Pengembangan Wisata Madura Butuh Keterbukaan Warga

Pengembangan Wisata Madura Butuh Keterbukaan Warga

Pengembangan Wisata Madura Butuh Keterbukaan Warga
Tol jembatan nasional Suramadu. (Foto: voaindonesia)

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Presiden Joko Widodo resmi menggratiskan tarif tol Jembatan Nasional Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura, Jawa Timur, agar perekonomian Madura menjadi berkembang dan meningkat. Penggratisan tarif itu dimulai pada Sabtu (27/10/2018).

Dosen perencanaan pembangunan Universitas Trunojoyo Madura Tripitono Adi Prabowo menyebut, indikator makro menyebutkan kemiskinan di kabupaten Sumenep sebesar 19,62 persen yang merupakan rangking ke 35 dari 38 kota/kab di seluruh Jawa Timur, bahkan Sampang menempati rangking terakhir dengan 23.52 persen kemiskinan.

“Ada variabel lain yang membuat fungsi jembatan Suramadu selama sembilan tahun belum memberikan dampak secara signifikan. Pertama, kurangnya sinergitas perencanaan pada empat kabupaten di Madura. Kedua, kurangnya daya dukung terhadap daya tarik investasi ke Madura,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Redaksi Suara Muslim Fajar Arifianto Isnugroho dalam talkshow Ranah Publik di radio Suara Muslim Surabaya (29/10) mengatakan, sebetulnya terdapat kesamaan antara pulau Madura dengan pulau Bali. Kehidupan masyarakat Bali hingga kini kental dengan aktivitas religius dan tradisi, meskipun sudah bergaul dengan masyarakat internasional. Sedangkan masyarakat Madura dikenal dengan kehidupan religius yang kuat.

“Masyarakat Bali mengembangkan pariwisatanya ditopang oleh budaya dan keindahan alam, sehingga banyak turis yang ingin mengetahui keaslian warga Bali saat beribadah, maka bukan tidak mungkin konsep pariwisata seperti ini diterapkan di Madura,” tuturnya.

Fajar menjelaskan, objek wisata di Madura ini akan lebih cepat berkembang dengan mengekpos budaya yang khas seperti kerajaan di Keraton Sumenep, pantai dan pulau-pulau yang masih bersih dan alami, serta kuliner dan tradisi.

“Yang menjadi pembeda memang keterbukaan masyarakat, jika di Bali bisa menerima orang-orang luar masuk, sementara di Madura belum. Saya sepakat jika industri terlalu lama berkembang, setidaknya pariwisata bisa dikembangkan di Madura,” pungkasnya.

Reporter: Dani Rohmati
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment