Pemprov Sumbar: 9 Orang Warga Sumbar Meninggal dalam Kerusuhan Di Wamena

Pemprov Sumbar: 9 Orang Warga Sumbar Meninggal dalam Kerusuhan Di Wamena

Jokowi Instruksikan Kantor dan Fasilitas Publik Yang Rusak di Wamena Segera Direhab
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengakui bahwa sembilan orang warganya telah meninggal dalam insiden kericuhan yang terjadi pada Senin (23/9) di Wamena, Papua. (Foto: Istimewa)

PADANG (Suaramuslim.net) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengakui bahwa sembilan orang warganya telah meninggal dalam insiden kericuhan yang terjadi pada Senin (23/9) di Wamena, Papua.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Pemprov Sumbar dalam siaran pers resminya pada Selasa (24/9).

Menurut Pemprov Sumbar, sembilan orang tersebut terdiri dari laki-laki dan perempuan.

“Berdasarkan laporan dari warga Sumbar yang ada di Wamena, sembilan orang warga Sumbar yang tewas di Wamena. Di antaranya, Syafriyanto (36), istrinya Putri (30) dan anaknya Rizky (4), Jefry Antoni (23), Hendra (20), Ibnu (8), Iwan (24), Nofriyanti (40), Yoga Nurdi Yakop (28). Semua korban tercatat asal Pesisir Selatan dari kecamatan berbeda,” tulis rilis tersebut.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah provinsi Sumatera Barat, Gubernur, Wakil Gubernur dan DPRD Sumbar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya sembilan orang warga provinsi Sumbar di Wamena. Kita doakan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan bisa sabar dalam menghadapi keadaan ini,” imbuhnya.

Kepada warga Sumbar yang masih bertahan di Wamena, diimbau agar berupaya dengan berbagai cara untuk menyelamatkan diri dan jangan terpancing dengan hal apa pun yang dapat mengganggu keselamatan.

Jika ada kemungkinan untuk pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing, Pemprov Sumbar yang akan berkoordinasi dengan Pemkab dan akan membantu transportasi dari bandara BIM ke rumah duka masing-masing.

Pemprov Sumbar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat di mana pun berada agar dapat menjaga kondisi tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban, dengan mengedepankan semangat nasionalisme dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment