Kearaban Berbahasa
Ilustrasi perempuan bercadar (Foto: Freepik)

Suaramuslim.net – Kecantikan seorang wanita bisa membius siapa saja, termasuk membius dunia. Karena itu dunia mengadakan perlombaan terkait kecantikan kaum hawa ini, seperti Miss World, kontes kecantikan yang masih bertahan sampai sekarang. Begitu pula Miss Universe kontes kecantikan internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Miss Universe Organization. Adapula Miss International, yang juga dikenal dengan nama “Miss International Beauty.” Serta kontes kecantikan lainnya di masing-masing negara. Yang kesemuanya lebih mengarah kepada kecantikan fisik bukan spiritual.

Dan dalam Al-Qur’an tidak membahas kecantikan dari aspek fisik, maupun kejiwaan, tapi lebih dari itu mengarah kepada kecantikan spiritual. Karena hakikat kecantikan fisik itu hanya dipoles oleh kulit yang tebalnya 0,2 mm.

Kalau toh di Al-Qur’an ada pembahasan kecantikan fisik,itu lebih memberikan motivasi untuk hati-hati terhadap kecantikan fisik, jangan sampai melalaikannya dari jalan Allah. Seperti Firman Allah:

لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاءُ مِنْ بَعْدُ وَلا أَنْ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا

Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu, kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu. (Al-Ahzab: 52).

Kalimat ‘و لو اعجبك حسنهن’ meskipun kecantikannya menarik hatimu, adalah keindahan dan kecantikan rupa dan fisik wanita.

Kecantikan fisik harus dibarengi dengan kecantikan spiritual agar para wanita tahu bahwa wanita yang baik adalah yang memiliki kecantikan spiritual lebih baik daripada wanita yang memiliki kecantikan fisik dan rupa semata meski kecantikan itu dari ‘sononya.’ Dan sekalipun kecantikannya itu dari ‘sononya,’ sesungguhnya itu hanya topeng kulit yang tebalnya 0,2mm. Tetap hakikatnya, jika topeng itu lepas, jadilah “jerangkong” yang menakutkan. Apalagi kalau kecantikan itu karena dananya dan kameranya maka itu jauh lebih menipu.

Itulah kenapa Nabi Muhammad memberikan arahan kepada wanita untuk memperhatikan kecantikan spiritual. Seperti pada hadis Rasulullah berikut ini:

قالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ 

Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tapi ia melihat hati dan amal kalian. (Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).

Dalam hadis lain Rasulullah mengatakan bahwa wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita salehah. (Muslim, Ibnu Majah dan An-Nasai).

So… Cantik itu bukan di warna wajah dengan lipstik, eye shadow, eye liner, tambahan lainnya yang hanya nampak pencitraan saja. Cantik itu bukan di wajah saja, tapi di sini, yaitu cantik ketakwaannya. Karena itu cantik yang hakiki dalam Islam adalah sebagai berikut.

  1. Cantik dengan berhijab

Sehebat apa pun kecantikannya dari dananya, kameranya atau sononya, akan tidak bermakna dan berharga jika terbuka auratnya. Ketika seorang wanita masih terbuka auratnya, sungguh harganya menjadi turun di mata Allah. Karena itu kewajiban menutup aurat begitu jelas di dalam Al-Qur’an. Dimulai dari bagaimana larangan melihat aurat hingga harus ditutupnya aurat wanita itu.

قُلْ لِلْمُؤْمِنينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصارِهِمْ وَ يَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذلِكَ أَزْكى‏ لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبيرٌ بِما يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang-orang beriman (laki-laki) itu, supaya mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian adalah lebih bersih bagi mereka. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. (An-Nur: 30).

Dan ayat lainnya yang berbicara penutupan aurat;

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab: 59).

  1. Cantik dengan akhlak yang baik

Cantik itu ketika sopan dalam bersikap, dan santun dalam berucap.

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ

Sesungguhnya tidak ada sesuatu apa pun yang paling berat di timbangan kebaikan seorang mukmin pada hari kiamat seperti akhlak yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar. (At-Tirmizi nomor 2002, hadis ini hasan shahih).

Bayangkan, cantik tapi marahan, suka berbicara kasar dan kotor, hilang itu kecantikannya. Dan Allah pun mencela orang yang suka mengumpat;

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. (Al-Humazah: 1).

So… Wahai muslimah, kecantikanmu itu justru terletak di mulutmu. Karena ternyata wanita yang lebih sering berkata-kata kasar daripada pria. Sebuah survei dari Lancaster University mendapati bahwa wanita berkata kasar sebanyak 546 kali per 1 juta kata, sementara pria berkata kasar sebanyak 540 kali per 1 juta kata.

  1. Cantik dengan mujahadah dalam beribadah

Kecantikan hakiki di dunia itu dapat memancarkan cahaya akhirat;

إِنَّ أُمَّتي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيامَةِ غُرّاً محَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوضوءِ فَمنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيل غُرَّتَه ، فَليفعلْ

Sesungguhnya umatku itu akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajahnya dan amat putih bersih tubuhnya dari sebab bekas-bekasnya berwudhu. Maka dari itu, barangsiapa yang dapat di antara engkau semua hendak memperpanjang – yakni menambahkan – bercahayanya, maka baiklah ia melakukannya dengan menyempurnakan berwudhu itu sesempurna mungkin. (Muttafaq ‘alaih).

Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rezeki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangi rezeki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir IV/204).

Begitu pula ada hadis dari Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka. (Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadis ini shahih).

  1. Cantik dengan menjadi penjaga iman keluarganya

Karena wanita yang salehah adalah yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kepada suaminya dan mampu menjadi penjaga kehormatan suami dan keluarganya.

لرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu wanita yang salehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkan mereka di tempat tidur mereka, dan pukul lah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-Nisa: 34).

  1. Cantik itu hanya untuk suaminya

Ketika seorang perempuan berhias, jika dia sudah bersuami seyogyanya dia mempersembahkan kecantikannya untuk suaminya. Sahabat Abu Hurairah pernah menceritakan, Rasululah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya, “Apa ciri wanita yang paling salehah?” Jawab beliau, “Yang menyenangkan suami ketika dilihat, dan menaati suami ketika diperintah.” (Ahmad 9837, Nasai 3244 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dan bagi yang belum bersuami, boleh saja berhias asal tidak melanggar syariat (menutup aurat, tidak mengubah ciptaan Allah) atau tidak berlebihan, berdasarkan umumnya ayat ini;

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al-A‘raf: 31).

So… Wahai kaum muslimah, kecantikanmu hanya berlapis 0,2 mm, dan tidak tahan lama. Karena ketika sudah tua hilang itu semua atau ketika di kubur hancur bau busuk. Maka barengi kecantikan fisikmu dengan lima hal di atas, engkau akan memiliki kecantikan abadi hingga di akhirat.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.