Pandu Embrio Pramuka Gudep 77 Surabaya
Peresmian Gudep 77 Surabaya dan penampilan Drum Band Al Irsyad

Suaramuslim.net – Al-Irsyad Surabaya secara tidak langsung menjadi pelopor dengan lembaga-lembaga lain dalam kegiatan Pramuka di Surabaya. Seperti penuturan para senior, keberadaan Pramuka di Al Irsyad Surabaya telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak masih bernama Pandu. Dan salah satu tokoh yang tidak bisa kita lupakan adalah Bapak Abdul Kadir Banaimun, karena beliau lah yang meletakkan dasar-dasar pendidikan kepanduan di Al Irsyad Surabaya.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, seiring dengan dibubarkannya gerakan kepanduan oleh Presiden Soekarno dan selanjutnya diganti dengan Pramuka, maka Pandu di Al-Irsyad Surabaya otomatis berganti nama dengan pramuka yang waktu itu bernama Gudep 7 Surabaya. Dan selang beberapa tahun kemudian, tepatnya 1963 dibentuklah Korps Musik yang waktu itu bernama Genderang Suling Pramuka Al Irsyad Surabaya yang merupakan cikal bakal drum band di Al Irsyad Surabaya.

Kegiatan Pramuka dan Drum Band di Al Irsyad Surabaya merupakan satu paket artinya pemain anggota pramuka sekaligus merangkap sebagai pemain drum band. Puncak kegiatan drum band adalah ketika berlangsungnya Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) pada tahun 1964 di Jakarta. Drum Band Al Irsyad Surabaya tampil di hadapan presiden Soekarno dan para peserta konferensi KIAA di Jakarta.

Baca Juga :  Kecam Klaim Sepihak atas Yerusalem, Massa Bakar Bendera AS dan Israel

Ketika itu yang menjadi Drum Major adalah Bapak Aunillah Alkatiri dan Abu Bakar Alamudi. Namun karena situasi politik menjelang tahun 1965, ketika terjadi peristiwa G 30 S/PKI maka praktis seluruh kegiatan Pramuka dan Drum Band di Al Irysad Surabaya mengalami kevakuman termasuk juga pramuka dan drum band lainnya mengalami hal yang sama.

Saat Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan PON VII tahun 1969, drum band Pramuka Gudep 77 Surabaya kembali tampil untuk mengawal api dan bendera PON yang memasuki Surabaya. Untuk tertib administrasi dan agar dapat berkiprah lebih luas lagi, maka pada bulan 18 Agustus 1973 dilangsungkan pelantikan gugus depan 77 Pramuka Al Irsyad Surabaya oleh Bapak Letkol Soeratman, yang ketika itu menjabat sebagai ketua KONI Jatim sekaligus sebagai Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Surabaya.

Dari peresmian Pramuka Gudep 77 Surabaya tersebut terpilih sebagai pengurus sebagai berikut: Kepala Majelis Pembimbing gugus depan yang pertama adalah Ustadz Salim Makarim, sedang para pembinanya adalah Fauzi Bamahfudz dibantu oleh Bapak A. Aziz Allan, Hamid Bobsaid, Achmad Ba’amir, Ady Zakin, Achmad bin Qurusy.

Baca Juga :  Publik Surabaya Inginkan Cawali-Cawawali yang Peduli, Merakyat, dan Berwawasan Luas

Agar anak-anak SD Al Irsyad Surabaya tertarik masuk menjadi anggota pramuka, maka para pengurus memberi sosialisasi kepada murid-murid SD Al Irsyad Surabaya. Alhamdulillah berkat kerja keras pengurus Gudep 77 dan Drum Band Pramuka Al Irsyad Surabaya kembali bergairah dan aktif kembali.

Demikian gambaran perjalanan dan kiprah Pramuka Gudep 77 Surabaya dan Drum Band Al Irsyad yang telah mengambil peran dalam ikut serta pembentukan karakter generasi muda yang mandiri, kreatif, pantang menyerah dengan tetap memahami akidah Islam untuk membentengi perilaku negatif.

Kami berharap agar kegiatan yang positif dapat dikembangkan lagi untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak muda, di tengah gempuran pengaruh negatif yang tidak dapat kita bendung. Bentengi anak anak kita dengan nilai-nilai agama dan salurkan pada kegiatan yang positif. Semoga Allah SWT memudahkan kita melahirkan generasi muda yang istiqamah dalam kebenaran. Aamiin.*

Washil Bahalwan
Alumni Pramuka Gudep 77 dan Drum Band Al Irsyad Surabaya.
Peserta Drum Band Al Irsyad Surabaya dalam Kejurnas 1986 di Senayan Jakarta dan peserta Drum Band Al Irsyad Surabaya dalam acara Parade Senja 17 Agustus 1986 di Istana Negara Jakarta.
Sumber tulisan dari Buku Kenangan Malam Reuni Akbar Gudep 77 & Drum Band Al Irsyad Surabaya Desember 2009.

Baca Juga :  Memaknai Surabaya Sebagai Laboratorium Kebudayaan

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.