Pesawat Lion Air Jatuh, YLKI: Tingkatkan Pengawasan Kepada Maskapai
Ilustrasi Lion Air (Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Kecelakaan pesawat kembali terulang di Indonesia, kali ini pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang telah kehilangan kontak Senin (29/10) pagi.

Sampai saat ini, Kabasarnas mengatakan belum menemukan bangkai pesawat yang membawa 189 orang penumpang tersebut. Kecelakaan ini menambah catatan buruk bagi dunia penerbangan Indonesia.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan pengawasan kepada seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia.

“Terutama meningkatkan pengawasan ke manajemen Lion Air. Pengawasan yang intensif dan mendalam sangat urgen dilakukan pada Lion Air, yang selama ini dianggap sering mengecewakan konsumennya” ujar Ketua pengurus harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran persnya, Senin (29/10).

Bahkan, lanjut Tulus, pihak maskapai Lion Air harus bertanggung penuh terhadap hak-hak keperdataan penumpang sebagai korban, terkait kompensasi dan ganti rugi.

“Menurut Permenhub No. 77 Tahun 2011, penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat (meninggal dunia) berhak mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1.250.000.000/pax. Bahkan manajemen Lion Air harus bisa memastikan keluarga atau ahli waris yang tinggalkan masa depannya tidak terlantar, ada jaminan biaya pendidikan dan beasiswa untuk ahli waris yang masih usia sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Kepala Basarnas: Pencarian Korban Lion Air Bisa Diperpanjang 10 Hari

Selain itu, menurutnya pihak Boeing juga harus memberikan penjelasan komprehensif atas kecelakaan pesawat JT 610 karena menggunakan pesawat seri terbaru, yakni B737 Max yang baru dirilis pada Agustus 2018 dan baru mempunyai 900 jam terbang.

“Adakah cacat produk dari jenis pesawat tersebut?” Tandasnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.