Radikalisasi Kampus

0
Radikalisasi Kampus

Suaramuslim.net – Jika radikalisme hanya dikaitkan pada ketidakmauan menerima Pancasila secara menyeluruh.

Jangan dilupakan, sejak reformasi beberapa partai jelas-jelas menyatakan sebagai partai agama tertentu dan berazaskan agama, bukan Pancasila. Apakah ini bukan radikal?

Toh tidak selalu yang berazaskan agama menjadi pemicu dari konfrontasi, konflik atau kecenderungan separatis.

Sungguh ada radikalisme yang lebih berbahaya, ketimbang mempersoalkan wacana dinamika pemikiran kampus, yaitu sikap over acting dari partai tertentu yang membabi buta menyikapi perbedaan dan opini.

Jika kampus terus menerus diintimidasi secara serampangan begini, bukan hanya mematikan demokrasi, tetapi yang lebih parah adalah mematikan ruh pemikiran, ruh kesinambungan dialektika kebangsaan yang dinamis.

Saya khawatir, apa yang terjadi pada pengopinian kampus hanyalah sumbu pendek untuk meredam kritik yang bagi penguasa saat ini terasa sebagai oposan yang paling sulit dihadapi karena ada logika keilmiahan yang tak sanggup dielak.

Dimanapun, sejarah keruntuhan kekuasaan, penggeraknya adalah kelas menengah kampus. Jadi sangat wajar kampus dicecar bertubi-tubi di tahun politik ini.

Boleh saja kampus akan mengalami cekaman dengan cara-cara seperti ini, tetapi tidak dengan ruh akademis. Karena institusi akademik bukan hanya bernaung di kampus-kampus. Ruh akademik ada ruang sosial yang lebih luas, pada public sphere yang tak dapat dijangkau oleh tangan aparatus. Institusi akademik adalah “kebenaran dan keadilan”.

Jika kebenaran dan keadilan telah diredam pertanda sudah tak ada lagi peradaban.
Ini yang harus diingatkan, bahwa kampus adalah pusat peradaban, bukan tempat berkumpulnya birokrasi bawahan.

Berdialog dengan kampus akan membuat suasana lebih damai, sebab pengopinian dan stigmatisasi kampus sebagai sarang radikalisme, adalah radikalisme pada sisi yang lain.

Ini hanya coretan bakda Subuh saja.

Semoga negeri kita Indonesia yang berdasar Pancasila selalu berjaya, menghasilkan pemimpin-pemimpin dan rakyat yang cerdas. Amin.

Salam
Yudha Heryawan Asnawi
Wasekjen Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI)

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here