Rekomendasi “Finger Food” yang Baik dan Sehat untuk Bayi
Ilustrasi anak bayi sedang memakan finger foodnya. (Foto: Bambonature.co.id)

Suaramuslim.net – Seiring bertambahnya usia, bayi sudah mulai bisa menjangkau sesuatu dengan tangannya, salah satunya adalah makanan. Tumbuhnya beberapa gigi baru juga membuat balita belajar menggigit dan mengunyah makanan. Inilah saat tepat untuk mengenalkan aneka makanan baru, termasuk finger food sebagai camilan sehat bagi bayi.

Memasuki usia 7-9 bulan, balita biasanya mulai tertarik memegang, meremas, atau sekadar “memainkan” makanan yang ada di piringnya. Selain bereksplorasi merasakan sensasi taktil jemarinya, kepintaran bayi ini ditunjang oleh ketrampilan motorik halusnya yang mulai berkembang. Di usia ini, biasanya, bayi sudah mulai siap makan dengan tangannya sendiri.

Dengan memberikan finger food, Anda telah melatihnya untuk bisa makan tanpa disuapi, sekaligus menunjang tonggak tumbuh-kembangnya dalam hal keterampilan motorik halus, menggigit, serta mengunyah makanan.

Apa itu finger food?

Finger food adalah makanan yang bisa digenggam Si Kecil untuk melatih pergerakan jari-jarinya. Finger food merupakan makanan yang mudah dimakan oleh bayi, baik mudah digigit, mudah dihaluskan saat dikunyah maupun dipegang oleh tangannya sendiri. Momen ini bisa jadi hal yang menyenangkan bagi Si Kecil. Meski begitu, Anda harus tetap memperhatikan jenis makanan yang akan Anda pilih untuk menjadi finger food-nya. Makanan tersebut harus disesuaikan dengan usia bayi, selain itu perhatikan pula kandungan gizi dan nutrisinya.

Baca Juga :  Menikmati Hangatnya Asem-Asem Iga Sapi Saat Berbuka Puasa

Usia Berapa Harus Diberikan?

Biasanya camilan yang sering diberikan adalah biskuit khusus bayi yang banyak dijual di pasaran. Namun, Anda juga dapat memberikan finger food yang terbuat dari sayuran, buah-buahan, atau makanan olahan lain yang bisa digenggam bayi. Untuk jenis makanan sebaiknya sesuaikan dengan usia bayi.

Untuk bayi yang sudah boleh makan MPASI (Makanan Pendamping ASI), yaitu usia 6-8 bulan, Anda bisa berikan ia sayuran berupa kentang, atau wortel lunak dan dipotong kecil-kecil. Untuk buah, Anda bisa berikan pisang, alpukat, atau pir. Semakin besarnya usia bayi yaitu 9-12  bulan, Anda bisa berikan ia bahan makanan lebih beragam seperti, brokoli, bayam, buncis, labu, atau kembang kol yang sudah direbus hingga lunak. Untuk buah berikan mangga, apel, jeruk, dan lainnya.

Manfaat

Finger food sangat baik untuk perkembangan motorik anak. Perkembangan saraf motorik pada anak harus menjadi perhatian Anda. Motorik sendiri terbagi menjadi motorik halus dan kasar. Nah, mengenalkan finger food pada anak bisa menjadi media latihan motorik kasar dan halus. Tangannya akan berlatih menggenggam, mengarahkan makanan ke mulut, mengambil lalu meletakkan lagi, dan lain-lain.

Baca Juga :  Resep Tahu Bulat Rumahan yang Gurih, Enak dan Praktis

Tidak hanya motorik kasar, koordinasi antara beberapa organ geraknya juga terlatih dengan finger food. Begitu tangannya sampai di depan mulut, Si Kecil akan refleks membuka mulut untuk memasukkan makanan. Gusi dan lidahnya berkoordinasi untuk mengunyah dan menelan makanan. Ini adalah perkembangan yang cukup berarti untuk motorik halusnya. Bagaimana ia memilih potongan makanan, mengarahkan ke mulut, lalu meletakkan lagi sisanya ke piring.

Apa saja finger food yang baik dan sehat untuk bayi?

Untuk tahap-tahap awal pengenalan, beberapa jenis makanan di bawah ini bisa Anda pilih:

  1. Sebagai permulaan, Anda bisa memberikannya sayuran rebus seperti kentang, wortel, kembang kol, brokoli, atau ubi manis.
  2. Anda bisa mengiris pisang, alpukat, mangga, pir atau semangka dipotong memanjang agar Si Kecil bisa menggenggam sendiri. Pastikan buah yang Anda pilih telah matang.
  3. Si Kecil bisa diberi pasta yang telah direbus hingga matang. Jenis pasta yang bisa Anda berikan padanya yaitu fusili atau pasta yang telah dipotong-potong kecil.
  4. Anda bisa memberikannya sereal yang mudah dipegang olehnya. Pilih sereal yang rendah gula dan tanpa tambahan zat pewarna.
  5. Roti panggang. Potong roti seperti jari, agar bisa Anda jadikan menu finger food-nya saat usianya sudah mulai besar.
  6. Saat memberikan telur pada bayi, pastikan Anda memasaknya dengan matang agar bayi tidak terkontaminasi bakteri salmonella yang tersembunyi dalam telur setengah matang. Anda bisa memotong telur rebus atau membuatnya jadi telur orak-arik.
  7. Pilih keju yang empuk, misalnya keju lembaran yang dipotong kecil-kecil.
  8. Anda bisa memberikannya daging ayam atau daging sapi yang direbus dengan sangat empuk dan disuwir agar mudah dimakan olehnya.
Baca Juga :  Segar dan Sehatnya Buka Puasa dengan Salad Buah

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan jenis makanan yang berpotensi membahayakan Si Kecil. Hindari biji-bijian, kacang, atau makanan lain yang berukuran terlalu kecil sehingga rawan tersedak. Juga jangan membiasakan memberi makanan manis, agar tidak menimbulkan asupan gula berlebih. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.