Global Ramadhan

Suaramuslim.net – Munafik (kata benda dari bahasa Arab, pluralnya munafikin atau munafikun) adalah orang yang pura-pura beriman (berpandangan dan bersikap hidup menurut Al Quran dan hadis), tetapi hati mereka mengingkarinya.

Al Quran mengabadikan kelompok orang-orang munafik dalam surah Al Munafikun. Terminologi munafik berdasarkan Al Munafikun ayat 1-3 adalah :

Allah SWT berfirman:

اِذَا جَآءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَـكٰذِبُوْنَ

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, Kami mengakui, bahwa engkau adalah rasul Allah. Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta”. (QS. Al-Munafiqun: 1)

اِتَّخَذُوْۤا اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan (ajaran hidup) Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Al-Munafiqun: 2)

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ

Baca Juga :  Menilik 10 Ciri Munafik dalam Al Quran

“Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (munafik) telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti”. (QS. Al-Munafiqun: 3)

Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa ciri-ciri orang munafik adalah pendusta, sumpah palsu, dan kadang beriman kadang kafir. Munafik adalah kelompok manusia buruk (jahat/biadab) dan termasuk golongan jahiliyah. Pepatah mengatakan “musang berbulu domba” atau istilah lain “mulut harimau ekor biawak”.

Lebih jelas hadits Rasul mengatakan “ciri-ciri orang munafik ada tiga, jika bicara bohong, jika janji dusta dan jika diberi amanah berkhianat”. (HR. Bukhari)

Fenomena Kehidupan Munafik

Munafik selalu berbicara pembangunan di muka bumi (misal, pembangunan infrastruktur, rumah sakit, kemiskinan, irigasi dll), sesungguhnya mereka hanya tipu daya untuk kepentingan tujuan mereka, yang pasti mereka perusak tatanan kehidupan. (QS. Al-Baqarah; 11-12)

Munafik jika bertemu mukmin bil haq, bergaya hidup seperti mukmin, ikut shalat, ikut haji atau umrah, pura-pura ikut puasa, datang ke pesantren-pesantren mendekati ulama untuk kampanye atau pencitraan diri. Itu semua hanya dagelan, kalau sudah kembali ke habitatnya mereka terbahak-bahak. (QS. Al-Baqarah ayat 14).

Baca Juga :  Memahami Makna Jihad yang Sebenarnya

Perhatikan fenomena kehidupan global, siapa sebenarnya pengebom WTC? Siapa pendiri ISIS? Siapa dalang perang Suriah, siapa teroris pembunuh anak-anak dan wanita di Palestina? Jawabnya munafikun, Allah sudah menjelaskan dengan terang benderang di dalam Al Quran.

Munafik Berjamaah

Kalau Anda punya pemimpin yang mengaku beriman (misalnya presiden, menteri, gubernur, dll) sudah jelas punya ciri-ciri munafik seperti yang disebutkan di atas, maka apakah Anda tetap akan jadi makmum? Hidup di dunia adalah pilihan untuk beriman bil haq atau beriman bil bathil.

Jika Anda mukmin cerdas pasti memilih kehidupan abadi sesudah mati (kehidupan akhirat) yang merupakan rukun (pokok) orientasi keimanan kita.

Jangan makmum kepada orang munafik jika di kehidupan akhirat Anda ingin selamat. Sunnatullah pasti tetap berlaku kapan dan dimana pun Anda berada.

Munafik Sistemik

Model kehidupan munafik bisa dipakai sebagai alat dan sponsor untuk pembenaran segala bentuk model penjajahan global, Kolonialisme, Zionisme, Atheisme, Kapitalisme dan segala bentuk model kehidupan “neraka dunia”.

Pembentukan opini untuk pencitraan suatu negara atau pencitraan seorang pemimpin dengan cara-cara kebohongan, kedustaan melalui berbagai media terkemuka untuk mencapai syahwat kekuasaan dan kerakusan duniawi adalah bagian dari model globalisasi munafik sistemik. Apakah Anda termasuk bagian sistem tersebut?

Baca Juga :  Waspada Bahaya Orang Munafik
Implikasi Analisis

Hati-hati dengan segala rayuan, tipuan, gombalisasi, pencitraan dan kebohongan orang-orang munafik yang sudah mengglobal dalam berbagai aspek, ideologi, ekonomi, hukum, dll. Khususnya aspek politik. Mukmin harus dan wajib berpolitik sesuai Al Quran dan Hadits, walaupun tidak dengan berpolitik praktis.

Beriman dan berislam tidak hanya rutinitas melakukan ibadah-ibadah ritual saja. Paham dan mengerti isi Al Quran, untuk dibaca berkali-kali (ikrar) dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah implementasi beriman dengan benar.

Mari kita sembah, sanjung, dakwahkan, viralkan dan bela mati-matian ajaran hidup Allah dan Rasul yang indah tiada tanding Rahmatal lil Alamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.