Wanita berhijab. Foto: Pixabay.com

Suaramuslim.net – Tren fashion hijab kini terus berkembang seiring dengan beragam kebutuhan dan selera dari para hijabers itu sendiri. Salah satu inovasi yang paling signifikan adalah kehadiran tren hijab instan yang menawarkan model hijab praktis. Akan tetapi, perlu disadari bahwa penggunaan hijab instan tentu akan berbeda dengan hijab biasa.

Ya, hijab instan mulai populer beberapa tahun belakangan karena praktis dan harganya tergolong murah untuk merek tertentu. Nggak tanggung-tanggung, banyak hijabers yang sampai mengoleksi aneka warna dan motif hijab instan karena terlanjur malas ‘berurusan’ dengan jarum pentul atau peniti.

Plus minus hijab instan

Plus:

  1. Hijab instan nggak butuh waktu lama buat dandan apalagi ribet dengan jarum pentul atau peniti yang kadang melukai tangan. Terluka akibat terkena jarum pentul atau peniti sudah jadi hal biasa buat para hijabers. Apalagi bagi mereka yang biasa dandan buru-buru, akan terlalu ribet kalau harus pakai jarum pentul atau sejenisnya. Apalagi, ketajaman jarum pentul ini bisa merusak alias melubangi kain hijab, jadi kurang awet buat pemakaian jangka panjang.
  2. Dengan hijab instan kita bisa tampil minimalis tanpa banyak usaha. Hijab instan memang sepertinya diciptakan buat mereka yang malas terlihat terlalu dandan. Tinggal pakai, langsung bisa rapi tanpa harus mengkreasikan hijabnya terlebih dahulu. Apalagi saat karantina mandiri seperti sekarang ini, tampilan-tampilan yang simpel akan jauh lebih nyaman dan fleksibel, bukan?

Kekurangan hijab instan

  1. Terkadang style hijab yang dihasilkan tidak sesuai dengan tampilan seharusnya. Tidak jarang hasil styling akan terlihat tidak proporsional.
  2. Ukuran lubang wajah juga akan sulit disesuaikan. Untuk kamu yang memiliki wajah besar atau wajah kecil, kamu akan sedikit kesulitan mencari yang pas.
  3. Beberapa hijab instan memiliki variasi gaya dan model dalam satu hijab, tetapi ada pula model yang hanya untuk satu style. 
  4. Kalau dipakai terlalu sering gaya kita akan terlihat itu-itu saja alias membosankan. Beda dengan pashmina atau hijab segi empat biasanya yang bisa kamu modifikasi menjadi banyak bentuk, bahkan bisa ditambah aksesoris pendukung seperti bros, jepit rambut bahkan bandana.

Untuk acara formal, hijab instan akan terlihat terlalu ‘datar’ karena kurang cocok dengan jenis busana tertentu seperti kebaya, setelan blazer atau jumpsuit. Ini memang soal selera sih, tapi kalau busana-busana formal biasanya akan lebih cocok dipadukan dengan hijab segi empat atau pashmina pada um

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.