Jamaah Haji Indonesia Mendapatkan Pelayanan Istimewa di Arab Saudi
Suasana jamaah haji seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah (Foto: Istimewa).

MAKKAH (Suaramuslim.net) – Pemerintah Arab Saudi meluncurkan sejumlah inisiatif dan peningkatan layanan yang dirancang untuk meningkatkan dan memperkaya pengalaman jemaah haji. Peluncuran yang digelar pada Selasa (6/8) waktu setempat meresmikan delapan proyek. Proyek layanan haji dan umrah yang baru itu diresmikan oleh Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr. Mohammed Salih Bentin dan wakilnya Dr. Abdul Fattah Mashat.

Dilansir di Arab News, Kamis (8/8), delapan proyek yang dibuka itu mencakup platform haji cerdas, inisiatif pengawasan layanan untuk memperbaiki pemondokan dengan menambahkan ruang tambahan dan mengatur perjalanan bus.

Selanjutnya, ada program pengelompokan yang menggunakan sistem elektronik untuk mengelola dan memantau jemaah, proyek untuk meningkatkan kapasitas tempat, salah satunya di Mina yang telah dibersihkan untuk menampung tenda-tenda yang lengkap. Selain itu, adapula inisiatif untuk meningkatkan layanan makanan dan memperluas penyediaan makanan siap saji di tempat-tempat suci.

Sementara itu, Saudi juga mengembangkan inisiatif “jadilah asisten”, yang mendorong orang-orang untuk menjadi sukarelawan guna membantu jemaah. Saudi juga mengembangkan sistem elektronik untuk mengukur kesiapan tempat-tempat suci guna menyambut dan melayani jemaah.

Baca Juga :  Intel dan HRS

Selain itu, adapula program “jemaah tanpa tas”. Program ini akan membuat jemaah lebih mudah lantaran barang-barang mereka diangkut dari tempat akomodasi mereka menuju terminal haji di Bandara Internasional King Abdul Aziz.

Pada kesempatan itu, Benten menyoroti soal platform haji cerdas. Platform ini menawarkan berbagai layanan canggih untuk membantu jemaah. Termasuk, proses aplikasi visa elektronik daring yang membuat jemaah tidak perlu mendatangi kedutaan.

Platform ini juga mencakup kartu “haji cerdas”, yang menyimpan informasi pribadi, medis, dan pemondokan jemaah. Platform ini dapat dengan mudah dibaca menggunakan pemindai elektronik. Kartu ini juga menggunakan komunikasi jarak dekat untuk memberikan bantuan kepada jemaah yang tersesat, serta mengawasi masuk dan keluarnya jemaah ke tenda-tenda haji.

Sementara itu, Benten menambahkan bahwa Kartu Bank Haji dikeluarkan oleh bank lokal. Sehingga, jemaah dapat menyetor uang ketika mereka tiba di Kerajaan. Kartu ini akan diterima oleh semua pedagang lokal, dan membantu mencegah hilangnya uang atau dicuri.

Di situs-situs suci, pemerintah Saudi menerapkan teknologi internet, yang terdiri dari enam stasiun pemancar dan 350 tempat sensor di seluruh Mina dan di jembatan Jamarat. Jaringan ini akan mengumpulkan dan menganalisis data tentang kepadatan dan pergerakan jemaah. Pergerakan dan kepadatan jemaah juga akan dipantau oleh jaringan kamera definisi tinggi. Data tersebut dikumpulkan oleh sistem itu dan akan dianalisis di pusat pemantauan khusus.

Baca Juga :  Aksi Damai Peringatan 8 Tahun Arab Spring di Maroko Ditanggapi Represif

Sumber: Arab News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here