Pentingnya Libatkan Anak dalam Urusan Pekerjaan Rumah?

Pentingnya Libatkan Anak dalam Urusan Pekerjaan Rumah?

Pentingnya Libatkan Anak dalam Urusan Pekerjaan Rumah

Suaramuslim.net – Selama ini orang tua, khususnya ibu, mengurus segala pekerjaan rumah tangga. Mulai dari memasak, cuci pakaian, bersih-bersih rumah, belanja, dan masih banyak lagi. Tradisi sejumlah wilayah di Indonesia juga mengatur bahwa pekerjaan dapur atau berkaitan dengan urusan rumah menjadi tanggung jawab pasangan perempuan.

Namun, seiring perjalanan waktu, pekerjaan rumah tangga juga mulai dilakoni oleh pasangan pria atau kita sebut ayah. Biasanya, masing-masing pasangan dalam satu keluarga saling membagi tugas pekerjaan rumah. Bagi para orang tua, mengerjakan pekerjaan rumah menjadi aktivitas rutin seperti halnya bekerja. Namun, bagaimana dengan anak? Perlukah seorang anak mengenal atau bahkan mengerjakan pekerjaan rumah?

Mengenalkan pekerjaan rumah pada anak sebenarnya bukanlah suatu pelanggaran. Tujuan orang tua melibatkan anak mengurusi pekerjaan rumah akan berguna ketika dewasa kelak. Tentu saja untuk mengenalkan bahkan membiasakan anak mengerjakan pekerjaan rumah harus dimulai dari hal-hal sederhana. Seperti merapikan mainan usai bermain, membereskan tempat tidur, membuang sampah pada tempatnya, meletakkan baju di dalam lemari, dan sebagainya.

Dalam sebuah buku berjudul “How to Raise an Adult”, dituliskan bahwa keterampilan menyelesaikan pekerjaan rumah akan membantu proses tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, tekun, dan pekerja keras. Karakter tersebut tentunya sangat dibutuhkan ketika anak mulai beranjak dewasa nantinya.

Sang penulis buku, Julie Lythcott-Haims, juga berpendapat bahwa membagi tugas pekerjaan rumah tangga dengan anak itu berarti mengajari mereka tentang manajemen waktu. Anak-anak mulai terbiasa belajar mengatur waktunya dengan baik. Dengan begitu, anak-anak tetap bisa menjalankan rutinitas kegiatannya. Mulai dari bermain, makan, istirahat, belajar, dan mengerjakan pekerjaan rumah. Keterampilan manajemen waktu ini akan bermanfaat mana kala sudah memasuki dunia kerja yang serba padat.

Salah satu prinsip atau nilai yang dianut Bangsa Indonesia adalah prinsip gotong royong. Dalam lingkup terkecil, perilaku bergotong-royong ini tercermin dalam keluarga. Masing-masing anggota keluarga bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan rumah agar cepat selesai. Lambat-laun sang anak belajar memahami bahwa prinsip gotong-royong atau kerja sama akan menjadikan beban pekerjaan lebih ringan dan cepat selesai. Di tempat kerja pun dia akan menjadi sosok pemimpin sukses karena mampu membangun teamwork yang solid.

Melibatkan anak dalam urusan pekerjaan rumah tangga juga mengajarkan anak untuk bersikap konsisten dan punya rasa tanggung jawab. Misalnya, ketika sang anak suatu waktu kedapatan lupa tidak menyiram tanaman, sehingga menyebabkan tanamannya menjadi layu. Dari peristiwa itu, anak akan memahami peran dan akibatnya jika tugas itu tidak dilaksanakan.

Kontributor: Siti Aisah
Editor: Oki Aryono

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment