Penerbit Yudhistira Minta Maaf Terkait Penyebutan Yerusalem Ibu kota Israel

Penerbit Yudhistira Minta Maaf Terkait Penyebutan Yerusalem Ibu kota Israel

Penerbit Yudhistira Minta Maaf Terkait Penyebutan Yerusalem Ibukota Israel

Jakarta (suaramuslim.net) – Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia meminta maaf terkait kelalaian mereka dalam penyebutan Yerusalem sebagai Ibukota Israel di buku IPS untuk kelas VI SD. Hal ini disampaikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama dengan pihak Yudhistira dalam siaran persnya, Senin (18/12).

Sebelumnya, telah beredar buku Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) untuk kelas VI SD yang menyebutkan bahwa Kota Yerusalem merupakan ibu kota dari negara Israel. Buku tersebut diterbitkan oleh penerbit Yudisthira dibawah naungan PT Yudhistira Ghalia Indonesia.

KPAI menyatakan bahwa setelah menerima dan mendalami laporan terkait buku IPS kelas VI yang memuat Yerusalem sebagai Ibukota Israel, mereka bertemu dengan pihak Yudhistira yang diwakili oleh Djaja Subagdja pada hari senin (18/12). Setelah melakukan pertemuan tersebut pihak Yudhistira meminta maaf dan mengakui telah keliru dalam penyebutan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Pihak Yudhistira juga mengakui bahwa buku tersebut belum didaftarkan ke pusat buku dan kurikulum (Pusbukkur Kemendikbud RI) sehingga mereka menyatakan akan bertanggungjawab penuh atas kekeliruan tersebut. Adapun referensi yang digunakan Yudisthira dalam penyebutan Yerusalem sebagai Ibukota Israel adalah World Population Sheet 2010 yang juga diakui Yudhistira tidak tepat untuk dijadikan referensi.

Selain itu, pihak Yudisthira juga berjanji untuk menarik semua buku-buku yang telah beredar di pasaran dan menggantinya dengan buku yang telah direvisi dengan penyebutan Tel Aviv sebagai Ibukota Israel.

Kontributor: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment