2 Jemaah Haji Indonesia Meninggal, 18 Orang Dirawat
Ilustrasi jemaah haji Indonesia. (Foto: mediaindonesia.com)

BANJARMASIN (Suaramuslim.net) – Masyarakat diminta mewaspadai segala aksi penipuan yang dilakukan oknum biro perjalanan ibadah haji yang kerap menawarkan iming-iming haji plus bisa langsung berangkat. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin Burhan Noor mengatakan, daftar tunggu haji plus saat ini di daerah itu selama delapan tahun.

“Artinya, jika daftar sekarang, maka delapan tahun kemudian baru mendapatkan giliran berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk bisa menunaikan ibadah haji. Cek benar-benar travel yang memberangkatkan. Jangan sampai tertipu karena sudah banyak kasusnya terjadi,” kata dia, Rabu (17/7), seperti yang dilansir kantor berita Antara.

Kemenag Kota Banjarmasin mencatat ada 34 travel resmi yang menyelenggarakan umrah serta 15 travel untuk haji plus di kota setempat. Burhan mengakui, keinginan untuk haji plus memang jadi alternatif pilihan bagi yang memiliki uang. Haji reguler di Kalimantan Selatan saat ini daftar tunggunya hingga 31 tahun.

Bahkan di kota Banjarmasin setiap hari ada saja orang yang mendaftarkan diri untuk berhaji. Jika dirata-rata setiap tahunnya ada 2.000 orang. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada. Jangan sampai niat berhaji kandas karena tertipu oknum travel tak bertanggung jawab.

“Karena ada jemaah yang sudah terdaftar di haji reguler membatalkan lantaran beralih ke haji plus. Namun, belakangan juga gagal berangkat karena tertipu,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap calon jemaah haji yang sudah terdaftar bersabar dan istiqamah menunggu mendapatkan giliran berangkat. Program haji plus memang dikelola oleh biro perjalanan. Hal tersebut berbeda dengan haji reguler yang langsung ditangani Kemenag secara menyeluruh dari mulai daftar mendapatkan nomor urut hingga keberangkatan jika saatnya tiba giliran naik haji.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here