka ini. Innalillahi wainna ilaihi rajiuun. Insya Allah Prof Bahtiar Effendy husnul khatimah,” kata Din dalam keterangannya, Kamis (21/11).

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri ini wafat sekitar pukul 00.00 WIB di di ICU RSIJ Cempaka Putih. Namun belum diketahui penyakit yang diderita almarhum.

Bahtiar Effendy merupakan salah satu Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2020. Ia lahir di Ambarawa, Jawa Tengah pada 10 Desember 1958. Almarhum tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pemegang dua gelar tingkat Master untuk Kajian Asia Tenggara dan Ilmu politik ini juga dikenal sudah lebih dahulu aktif dalam kalangan akademik. Murid politik langsung maupun tidak langsung, cukup banyak. Almarhum pun aktif menulis di berbagai media massa.

Sejumlah media menyebutkan, sosok almarhum sebagai ‘campuran’ unik antara ilmu pengetahuan dan religi. Sempat menempuh pendidikan tingkat menengah di Columbia, negara bagian Montana, Amerika Serikat. Almarhum Prof Bahtiar juga lulusan institusi religi, Pesantren Pabelan di Jawa Tengah. Dan komposisi unik ini terus berlanjut hingga pendidikan tingkat sarjana. Almarhum Prof Bahtiar lulus sebagai Sarjana Ilmu Perbandingan Agama dari IAIN (sekarang UIN) Jakarta sekaligus pemegang PhD Ilmu Politik dari Ohio State university.

Dengan latar belakang ini, tak heran kiprah kepakaran almarhum juga merambah dua bidang tersebut, politik serta religi. Beberapa tahun lalu, anggota American Political Science Association sekaligus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini menanggapi maraknya fenomena teror berbasis agama. Menurutnya, tidak ada studi konklusif bahwa agama bisa menjadi motivasi bagi para pelaku teror.

Dilansir dari Muhammadiyah.or.id pada Kamis (21/11/2019), Haedar menuturkan, Muhammadiyah kehilangan sosok berintegritas tinggi dan intelektual muslim mumpuni.

Haedar mengatakan, almarhum yang merupakan ahli ilmu politik Islam yang analisisnya tajam dan terfokus. Buku terjemahan disertasinya tentang Islam dan Negara sangat mendalam dan faktual. 

“Ketika memberi masukan-masukan tentang bagaimana Muhammadiyah menghadapi situasi politik kekinian, almarhum tajam dan bijak,” ujar Haedar.

Ia menambahkan, sosok kelahiran Ambarawa, Jawa Tengah, pada 10 Desember 1958 itu, layak menjadi contoh generasi muda Muhammadiyah.

“Muhammadiyah berduka yang mendalam. Selamat jalan, semoga ridha dan karunia Allah SWT menyertai kepergian almarhum,” tutup Haedar.

Jenazah disemayamkan di Rumah duka di Depok, Jawa Barat, dan akan dishalatkan di Masjid Al Fauzien Kompleks Gema Pesona Depok. Muhammadiyah telah kehilangan salah satu kader terbaiknya. Mohon doa terbaik untuk almarhum, semoga Allah melimpahkan rahmat, maghfirah dan jannah-Nya. Aminn…

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment