Terkait Keributan di CFD, Berikut Penjelasan Mustofa Nahra
Aktivis Media Sosial Mustofa Nahra hadir di acara Car Free Day (Foto: Youtube)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Video keributan antara seorang perempuan pengguna kaus #Diasibukkerja dan pengguna kaos #2019GantiPresiden di Car Free Day (CFD) viral media sosial. Dari video tersebut, telihat seorang ibu berkaus putih dikerubungi oleh sejumlah pria yang memakai kaus #2019GantiPresiden. Aktivis Media Sosial, Mustofa Nahra yang hadir di acara tersebut angkat bicara, berikut penjelasan Mustofa Nahra yang diterima Suaramuslim.net.

Soal kejadian CFD  gimana menurut abang. Bener Gak ada Intimidasi?

Jawaban:

Saya kan sudah dua hari nginap di hotel dekat situ. Itu sebenernya sudah banyak yang jalan dari awal. Ketika saya turun dari hotel itu. saya ketika turun dari hotel itu, begitu sudah turun di bundaran HI berkumpul dengan teman-teman yang pakai kaus tagar 2019 ganti presiden. semuanya aman-aman saja itu biasa-biasa aja. Tapi tiba-tiba muncul itu kelompok yg berbaju putih yang dikawal polisi pakai tali kaya orang demo gitu loh. Jadi kanan dan kiri pakai tali dan pesertanya itu semuanya kaosnya seragam warna putih bertuliskan dia sibuk kerja.

Nah, itu agak janggal karena di lokasi itu kaos tersebut tidak dijual, jelas ini pengkondisian yg sangat rapi sekali. Saya kira seribu lebih orang ini jalan kaki dari arah Sudirman ke Thamrin melewati kelompok yang pake kaos tagar #2019gantipresiden.

Karena ketemu ya wajar lah ejek-ejekan dan sindir-sindiran atau ada yg pamer duit “sini kaosmu saya beli” Itu memang terlihat seperti itu. Tapi saya kira itu bukan intimidasi itu kan seperti saling sindir gitu lo, tapi itu dilakukan bukan ke semua orang di kelompok demo baru itu pendukung Jokowi ini, tapi kpd orang yang keluar dari rombongan. Di kanan kiri itu ada dua orang yang saya ingat, ada laki-laki dan perempuan saya gak ngeuh karena banyak yang minta foto ke saya.

Sambil saya menerima foto dan mengobrol tiba-tiba di sebelah kanan itu ada sekelompok orang berbaju mirip saya berwarna hitam. Itu salah satu laki-laki yang keluar dari rombongan “nih saya beli kaus kamu berapa? 50 ribu 100 ribu nih”. Cuman saya gak kenal mereka itu siapa baik yg ditawar maupun yg menawar termasuk ibu-ibu itu saya gak kenal.

Abang tau darimana asalnya?

Baca Juga :  Kelucuan Dibalik Persekusi Gerakan #2019GantiPresiden

Jawaban:

Kalau asalnya dari dua kelompok berbeda, cuman namanya gak kenal orang itu juga gak kenal kan kaosnya dijual bebas disitu.

Gak kenal satu pun?

Jawaban:

Gak ada. Kita gak saling kenal di CFD situ cuman kaosnya mirip kan karena disitu dijual beli disitu juga bisa.

Abang jadi pihak yg disudutkan karena video, klarifikasi?

Jawaban:

Saya gak berani untuk menengahi atau melakukan pendekatan kesana karena banyaknya polisi berseragam di situ, bukan tugas saya dong. Kalau saya mendekati kesana takut saya nanti ada orang melukai saya, mencopet, berpura-pura sebagai orang yang sama dengan saya (kaus). Mngerikanlah di lokasi itu banyak orang-orang teriak itu saya gak berani kemudian ada di tengah mereka gitu lo. Nanti kalau ada itu ada copet, penjahat atau melukai saya, gimana coba. Kan banyak polisi berseragam di situ itu ya itu tugasnya polisi, gak mungkin saya melakukan itu kan kalau mereka misalkan adalah orang yang sama atau pihak yang sama atau pelaku dan korban dari pihak yang sama bersandiwara saya kan gak berani gambling. Saya tau situasi seperti itu saya gak mungkin melakukan hal-hal yg konyol.

Polisi diam saja?

Baca Juga :  Kepolisian Diminta Tidak Berlebihan Merespon Gerakan #2019GantiPresiden

Jawaban:

Gak ada. polisinya pada berdiri di situ yg berseragam pada diam semua. Mestinya kan di tengah atau kalau perlu tembakan ke atas, gak ada. Itu kan makanya kenapa polisi diam karena itu bukan intimidasi. Polisi taulah itu bukan intimidasi. Itu hal biasa yg terjadi diantara dua kelompok yg bertemu dengan kepentingan berbeda. Gak ada koordinator, ngaku-ngaku aja selon itu. Kalo ada yg ngaku sebagai koordinator saya malah curiga siapa orang-orang ini.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

 

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.