Nunggang Kuda Keliling Area Pasar Porong Sambil Cari Barang Bekas
Anak laki-laki menunggang kuda di area Pasar Porong. (Dok. Pribadi Choirul Hisyam)

Suaramuslim.net – Jika ke pasar Porong pada hari Minggu, Kamu pasti menjumpai kuda-kuda berjejer di pinggir jalan sebelah selatan pasar yang berdekatan dengan pasar loak dan terminal.

Kuda yang berjejer tersebut siap ditunggangi mengantar anak-anak keliling area pasar Porong. keberadaannya hanya mulai jam 06.30 WIB sampai jam 11.00 WIB. Dengan tenang kuda-kuda tersebut mengantarkan anak-anak berkeliling. Jika sudah tidak ada antrian, kuda-kuda tersebut beristirahat, pemandunya sambil mengelus-elus dan memberi makan dan minum kudanya.

Sebagian besar yang gemar naik kuda ini adalah anak-anak. Mereka rela mengantre untuk mendapatkan giliran berkeliling menaiki kuda tersebut. Untuk satu kali putaran, dikenakan biaya Rp 10 ribu. Tidak dibiarkan sendiri, anak-anak ini juga dituntun oleh groom atau pemandu dan perawat kuda. Masih belum puas naik kuda satu kali putaran boleh nambah lagi, tapi dengan syarat bayar lagi. Anak remaja dan orang juga boleh naik, tetap dengan pemandu saat menunggang kuda tersebut tentunya.

Pemandu kuda di Pasar Loak Porong. (Dok. Pribadi Choirul Hisyam)
Pemandu kuda di Pasar Loak Porong. (Dok. Pribadi Choirul Hisyam)

Ada sekitar 10 kuda, ini dapat mengantar sekitar 30an anak-anak. Namun kerja kuda itu tidak terus-menerus. Setiap satu jam sekali kuda-kuda berwarna putih, coklat, dan hitam ini beristirahat selama beberapa menit untuk memulihkan tenaga.

Baca Juga :  Inilah Tiga Olahraga yang Berpahala

Untuk menuju lokasi, cukup gampang, bisa ditempuh naik kendaraan umum/pribadi. Jika dari arah utara maka bisa lewat jalan Surabaya-Malang. Lalu berhenti di Jalan Raya Porong, setelah itu masuk lewat pintu gang menuju pasar. Demikian juga sebaliknya dari arah selatan jalan dan berhentinya sama.

Menunggang kuda keliling di area pasar Porong ini bisa menjadi tempat alternatif refreshing bersama anak di hari Minggu yang cukup murah meriah.

Cari Barang Bekas di Pasar Loak Porong

Setelah puas menunggang kuda, kita bisa lanjutkan jalan-jalan ke pasar loak untuk cari barang bekas.

Pada umumnya, kegiatan berbelanja identik dengan mal atau pasar swalayan. Tapi bagi para pecinta barang bekas yang berdomisili di Sidoarjo, tak ada salahnya meluangkan waktu sejenak berkunjung dan berwisata belanja ke pasar loak Porong.

Sesuai dengan namanya, pasar ini menjual segala macam barang bekas pakai. Pasar loak ini pun dijamin menjadi surga bagi Kamu yang ahli dalam menawar harga barang.

Pasar loak ini adalah pindahan dari Pasar Porong lama yang masuk lokasi daerah terdampak lumpur Lapindo. Letaknya tak jauh dari pasar yang lama yang berada di seberang barat Jalan Surabaya-Malang.
Banyak barang bekas yang dijual, membuat hati para pembeli kepincut untuk sekadar melihat-lihat.

Beberapa penjual barang bekas di Pasar Loak Porong. (Dok. Pribadi Choirul Hisyam)
Beberapa penjual barang bekas di Pasar Loak Porong. (Dok. Pribadi Choirul Hisyam)

Para pedagang barang loak ini membuka lapaknya mulai jam 07.00 – 12.30 WIB di sepanjang jalan di area pasar Porong baru sebelah selatan. Khusus di hari Minggu, pasar loak Porong ramai sekali.

Baca Juga :  Para Pemanah Tangguh yang Dimiliki Umat Islam

Bagi pembeli yang membawa kendaraan tidak perlu khawatir, karena dagangan yang ditaruh di sisi jalan sama sekali tak mengganggu arus lalu lintas.

Sembari jalan-jalan dan menikmati pemandangan barang bekas, pembeli juga dapat membawa pulang barang tersebut yang harganya murah.

Barang-barang bekas yang dijejerkan oleh penjual pun beragam bentuk. Mulai dari mesin tik, radio, televisi mini, kompor gas, nintendo, kipas angin, sepeda, kamera analog, keranjang bayi, rice cooker, hingga kloset duduk pun ada di sini.

Tidak hanya barang-barang rumahan, pedagang barang bekas ini juga menawarkan segala macam aksesoris dan obat atau ramuan jamu kuat.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.