Suku Kokoda. Foto: islami.co

Suaramuslim.net – Suku Kokoda, ya sepertinya kita masih jarang mendengar keberadaan suku Muslim satu ini. Suku Kokoda adalah suku lokal yang bermukim di wilayah Provinsi Papua Barat. Peukiman Suku Kokoda tersebar di dua lokasi besar, yatu di Kelurahan Klasani, DIstrik Mankota Sorong dan daerah IMEKO (Inanuatan, Matemani, Kais, dan Kokoda). Suku Kokoda yang tinggal di daerah Sorong umumnya sudah mulai mengenal penggunaan teknlogi. Sementara Suku Kokoda yng tinggal di daerah IMEKO masih hidup dengan cara tradisional, seperti menokok sagu dan mencari ikan di dalam sungai atau kali dengan menggunakan alat berupa tangguh ayang yang dianyam dari pelepah sagu.

Oiya, dalam hal keagamaan Suku Kokoda tak seperti beberapa suku lain di Papua. Suku Kokoda menganut dua agama besar yaitu Islam dan Kristen Protestan. Menurut Wikipedia, Islam masuk ke wilayah mereka pada tahun 1960-an. Masuknya Agama Islam ke wilayah tersebut tidak terlepas dari peran Sultan Tidore yang bernama Syekh Alam Syah.

Dilansir dari islami.co, Suku Kokoda sendiri adalah suku yang memiliki rekam jejak sebagai penduduk yang nomaden, mereka terbiasa berpindah dari satu tempat ke tempat lain ketika sumber daya alam disekitarnya habis. Namun kini sudah 7 tahun suku Kokoda mulai berbenah dan mempunyai daerah tempat tinggal.

Coba lah berkunjung ke Papua dan bertemu Suku Kokoda. Disana kamu akan banyak menjumpai ibu-ibu yang berpakaian busana muslim seperti layaknya orang jawa. Bahkan ketika bepergian para wanita Kokoda juga menggunakan jilbab, seperti ke pasar, kondangan, pergi ke kota, dan lain-lain. Tak ubahnya masyarakat Islam di Jawa, mereka juga mempunyai kekayaan budaya yang adiluhung apalagi Suku Kokoda merupakan masyarakat adat sehingga hukum adat merupakan yang paling dijunjung disana.

Seperti ketika warga suku Kokoda menikah, mereka menikah secara adat. Urusan ke KUA biasanya tak segera diurus. Tetapi karena kehebatan dakwah Islam di zaman dahulu, mereka kini melakukan ritual adat dibarengi dengan akad nikah.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.