Home Narasi Resensi Buku: Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan

Resensi Buku: Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan

0
Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan

Judul Buku                  : Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan
Penulis Buku              : Prof. Dr. Hamka
Penyunting Buku        : Jumi Hariyani
Penerbit Buku             : Gema Insani
Cetakan                       : Kedua, Desember 2014
Ketebalan Buku          : viii + 136 hlm
ISBN                           : 978-602-250-236-4

Suaramuslim.net – Sebuah buku yang merupakan kumpulan tulisan bersambung Buya Hamka ini terlahir atas dorongan adanya pemahaman yang tidak tepat atas perempuan dalam pandangan Islam. Sedangkan pada kenyataannya, sejak turunnya agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad, kaum Hawa mendapatkan perhatian khusus baik sebagai manusia, anak, istri ataupun ibu.

Buya Hamka menuliskan setiap bab disertai dengan dalil naqli yang kuat. Baik dalam bentuk firman Alloh maupun hadits. Ini juga dilengkapi dengan sejarah kehidupan di masa Rasululloh saw. yang berkaitan dengan bab pembahasan tentang perempuan tersebut.

Dalam buku ini setiap babnya membuka wawasan kita tentang bagaimana hukum Islam mengatur dengan baik kedudukan perempuan itu. Hal ini bertolak belakang dengan pemahaman kaum orientalis yang sering menyudutkan hukum Islam atas perlakukannya kepada perempuan.

Sebut saja kedudukan istri dalam rumah tangga. Dalam Islam, seorang istri tetaplah seorang manusia. Mereka adalah hamba yang memiliki kewajiban dan hak yang sama sebagai insan. Namun ada hal-hal yang secara peran dalam rumah tangga merupakan tanggung jawab masing-masing. Dalam hadits Rasululloh pun menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang berlaku baik pada istrinya. Jadi, perempuan setelah menyandang status istri harus tetap diperlakukan baik, bukan sebagai budak. Pemahaman yang salah bahwa kaum perempuan yang sudah menikah adalah hak suami dan keluarganya merupakan warisan jahiliyah.

Semenjak Islam datang, anak perempuan yang awalnya dianggap menurunkan harga diri keluarga menjadi berbalik 180 derajat oleh Rasululloh dengan sikap dan kebiasaan yang dilakukan oleh Rasululloh kepada Fatimah putrinya. Bahkan dalam hal warisan, hak-hak harta warisan untuk anak perempuan sangatlah diperhatikan. Dibuat seadil mungkin agar tidak menyulitkan kehidupan si anak ke depannya.

Membaca buku ini membuka pikiran tentang hukum Islam yang begitu jelas saat mengatur segala sesuatu. Di akhir bab Buya Hamka mencoba memaparkan tentang pemikiran kaum orientalis yang berusaha menjauhkan umat Islam untuk mengetahui tentang kebenaran Islam itu sendiri.

“Pekerjaan kaum orientalis berhasil. Di zaman sekarang, sudah mulai ada gejala-gejala yang timbul di kalangan calon-calon sarjana Muslim. Mereka yang tadinya diharapkan oleh masyarakat Islam akan membela Islam, dengan bangganya mencela segala yang berbau Arab” (Hal. 124).

Kegelisahan yang dirasakan oleh Buya Hamka terpaparkan di bab Pandangan Kaum Orientalis. Buku ini memberikan banyak pencerahan kepada kita umat Islam khususnya kaum perempuan. Apalagi jika kalian terlahir sebagai muslimah. Kemuliaan seorang perempuan terlihat pada contoh para istri Rasululloh dalam menjalankan perannya. Bukam sekadar sebagai seorang istri yang melayani suami. Namun ada peran penting yakni memberikan semangat dan motivasi seperti yang dilakukan oleh Khodijah saat turun wahyu pertama kali atau peran Ummu Salamah ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah. Tentang Maryam, Asiah, Sarah dan kisah para shahabiyah yang luar biasa.

Sayangnya, buku ini masih meninggalkan rasa penasaran atas kisah-kisah para perempuan hebat yang saya sebut di atas. Kisah mereka hanya dalam bentuk cuplikan cerita melengkapi penjelasan dari bab yang dibahas.

Namun terlepas dari itu semua. Para kaum perempuan sangat perlu membaca buku-buku semacam ini. Buku dengan halaman yang tidak terlalu tebal namun isinya penuh dengan penjelasan yang membuka mata kita.

Sehingga tidak ada lagi kasus pelecehan atas perempuan karena menjadi bagian kedua setelah laki-laki. Pemahaman semacam ini hanyalah bentuk provokasi ketidakpuasan atas apa yang mereka yakini selama ini. Sedangkan dalam hukum Islam hal tentang perempuan dibahas dengan sangat lengkap.

Semoga akan hadir buku-buku serupa yang mampu membuka wawasan masyarakat awam yang mudah dipahami. Buya Hamka sangat pandai mengurai sesuatu dengan detil namun tepat sasaran. Sehingga pembaca menikmati dengan baik setiap halaman yang dibacanya.

Penulis: Hamimeha 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.