MUI Terus Bahas Masalah Kerukunan Beragama di Indonesia
MUI Terus Bahas Masalah Kerukunan Beragama di Indonesia (Foto: MUI)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Komisi Kerukunan antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (KUB MUI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) selama dua hari dengan tajuk “Merajut Kerukunan Untuk Keamanan dan Kedamaian Indonesia”.

Ketua MUI Bidang KUB, Buya Yusnar Yusuf merasa khawatir dengan kondisi kerukunan keagamaan di Indonesia. Menurutnya, masalah kerukunan antar umat beragama tidak pernah tuntas dibahas.

“Kasus Tolikara di Papua soal menara masjid, Kasus Aceh Singkil, maupun kasus-kasus kerukunan antar umat beragama lain di beberapa daerah tidak pernah berhenti dibahas,” katanya saat membuka Rakornas, Kamis (4/4) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat seperti rilis pers yang diterima redaksi Suaramuslim.net.

Buya Yusnar memaparkan, isu kerukunan umat beragama juga muncul kembali pada hajatan lima tahunan pemilu. Menurutnya, pemilu kali ini mengguncang kerukunan beragama di Indonesia.

“Umat dikorbankan nasib jangka panjangnya untuk yang hal yang sifatnya sementara,” ungkapnya.

Untuk itu, dari Rakonas ini, Buya Yusnar berharap peserta mengidentifikasi masalah kerukunan di masing-masing wilayah. Nantinya dari identifikasi tersebut akan muncul gagasan untuk mengurai persoalan-persoalan di setiap wilayah.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2019, MUI Keluarkan Tausiyah Untuk Umat Islam

“Bagaimana strategi taktis sehingga kerukunan beragama menjadi menarik, menjadi baik, aman, nyaman, dan damai untuk semua,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof. Abdurrahman Mas’ud mengatakan, MUI perlu hadir dengan kebijakan tasharruf di tengah goncangan politik seperti sekarang.

“Kebijakan pemimpin adalah untuk kemaslahatan umat. Kebijakan majelis agama juga harus berorientasi pada kesatuan umat,” katanya.

Demi kerukunan beragama yang semakin baik, dia berharap ke depan bermunculan politik santun. Politik yang berisi moderasi beragama seperti toleransi untuk menghindari kekerasan.

“Beragama dengan toleran adalah cara terbaik dalam beragama,” katanya.

Sekitar lima puluh peserta hadir dalam Rakornas ini. Peserta terdiri internal MUI seperti anggota Komisi KUB, perwakilan Komisi dan Lembaga di lingkungan MUI, serta perwakilan MUI Provinsi.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.