City Tour Kru Radio Suara Muslim Surabaya. Dok: Suaramuslim.net/Cut Safira

Suaramuslim.net – Pagi ini cuaca tak begitu cerah. Ya mendung. Tapi juga tak hujan. Saya dan teman-teman Kru Radio Suara Muslim Surabaya akan melakukan Surabaya City Tour, yaitu berkeliling menjelajah wisata sejarah di Surabaya menggunakan Bus Heritage Track milik Pemerintah Kota Surabaya. Bus dengan kapasitas 24 orang ini akan membawa kami flash back ke jaman dulu. Menyelami sejarah kepahlawanan di Surabaya.

Tepat pukul 09.00, kami berangkat ke Balai Pemuda Surabaya. Titik awal pemberangkatan Bus Heritage Track. Rute pertama kami adalah Balai Kota Surabaya. Kami melewati rumah dinas Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Tak jauh dari rumah dinas Tri Rismaharini, akhirnya kami sampai di halaman depan Balai Kota Surabaya.

Selama di Balai Kota Surabaya, kami dipandu oleh tour guide lokal yang menjelaskan sejarah Balai Kota Surabaya, sejarah patung Sura dan Baya yang menjadi icon Kota Surabaya, dan disana kami juga diajak memasuk bunker bawah tanah. Dimana bunker tersebut menghubungkan beberapa titik di Surabaya, salah satunya di Gedung PTPN X Surabaya yang berlokasi dekat dengan kawasan Jembatan Merah.

Berlokasi di Taman Kota, gedung yang didirikan pada tahun 1920 ini dibangun oleh artsitek G.C. Citroen. Dulu gedung ini bernama Raadhuis Ketabang, dan kini dikenal sebagai Balai Kota yang merupakan pusat pemerintahan.

Kru Radio Suara Muslim Surabaya saat berkunjung di Museum Surabaya yang berlokasi di Jalan Tunjungan Surabaya. Dok: suaramuslim.net/Cut Safira

Setelah dari Balai Kota Surabaya, kami yang dipandu dua tour guide lokal asli Surabaya ini diajak menuju Museum Surabaya yang berlokasi di Gedung Siola di Jalan Tunjungan. Di Museum Surabaya, banyak sekali koleksi yang “Suroboyo Banget”, seperti foto Walikota Surabaya yang pertama sampai saat ini yaitu Tri Rismaharini, aneka makanan khas Surabaya, berbagai mainan tradisional, baju Cak dan Ning, dan masih banyak lagi.

Lanjut menuju Museum Tugu Pahlawan Surabaya. Tugu Pahlawan yang didirikan di bekas reruntuhan gedung Rad Van Justitie (Kantor Pengadilan Tinggi) yang dibangun Belanda, digagas oleh Walikota Doel Arnowo untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945, yaitu pertempuran antara arek-arek Suroboyo berjuang melawan tentara sekutu. Peletakan batu pertama dari tugu yang berbentuk paku terbalik ini dilakukan oleh Ir. Soekarno Presiden RI Pertama tangal 10 November 1951 dan diresmikan tanggal 10 November 1952. Tugu setinggi 41,15 meter ini memiliki 10 lengkungan dan 11 ruas yang mengandung makna 10.11.1945. Untuk mendukung dan melengkapi fasilitas sejarahnya, pada tahun 1994 didirikan Museum 10 November 1945.

Kru Suara Muslim Surabaya saat di Komplek Tugu Pahlawan Surabaya. Dok: Suaramuslim.net/Cut Safira

Nah, bagaimana? Menarik bukan belajar sejarah di Kota Pahlawan Surabaya? Tak terasa, adzan dhuhur pun berkumandang. Matahari mulai muncul dari peraduannya. Mendung pun berganti dengan panas terik yang membuat kami sedikit merasa lelah. Tapi tak masalah. Semangat kami terus berkobar seperti kobaran semangat pahlawan-pahlawan pendahulu kami.

Kami melanjutkan perjalanan ke Museum Kesehatan Surabaya. Di Museum ini kami makan siang sejenak, shalat dhuhur dan melanjutkan wisata yang mengedukasi ini. Ya, berkeliling Museum Kesehatan. Di Museum Kesehatan, kami disajikan sejarah dunia kesehatan, alat-alat kesehatan jaman dahulu, sampai kesehatan tradisional.

Oh iya, Museum Kesehatan ini dulunya adalah Rumah Sakit Kulit dan Kelamin yang didirikan oleh Dr. M. Soetopo tahun 1951. Menjadi Museum Kesehatan atas prakarsa Dr. dr. Haryadi Soeparto DOR MSc sekitar tahun 1990.

Ternyata Kota Surabaya kaya akan sejarah ya. Ini masih sedikit dari yang kita tahu. Masih banyak segudang ilmu-ilmu yang terkait sejarah di Surabaya. Dan untuk menyelami itu semua memang tak cukup jika hanya dilakukan sehari.

Kru Radio Suara Muslim Surabaya saat di Gedung Ex De Javasche Bank atau yang saat ini sebagai Museum Bank Indonesia Surabaya. Dok: Suaramuslim.net/Cut Safira

Tak terasa, kita pun sampai di Museum Bank Indonesia. Kantor Bank Indonesia yang dulunya bernama De Javasche Bank Agentschap Surabaya ini didirikan pada 14 September 1829. De Javasche Bank kemudian di nasionalisasi menjadi Bank Indonesia pada tahun 1953 dan terus menempati kantor di Jalan Garuda ini hingga tahun 1973, dimana Bank Indonesia Surabaya menempati gedung Baru di Jalan Pahlawan Surabaya.

Di Museum Bank Indonesia ini kita bisa menjumpai berbagai mata uang sejak jaman dahulu sampai saat ini. Koleksi di Bank Indonesia ini cukup lengkap. Kalian yang ingin kesana tak perlu takut, selama disana kalian akan dipandu oleh pengelola Museum Bank Indonesia dan akan dijelaskan lengkap sedetail-detailnya.

Hmmm…. Tak terasa sore menyapa. Senja sebentar lagi akan muncul dari peraduannya. Menyelami sejarah di Surabaya memang tak kalah menariknya dari perjalanan wisata lain. Banyak ilmu yang kami dapatkan setelah sehari berkeliling Kota Surabaya tercinta ini.

Yang saya ceritakan saat ini hanyalah sebagian kecil dari menakjubkannya Kota Surabaya. Masih banyak keindahan Kota Surabaya yang akan saya ulas. Mungkin di perjalanan berikutnya. Semoga saya bisa mengulas lagi bilik-bilik sejarah di Surabaya. Berwisata sejarah di Surabaya memang indah, seindah senja yang sewarna.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.