Panen Perdana Bawang Putih Pinbas MUI Jatim Dihadiri Gubernur Jatim

Panen Perdana Bawang Putih Pinbas MUI Jatim Dihadiri Gubernur Jatim

Guberner Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah menghadiri panen perdana bawang putih Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Bertempat di desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Sabtu (3/8) siang, foto: Dok. Istimewa

BONDOWOSO (Suaramuslim.net) – Bertempat di desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Sabtu (3/8) siang, Guberner Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah menghadiri panen perdana bawang putih Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Menurut Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Ir Wahid Wahyudi, panen perdana ini merupakan hasil tanam pertama yang dimulai bulan Pebruari 2019.

“Panen ini agak terlambat, Karena baru kita mulai tanam bulan Pebruari. Biasanya tanam bawang di musim hujan, sekitar bulan Oktober-Nopember, ” ujar Wahid Wahyudi dalam sambutannya.

Wahyudi menjelaskan, Pinbas MUI Jatim adalah satu satunya lembaga ekonomi di bawah MUI yang otonom, untuk mengenbangkan ekonomi berbasis syariah.

Sampai hari ini, Pinbas MUI Jatim termasuk produktif.

Ia menjelaskan, kebutuhan bawang putih di Jawa Timur cukup banyak, tetapi masih kurang.

“Kebutuhan bawang untuk Jatim 5650 ton perbulan, tetapi yang bisa dipenuhi hanya 3040 ton, 94 % sisanya, masih impor dari China.”

Ia mengatakan, secara kualitas, bawang putih lokal dari Ijen ini cukup bagus, lebih pedas dan berkualitas. Hanya saja, harganya kalah dengan impor dari China.

“Impor dari China, murah, perkilo 23 ribu. Sementara harga bawang okal, 50 ribu.”

Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kualitas dan produksi, agar bawang putih lokal tidak hilang.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah menyambut gembira atas apa yang telah diinisiasi MUI Jatim untuk meningkatkan ekonomi keumatan.

“Terima kasih MUI, atas inisiasinya mengenbangkan potensi masyarakat,” kata Khofifah di hadapan masyarakat, ulama dan petani bawang putih.

Selanjutnya ia mengaku akan menfasilitasi Pinbas-MUI untuk menemui investor asal Taiwan yang sudah beberapa hari mencari lokasi yang kayak untuk menanam bawang putih.

“Besuk pagi Pinbas MUI harus ke Surabaya karena ada calon investor dari Taiwan. Sebelumnya saya sudah minta mereka tiga hal; bibit , teknologi dan pendampingan yang harus mereka siapkan,” ujarnya.

Khofifah berharap, keputusan Kementerian Pertanian, tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) terkait kewajiban penanaman bawang putih sebanyak 5 persen dari total impor bisa dimanfaatkan mengisi tanam bawang putih lokal.

Kemakmuran Masyarakat

Sementara itu, Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Buchori mengajak semua pihak ambil bagian memakmurkan masyarakat.

“Membangun negara diperlukan ilmunya ulama, adilnya para pejabat, dan kedermawanan orang-orang kaya.Karenanya, Jangan sampai kekayaaan berputar pada orang-orang tertentu, tapi harus merata, ” ujarnya.

Menurut Kiai Somad, arus baru ekonomi harus dimulai dari bawah, sambil mengutip Quran Surat al- a’raf: 96, Yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri (al-quro) beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

“Al-Quro adalah jamak dari al-qoriyah yang artinya kampung/desa. Jadi membangun ekonomi ummat harus dari desa,” tambahnya.

Ekonomi harus kita garap, karena kefakiran mendekatkan orang pada kerusakan, tambah Kiai Somad.

“Ulama umara perlu menyatu dalam pembangunan umat agar lahir baldatun tayyibatun warabun ghafur.”

Kepala Perhutani Divisi Regional Jatim Oman Suherman mengatakan, pihaknya siap menfalitasi Pinbas MUI, untuk menfaatkan lahan agar bisa memberi kesejahteraan masyarakat.

“Penananaman uji coba yang dilakukan pinbas-MUI Jatim baru 41 hektar.Kalau MUI mau, masih ada 500 ha masih bisa dikelola,” katanya.

Herman menambahkan, krrjasama Pinbas MUI dengan Perhutani ini adalah sharing krrjasama: 70 % untuk masyarakat, 20 kembali ke Pinbas, 10 % sisanya ke Perhutani.

Sebelum ini, melalui proyek percontohan program domba nasional (Prodombas) dengan memanfaatkan lahan hutan Perum Perhutani, Pinbas sudah berhasil mengenbangkan domba dan sapi.

“Menjelang Idul Adha ini kita sudah laku 8000 ekor domba, ” kata drh Haryo, penanggung jawab Prodombas.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment