Pendidikan dalam Kandungan

Suaramuslim.net – Semua orang tua pastinya menginginkan untuk memiliki buah hati yang saleh, pintar, patuh dan penyayang. Tidak ada seorang pun orang tua yang menginginkan anaknya jahat dan tidak sukses baik dalam kehidupan dunianya maupun kehidupan akhiratnya kelak. Untuk itu, agar memperoleh anak-anak yang saleh maka diperlukan pengetahuan bagi orang tua bagaimana cara mendidik anak agar menjadi anak yang saleh.

Sebenarnya, inti dari mendidik anak ketika di dalam kandungan hanyalah satu, yaitu memberikan stimulasi yang edukatif. Hanya saja setiap orang mungkin stimulasinya berbeda-beda. Jika menurut kurikulum barat dengan sering didengarkan alunan musik klasik, maka islam memiliki cirri khas tersendiri sesuai tuntunan Rasulullah. Diantaranya adalah:

Pertama, membacakan doa. Satu diantara usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan anak yang saleh adalah dengan berdoa. Doa yang dibaca untuk memperoleh anak yang saleh adalah doa Nabi Zakaria, yaitu yang terdapat di dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 38, yang artinya:

“Ya Tuhanku, berilah Aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

Kedua, membacakan Al Quran. Para ibu yang sedang mengandung hendaknya terbiasa membaca Al Quran agar diperdengarkan kepada anak di dalam kandungannya. Begitu juga dengan sang ayah agar selalu membaca Al Quran di dekat perut ibunya. Sehingga apabila ia lahir nanti maka ia akan selalu membaca Al Quran dan mengamalkannya.

Ketiga, mengajak berbicara. Lakukanlah komunikasi islami dengan anak di dalam kandungan. Karena pada minggu ke-25 janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya, seperti ibu dan ayahnya. Untuk itu, mari kita senantiasa mengajak janin untuk berbicara sambil mengelus-elus perut. Misalnya: ketika sang ibu mau shalat, membaca Al Quran atau pun bersedekah maka ajaklah sang janin berbicara dengan cara, ”Adik, ibu mau shalat, karena shalat merupakan kewajiban setiap muslim.” Biasanya janin akan merespon dengan tendangan ke arah perut sang ibu.

Keempat, menjaga perilaku orang tua. Bagi ibu hamil, menjaga perilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamilannya. Karena akhlak dan perilaku orang tua sangat berpengaruh terhadap akhlak anak-anaknya kelak. Oleh karena itu, orang tua harus menjaga sikap, ucapan dan perilaku. Terutama ibu hamil, karena anak-anak akan mencontoh apa yang kita perbuat. Sebab orang tua memegang peranan penting dalam menanamkan perilaku dan akhlak yang baik kepada anak-anaknya. Jika orang tua berperilaku baik maka anaknya akan ikut baik seperti ibunya pula. Wallahu a’lam bishawab.*

Kontributor: Santy Nur Fajarviana*
Editor: Oki Aryono

*Pengajar di MIT Bakti Ibu Kota Madiun
*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.