SURABAYA (Suaramuslim.net) – Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan Demasindo Jatim berupaya menggali potensi dakwah masjid yang antara lain untuk Generasi Z, warga lokalisasi, dan pemberdayaan UMKM atau PKL di sekitar masjid melalui podcast “Masjid Inspiratif.”
“Untuk menggali potensi masjid guna menginspirasi masjid lain, kami menyiapkan 7-8 paket podcast, yang mengupas potensi idaroh (tata kelola/manajemen), imaroh (memakmurkan masjid dalam ibadah dan non-ibadah), dan riayah (perawatan sarana dan prasarana masjid),” kata Wakil Ketua PW DMI Jatim Bidang Kominfo, H. Helmy M. Noor, di Surabaya, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan 7-8 paket “Podcast Masjid Inspiratif” yang diadakan Departemen Kominfo PW DMI Jatim itu sudah terlaksana tiga paket siniar pada 25-26 Juli, yakni Masjid Al Huda, Sambikerep Surabaya (masjid kampung/juara 2) Masjid Nurul Fatah, Jl Alun-alun Demak Bangunsari Krembangan Surabaya (masjid besar/juara 2 Jatim), dan Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik (masjid perusahaan/kantor).
“Insya Allah, 3-4 masjid lain di-podcast-kan pada 12-13 Agustus dengan pemandu tetap yakni Bustomi SJ (Sekretaris Departemen Kominfo DMI Jatim). Dalam setiap podcast, selain inspirasi, kami juga menggali pendapat takmir masjid terhadap tiga program unggulan DMI Jatim yakni UKIM (uang kehormatan imam masjid), Masjid Award, dan Halal Center,” katanya, didampingi Sekretaris Yayasan Demasindo Jatim, H Ahmad Syakur.
Program masjid berdasarkan kepuasan jamaah
Dalam podcast dengan takmir Masjid Al Huda Sambikerep Surabaya (masjid kampung/juara 2), Ketua Yayasan Al-Huda Ir. Isgiyanto, MT menjelaskan tata kelola masjid yang dipimpinnya itu diawali dengan survei kepuasan jamaah dan program yang diinginkan jamaah, lalu hasil survei dibuatkan data sebagai bahan program masjid.
“Dari hasil survei dan pendataan, kami membuat program harian, pekanan/mingguan, bulanan, dan tahunan. Program harian meliputi kajian bakda Subuh yakni bedah hadis (Senin), hafalan doa sehari-hari (Selasa), tafsir Al-Qur’an Hadis (Rabu), dan hafalan juz 30 (Kamis),” katanya.
Untuk program pekanan, pihaknya mengadakan kajian pada setiap hari Sabtu bakda Maghrib yakni kitab Sirah Nabawiyah (Sabtu ke-1), kitab fiqih (Sabtu ke-2), kitab hadis (Sabtu ke-3), kitab tauhid (Sabtu ke-4), dan kajian tematik (Sabtu ke-5).
Untuk program bulanan, pihaknya mengadakan pada Ahad ke-1 dan Ahad ke-3. Untuk Ahad ke-1 ada kajian unik for kids (KUIK) dan Ahad ke-3 ada kajian remaja muslim (Kareem), sehingga Gen-Z juga dilibatkan.
“Untuk program tahunan adalah Gebyar Muharram, Nuzulul Qur’an, Shalat Idul Fitri, Penyembelihan Kurban, dan Shalat Idul Adha. Semua program itu (harian, pekanan, bulanan, dan tahunan) kami minta remaja dan Gen-Z masjid membuat konten dan diviralkan. Setiap konten itu kami beli dengan bisyaroh/biaya yang juga sudah kami anggarkan, bahkan setiap tahun juga ada 500 majalah untuk jamaah berisi kegiatan dan laporan keuangan transparan,” katanya.
Dakwah masjid di daerah eks lokalisasi
Sementara itu, podcast dengan takmir Masjid Al Nurul Fatah, Jl Alun-alun Demak Bangunsari Krembangan Surabaya (masjid besar/juara 2 Jatim), Ketua Pembina Masjid Nurul Falah KH. Choiron Sueb menjelaskan pembinaan jamaah di kawasan lokalisasi itu perlu pendekatan khusus, karena itu pihaknya menjalin komunikasi dengan pimpinan RW dan tokoh masyarakat.
“Uniknya, masjid kami berada di tengah masyarakat yang tepat ada di pintu gerbang kawasan lokalisasi, karena itu kami tidak bisa langsung berdakwah di masjid, tapi kami minta pimpinan RW mengumpulkan warga di Balai RW untuk pembinaan oleh tokoh masyarakat dan setelah mulai ada kesadaran, maka kami adakan pembinaan di masjid. Kami bersyukur, Bangunsari akhirnya bebas prostitusi pada tahun 2000-an,” katanya.
Layanan untuk kenyamanan jamaah
Lain halnya dengan Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik (masjid perusahaan/kantor). Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Masjid Nurul Falah, Petrokimia, H Taufik Fanani menjelaskan Masjid Nurul memang merupakan masjid CSR Perusahaan, karena itu upaya memakmurkan masjid dilakukan sesuai dengan keinginan karyawan yakni kenyamanan.
“Jadi, layanan masjid kami memang bersifat service atau pelayanan karyawan terkait kenyamanan, karena itu kami mengembangkan PKL di sekitar masjid dengan kuliner sesuai keinginan karyawan, lalu kami siapkan lahan parkir untuk perusahaan dan rumah sakit perusahaan, ruang sewa untuk resepsi pernikahan, kafe, dan rumah singgah untuk keluarga pasien dari rumah sakit perusahaan yang menunggu keluarganya,” katanya.
Penyunting: Muhammad Nashir

