Reportase radio jaringan
Ilustrasi radio (Ils: Freepik)

Suaramuslim.net – Salah satu keunggulan media radio dibandingkan media lainnya adalah kita bisa mengakses radio sambil beraktivitas. Misalnya ada pekerja SPBU yang menyalakan radio musik sambil bekerja di stasiun pengisian bahan bakar itu. Ada pula para pengemudi kendaraan roda empat (atau lebih) memantau perkembangan lalu lintas melalui radio yang menyiarkan kondisi jalanan. Ada pula, pekerja kantoran yang tetap menyetel radio di ruangan kerjanya sambil menyelesaikan tugas-tugasnya.

Itu pula yang dilakukan banyak pendengar Radio Suara Muslim Surabaya 93,8 FM. Selama 10 tahun terakhir banyak pendengar yang aktif mendengarkan radio ini sambil melakukan aktivitas sehari-hari. 

Sejak bujang menyimak Suara Muslim Surabaya 93,8 FM

Misalnya Aan Surachman. Sejak sebelum menikah, ia rajin mendengarkan program Mozaik. Program ini membahas masalah seputar hubungan ibu-anak atau pergaulan di kalangan wanita maupun membahas tema parenting

Fetty Aisyah, salah satu penyiar Mozaik mengungkapkan kalau Aan rajin memberi komentar atau mengirimkan pertanyaan di program ini. 

“Padahal di awal-awal interaksi, Mas Aan ini belum menikah. Artinya siaran Mozaik ini sebetulnya belum jadi kebutuhan dia. Wong masih bujangan,” kata Fetty sambil tersenyum.

Dan ini diakui Aan. Sejak bujangan, dia memang sering menyimak Suara Muslim sampai sekarang. 

“Saya pertama kenal Suara Muslim sejak 2015. Saat itu saya memang belum menikah. Saya menikah 2018,” tutur pria kelahiran 1983 ini.

Jam siaran Mozaik sangat memungkinkan bagi Aan untuk menyimak sambil bekerja. 

“Siaran Mozaik kan jam 10 pagi. Bisa total menyimak. Kalau penyiarnya pas Mbak Fetty, beliau rajin membacakan atensi saya,” akunya.

Setelah menikah, Aan dan istrinya makin sering menyimak Mozaik dan berinteraksi di dalamnya. Hal itu dituturkan sang penyiar. 

“Mas Aan dan Mbak Lia aktif mengikuti Mozaik. Tak hanya menyimak, keduanya juga aktif menyampaikan pertanyaan atau memberi komentar selama siaran,” ungkap Fetty.

Aan menuturkan ia banyak menyukai acara Suara Muslim. 

“Bagus untuk menambah pengetahuan, lebih-lebih ilmu agama. Narasumbernya juga bagus-bagus. Bisa menambah ilmu yang sebelumnya tak tahu, jadi tahu. Untuk nambah keimanan,” jelasnya. 

Sejak itu, Aan jadi akrab di udara dengan para penyiar radio Suara Muslim. 

Ustaznya menarik & solutif

Selain Aan, ada pendengar yang bernama Wawan. Dia mengaku hampir dua tahun terakhir aktif mendengarkan Radio Suara Muslim. 

“Biasanya saya mendengarkan dari selepas azan Zuhur, pas acara ceramah ustaz itu (Program Mimbar Zuhur),” tulis Wawan di kolom komentar di akun resmi Youtube Suara Muslim.

Wawan menyimak Suara Muslim sambil bekerja. 

“Saya suka dengan ustaz-ustaznya, terus lanjut mendengarkan murottal-nya. Saya mendengarkan sambil kerja. Saya bekerja di distributor, jadi saya dengarnya lewat ponsel, pakai headset. Alhamdulilah, hati jadi tenang damai meskipun jalanan kota Surabaya yang macet dan panas. Jadi adem hati ini,” lanjutnya.  

Sejak mutasi kerja, Wawan belum bisa aktif menyimak Suara Muslim meskipun bisa dipantau melalui saluran streaming. 

“Terima kasih semoga penyiar Radio Suara Muslim Surabaya selalu dalam lindungan Allah Swt, amin,” tutupnya. 

Semua merindukan

Di luar sana masih banyak yang seperti Aan dan Wawan. Mereka merasakan manfaat program siaran Radio Suara Muslim. Sambil bekerja dan beraktivitas, mereka menyerap informasi dan edukasi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan.  

Kami, mengajak Anda untuk mendukung program-program Suara Muslim. Salurkan donasi terbaik Anda untuk keberlanjutan syiar media dakwah ini, agar bisa terus hadir memberi inspirasi dan memberi kesejukan.

Donasi dapat Anda salurkan melalui transfer ke Bank Syariah Mandiri nomor rekening 7447 444 008 atas nama Donasi Media Dakwah, Bank Syariah Mandiri (Kode Bank 451). Konfirmasikan ke nomor 0813 3322 2487. 

Jika Anda memiliki kisah yang berkesan dengan Suara Muslim, jangan ragu untuk mengirimkan ke kami di email redaksi@suaramuslim.net dan Whatsapp 0813 3322 2487.

  

 

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.