sabar ada batasnya

Suaramuslim.net – Anda pasti pernah mendengar kalimat “Tapi kesabaran kan ada batasnya”. Kalimat yang seakan sudah menjadi fenomena yang tak asing lagi bagi kehidupan manusia, bahwa kesabaran ada batasnya. Benarkah demikian? Kalau iya, seberapa jauh batas kesabaran seseorang? Atau kalau bisa diukur, seberapa jauh sih kesabaran kita?

Sebelum jauh kita membahas tentang kesabaran, berikut kami beri contoh tentang sepenggal kisah dalam sebuah keluarga.

“Aku lelah bang, kerjaan rumah nggak ada habisnya.”

“Dedek lagi aktif-aktifnya, naik turun kasur mulu, kipas digulingin, nggak kipasan kepanasan.”

“Mainan disebar seruang tamu. Belum lagi yang di kamar. Berantakan minta ampun. Yang di teras juga jangan ditanya.”

“Tidurnya ngirit pula, baru mau beranjak bangun udah oek. Ya terpaksa lah, apa-apa kudu sambil nggendong, habisnya ga mau ditinggal sih, di lepas di dapur juga bahaya.”

Dan masih banyak deretan keluhan yang antre untuk kukeluarkan. Namun suami langsung memotong dengan satu kata yang nyess.

“Sabar” katanya sambil mengelus rambutku.

“Sabar kan ada batasnya bang” jawabku lagi.

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, sayang. Kita telah dijamin mampu untuk menghadapi setiap permasalahan yang menerpa kehidupan kita”.

Dari kisah di atas m,ri kita kembali kepada apa yang diwahyukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tentang sabar di dalam Al Quran. Sebagai permulaan, kita akan melihat satu ayat pada Surat Al Baqarah ayat 286,

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.

Dari ayat ini Allah telah menjamin bahwa ujian yang diberikan kepada manusia adalah sesuai dengan kemampuan orang yang bersangkutan. Namun, kenapa ujian itu nampak berat hingga terlontar dari mulut kita bahwa sabar itu ada batasnya, serta menjastifikasi bahwa kita boleh membalas suatu kejahatan dikarenakan batas kesabaran kita telah habis. Lalu dimana letak jaminan Allah di atas? Atau jangan-jangan jaminan itu hanya untuk umat-umat terbaik zaman dahulu?

Jika kita pahami lebih jauh kandungan makna dari ayat itu, kita akan mendapatkan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak terbatas dalam menghadapi suatu masalah. Kita telah dijamin mampu untuk menghadapi setiap permasalahan yang menerpa kehidupan kita. Hal ini diakibatkan karena Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita.

Lalu, kenapa terkadang kita sudah memeras otak banting tulang untuk menemukan jawaban suatu masalah namun hasilnya malah berantakan. Seakan kitalah yang berada pada batas maksimal kemampuan kita tetapi masalah itu tidak kunjung terselesaikan.

Kalau itu yang terjadi, mungkin kita bisa instrospeksi diri. Bisa jadi kemampuan itu ada pada diri kita namun kita tidak sadar bahwa kemampuan itu ada, atau mungkin kita belum mengoptimalkan kemampuan itu. Begitu juga dengan sabar. Ayat di atas menjamin bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kesabaran kita, jadi dengan demikian tak ada masalah yang mempu menembus batas kesabaran kita. Namun kenapa kita selalu merasa batas kesabaran itu telah habis, jawabnya ada pada diri kita sendiri. Kira-kira kenapa yah? yang jelas batas kesabaran kita tidak akan habis jika dihadapkan pada persoalan-persoalan di dunia.

Keutamaan Sabar

Banyak ayat yang bercerita tentang keutamaan sabar. Salah satunya adalah Al Baqarah ayat 45,

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’“.

Dari ayat di atas dapat kita tarik pelajaran bahwa sabar adalah penolong. Bayangkan jika kesabaran kita habis, berarti penolongnya juga habis. Duh, kasian dong kagak ada yang nolong.

Lalu ayat 155 surat Al Baqarah juga menjelaskan tentang keutamaan sabar.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.

Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang manfaat dan keutamaan sabar, hingga di Al Quran terdapat 92 ayat yang mengandung kata sabar, dan kesemua ayat itu menjanjikan bahwa sifat sabar itu adalah sifat yang mulia dan mendapat keutamaan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Nah, sekarang, masihkah kita bisa mengatakan bahwa “Kan sabar itu ada batasnya . . . .”?

Kontributor: Ummu Naura
Editor: Oki Aryono

Tim Media Komunitas Bunda 1011

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.