Ulul Albab di Muswil ICMI Jatim 2026; Amanah itu berakhir tapi pengabdian tidak boleh selesai

Suaramuslim.net – Setiap amanah, sejatinya, selalu bergerak menuju satu titik yang tak bisa dihindari, yaitu: pertanggungjawaban. Bukan hanya pertanggungjawaban administratif di hadapan forum organisasi, tetapi juga pertanggungjawaban moral di hadapan hati nurani, dan tentunya juga pertanggungjawaban spiritual di hadapan Allah SWT.

Karena itu, ketika saya menutup masa amanah sebagai Ketua ICMI Jawa Timur periode 2021–2026, yang paling kuat saya rasakan bukanlah perasaan selesai, tetapi rasa syukur yang dalam, haru yang tenang, dan kesadaran bahwa perjalanan lima tahun ini sesungguhnya adalah perjalanan kebersamaan.

Alhamdulillah, pada Musyawarah Wilayah (MUSWIL) ICMI Jawa Timur, Sabtu 4 Juli 2026 di Gedung Plaza Airlangga Universitas Airlangga Surabaya, laporan pertanggungjawaban kepengurusan yang saya pimpin telah diterima oleh forum.

Bagi saya, diterimanya laporan itu bukan sekedar keputusan organisasi. Tetapi penanda bahwa amanah yang pernah dititipkan telah saya kembalikan melalui mekanisme yang semestinya.

Namun saya juga sadar, tidak ada laporan yang benar-benar mampu memuat seluruh cerita, seluruh kelelahan, seluruh kegelisahan, seluruh harapan, dan seluruh ikhtiar yang telah dijalani selama lima tahun terakhir.

Memimpin ICMI Jawa Timur pada kurun 2021–2026 bukanlah sekedar memimpin sebuah organisasi. Tetapi upaya merawat rumah besar kaum cendekiawan Muslim agar tetap relevan di tengah zaman yang berubah cepat.

Lima tahun terakhir bukanlah masa yang ringan. Kita hidup di tengah sisa-sisa pandemi, ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang begitu cepat, dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

Dalam situasi seperti itu, ICMI Jawa Timur berusaha tetap eksis bukan hanya sebagai organisasi yang menyelenggarakan kegiatan, tetapi sebagai ruang gagasan, ruang perjumpaan, ruang ikhtiar, dan ruang pengabdian.

Saya percaya, organisasi seperti ICMI tidak boleh hanya sibuk dengan agenda-agenda seremonial. Tapi harus menjadi rumah bagi pikiran-pikiran yang bekerja untuk umat. Harus mampu menjembatani ilmu dengan pengabdian, intelektualitas dengan keberpihakan sosial, dan keislaman dengan tanggung jawab kebangsaan.

Karena itulah selama lima tahun ini kami berusaha menjaga agar ICMI Jawa Timur tidak berhenti sebagai papan nama, tetapi terus bergerak sebagai simpul gagasan, simpul kolaborasi, dan simpul kemanfaatan.

Tentu, apa yang telah dikerjakan selama lima tahun itu bukan hasil kerja satu orang. Tidak mungkin. Saya justru semakin yakin bahwa kepemimpinan pada dasarnya hanyalah cara untuk mengorkestrasi kebaikan banyak orang.

Karena itu, pada penghujung amanah ini, yang pertama-tama ingin saya sampaikan adalah terima kasih yang tulus kepada seluruh anggota ICMI Jawa Timur.

Terima kasih atas kepercayaan, kesabaran, dukungan, kritik, masukan, dan doa yang terus mengalir selama ini. Organisasi hanya bisa hidup jika ada orang-orang yang bersedia menjaganya dengan hati, bukan sekadar dengan nama.

Terima kasih yang sama saya sampaikan kepada seluruh pengurus ICMI Jawa Timur periode 2021–2026, kepada para Dewan Pakar, dan para Dewan Penasehat ICMI Jawa Timur.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana panjenengan semua memberikan tenaga, waktu, pikiran, jejaring, bahkan sering kali juga kesabaran untuk memastikan organisasi ini tetap berjalan.

Dalam banyak kesempatan, yang bekerja bukan hanya struktur, tetapi ketulusan. Dan saya tahu, ketulusan seperti itulah yang justru menjadi penyangga utama sebuah gerakan.

Saya juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua Umum ICMI Pusat beserta seluruh jajaran, yang telah memberi dukungan, arahan, dan kepercayaan kepada ICMI Jawa Timur untuk terus bergerak dan berinovasi.

Demikian pula kepada seluruh pengurus Organisasi Daerah (ORDA) ICMI di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Di tangan panjenengan semua, ICMI tidak berhenti di tingkat wilayah, tetapi benar-benar hidup di daerah, menyentuh persoalan riil masyarakat, dan menjadi bagian dari denyut kehidupan umat.

Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan pula kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, dan seluruh jajaran pemerintah provinsi, yang selama ini telah membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan ICMI Jawa Timur.

Dalam banyak hal, saya belajar bahwa membangun kemajuan daerah tidak bisa dilakukan dengan ego sektoral. Tetapi membutuhkan kemauan untuk duduk bersama, saling mendengar, dan saling memperkuat. ICMI Jawa Timur bersyukur pernah menjadi bagian dari percakapan besar itu.

Penghargaan yang sama saya sampaikan kepada para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur yang selama ini telah membersamai langkah ICMI Jawa Timur.

Saya memandang perguruan tinggi sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas peradaban. Ketika kampus, cendekiawan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan dunia usaha saling terhubung, maka sesungguhnya kita sedang membangun ekosistem kemajuan yang jauh lebih kokoh daripada sekadar kerja sektoral yang berdiri sendiri.

Karena itu saya juga ingin berterima kasih kepada para mitra yang selama ini memberikan dukungan kepada ICMI Jawa Timur, di antaranya Bank Jatim, Bank Jatim Syariah, dan BSI, serta banyak pihak lain yang tidak mungkin saya sebut satu per satu.

Dukungan panjenengan semua bukan sekadar dukungan teknis atau kelembagaan, tetapi bagian dari energi sosial yang memungkinkan ICMI Jawa Timur bergerak lebih luas dan lebih berdampak.

Dan saya merasa perlu menyampaikan penghormatan khusus kepada teman-teman media—media cetak, media online, televisi, radio, dan seluruh insan pers—yang selama ini dengan setia menjadi jembatan antara gagasan ICMI Jawa Timur dengan ruang publik.

Saya selalu percaya bahwa gagasan yang baik tidak cukup hanya dipikirkan. Ia harus disampaikan, diperdebatkan, diperkaya, dan dihadirkan ke tengah masyarakat.

Dalam konteks itulah media telah memainkan peran yang sangat penting. Mereka bukan sekadar peliput kegiatan, melainkan mitra strategis dalam menyebarkan gagasan, memperluas resonansi, dan menghubungkan kerja-kerja intelektual dengan kebutuhan publik.

Namun sebagaimana setiap perjalanan, lima tahun kepemimpinan ini tentu tidak hanya berisi keberhasilan. Ada banyak keterbatasan yang saya sadari. Ada program yang mungkin belum berjalan sejauh yang kami cita-citakan. Ada gagasan yang belum sempat diwujudkan. Ada ekspektasi yang mungkin belum terjawab sepenuhnya. Dan bisa jadi, ada langkah-langkah saya selama memimpin yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.

Karena itu, dari hati yang tulus, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar ICMI Jawa Timur dan kepada semua pihak yang selama ini berinteraksi, bekerja sama, atau berjalan bersama saya. Jika dalam menjalankan amanah ini ada tutur kata yang kurang berkenan, ada keputusan yang belum memuaskan, ada sikap yang melukai, atau ada kekurangan dalam memimpin, saya memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.

Dan akhirnya, saya ingin menutup refleksi ini dengan keyakinan: bahwa jabatan memang berakhir, tetapi pengabdian tidak boleh selesai. Kepengurusan boleh berganti, tetapi persaudaraan, silaturahim, dan ikhtiar untuk menebar manfaat harus tetap hidup.

Saya berharap seluruh sumbangsih, dukungan, pikiran, tenaga, waktu, dan doa yang telah diberikan kepada ICMI Jawa Timur selama lima tahun terakhir dicatat oleh Allah SWT sebagai amal saleh, sebagai amal bakti yang kelak menjadi pemberat timbangan amal baik kita.

Semoga semua itu menjadi bagian dari jalan panjang pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara; jalan panjang untuk menghadirkan kemanfaatan, memperluas kemaslahatan, dan merawat harapan tentang Indonesia yang lebih baik.

Saya telah menutup satu amanah. Tetapi saya percaya, selama Allah masih memberi umur, kesehatan, dan kesempatan, pengabdian tidak pernah benar-benar pensiun. Hanya berganti bentuk, berganti ruang, dan mungkin berganti cara. Yang harus dijaga adalah: jangan sampai semangat untuk memberi manfaat ikut berhenti ketika jabatan selesai.

Terima kasih atas kebersamaan lima tahun yang begitu berharga. Semoga Allah SWT menerima ikhtiar kita, memaafkan kekurangan kita, dan menuntun langkah-langkah kita menuju pengabdian yang lebih luas dan lebih bermakna.

Ulul Albab
Ketua ICMI Jawa Timur periode 2021-2026

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.