Telusuri Jejak-Jejak Kemegahan Kerajaan Majapahit

32
Telusuri Jejak-Jejak Kemegahan Kerajaan Majapahit

Suaramuslim.net – Jika Anda telah bosan berwisata dengan tema eksplorasi keindahan alam, sarana hiburan, atau tempat perbelanjaan, mungkin Anda perlu menu wisata lainnya. Misalnya objek wisata sejarah. Apalagi kini objek wisata sejarah telah dikemas sedemikian rupa sehingga menarik dan tak membosankan.

Bila Anda berada di Jawa Timur dan sekitarnya, Anda tak perlu ke Solo atau Yogyakarta untuk dapat memanjakan imajinasi mengagumi kebesaran kerajaan di nusantara. Cukup dengan mengunjungi Trowulan Mojokerto, Anda dapat menafakkuri situs – situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Bahkan, ditinjau dari keluasan wilayahnya, Majapahit adalah kerajaan terbesar di Indonesia. Lalu disusul kerajaan Sriwijaya. Namun memang sungguh disayangkan, situs istana Majapahit telah hancur tak berbekas. Berbeda dengan kerajaan Solo dan Yogyakarta yang hingga kini masih terpelihara. Bukan hanya bangunan istana, namun rajanya pun masih berkuasa sebagai bagian dari pelestarian budaya.

-Advertisement-

Meskipun demikian, nuansa kemegahan Majapahit tetap terasa bila kita mengunjungi situs-situs di Trowulan ini.  Lalu, lokasi mana sajakah yang dapat dikunjungi di bekas ibu kota Kerajaan Majapahit ini?

Baca Juga :  Gudang Penyimpanan Senjata ini Segera Disulap Jadi Wisata Heritage Surabaya

Museum Trowulan

Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Di dalam museum ini tersimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi di sekitar Trowulan.  Sesuai dengan lokasinya, kebanyakan koleksi museum adalah peninggalan dari masa Kerajaan Majapahit. Letak museum ini berdekatan dengan kolam Segaran. Yaitu sebuah kolam peninggalan masa Kerajaan Majapahit.

Candi Tikus

Candi Tikus terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Asal usul penamaan candi ini cukup unik. Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani yang sedang menggali tanah. Saat ditemukan, ternyata candi ini menjadi tempat bersarangnya kawanan tikus. Oleh karena itulah, akhirnya dinamakan Candi Tikus. Menurut para ahli sejarah, sesuai dengan bentuknya yang menyerupai kolam, diyakini bahwa candi ini dulunya adalah petirtaan. Petirtaan adalah tempat pemandian keluarga istana.

Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu berada di Dusun Kraton, Desa Temon,  Kecamatan Trowulan. Berjarak kurang lebih 0, 7 kilometer dari Candi Tikus. Candi Bajang Ratu adalah gapura pintu masuk istana Majapahit. Secara fisik, seperti halnya Candi Tikus, Candi Bajang Ratu terbuat dari batu bata merah. Kecuali lantai tangga serta ambang pintu bawah dan atas yang terbuat dari batu andesit.  Di sekitar Candi Bajang Ratu terdapat taman yang asri dan cukup luas. Sehingga nyaman untuk digunakan duduk-duduk menikmati kepastian candi.

Baca Juga :  Merindukan "Orong-Orong" Sunan Kalijogo di Negara Kertagama

Akhirnya, selamat berwisata sejarah di Trowulan, Ibu Kota Kerajaan Majapahit.

Kontributor: Mohammad Efendi *
Editor: Oki Aryono

*Pendidik di SD Al Hikmah Full Day School Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here