Rekonsiliasi; untuk Kepentingan Demokrasi Atau Hanya Bagi-Bagi Kursi
Pertemuan Prabowo Subianto (kiri) dengan Joko Widodo (kanan) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Sabtu (13/07). (Foto: Instagram/@jokowi)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah tokoh ke Istana, Senin sore (21/10). Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo menyambangi Istana untuk memenuhi panggilan tersebut.

Seusai diterima Presiden Jokowi, Prabowo dan Edhy menghampiri awak media di halaman Istana Negara. Dalam pertemuan dengan Kepala Negara, Prabowo menyebut dirinya bersama Edhy Prabowo diminta untuk memperkuat kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra, apabila diminta kami siap membantu. Dan hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, Presiden Jokowi memintanya untuk membantu di bidang pertahanan. Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut pun berkomitmen untuk bekerja keras di pemerintahan kelak.

“Saya beliau izinkan untuk menyampaikan bahwa saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan. Jadi tadi beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan-harapan yang ditentukan,” imbuhnya.

Sebelum menerima Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo, Presiden Jokowi juga memanggil Airlangga Hartarto. Airlangga yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku dirinya kembali diminta untuk menjadi menteri dan mengisi pos terkait bidang perekonomian.

“Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan, kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan,” ujar Airlangga.

Selain Airlangga, Fadjroel Rachman juga tampak memenuhi panggilan Kepala Negara untuk datang ke Istana. Seperti halnya para tamu lain yang diundang Presiden, Fadjroel juga diminta untuk membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.

“Ada tugas yang memang disampaikan oleh beliau, tetapi, mengenai bentuk tugasnya, nanti akan diberitahukan secara langsung saja oleh Presiden,” ungkap Fadjroel kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, Fadjroel mengatakan dirinya juga berdiskusi beberapa hal bersama Kepala Negara. Diskusi tersebut menurutnya berpusat pada poin-poin penting dalam pidato awal masa jabatan yang disampaikan Presiden Jokowi di Gedung MPR, Ahad (20/10).

“Saya sih mengatakan, bahwa pidato kemarin itu betul-betul sudah menyatakan apa masalah yang kita hadapi, dan Bapak Presiden betul-betul menampilkan diri sebagai the governing president, yaitu presiden yang bekerja, yang memerintah,” ujarnya.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.