Wujudkan generasi cinta Al-Qur’an, SD Juara gandeng Griya Al Qur’an terapkan standarisasi pembelajaran terukur

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Dalam upaya memberikan pendidikan terbaik dan mempersiapkan generasi muda yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia, SD Juara resmi menjalin kemitraan dengan lembaga Griya Al Qur’an Surabaya.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan sistem pembelajaran Al-Qur’an yang terstandar, terukur, dan efektif bagi para siswa.

Ustaz Abdullah dari Griya Al Qur’an menjelaskan bahwa untuk menjaga kualitas bacaan siswa, baik dari segi makhraj (tempat keluarnya huruf) maupun panjang pendeknya (tajwid), diperlukan sebuah standarisasi pengajaran yang ketat.

“Di Griya Al Qur’an, jika ingin menjadi guru, wajib mengikuti pelatihan dan tes. Kami memiliki standar mengajar yang jelas, mulai dari cara membuka kelas hingga materi apa yang harus disampaikan. Metode ini sudah kami jalankan dan buktikan keefektifannya selama lebih dari 15 tahun atau setara dengan 20 tahun kalender Hijriah,” ungkap Ustaz Abdullah.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Griya Al Qur’an tidak sembarangan dalam mengirimkan tenaga pengajarnya.

Setiap guru yang dikirim ke sekolah mitra dipastikan telah lulus pelatihan dan tes tertulis.

Griya Al Qur’an juga membekali mereka dengan keterampilan komunikasi khusus agar mampu beradaptasi dengan berbagai karakter dan tingkat usia siswa.

Langkah awal pembelajaran selalu dimulai dengan tes penempatan (placement test) untuk mengetahui level siswa, mulai dari Tahsin 1, 2, 3, hingga program tahfidz. 

“Kami juga tidak melepas guru begitu saja setelah pelatihan. Ada supervisi berkala dari pusat, silaturahmi untuk evaluasi progres, serta wadah koordinasi bagi guru jika menemukan kendala di lapangan,” tambahnya.

Kesamaan visi membangun “akar” yang kuat

Kepala SD Juara, Ibu Furri Kurnia Aditama, S.Pd, Gr. mengungkapkan bahwa sejak awal menjalin komunikasi dengan Griya Al Qur’an, pihaknya merasa visi dan misinya sangat sejalan, yakni menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.

Program ini sangat mendukung Kurikulum Adab, kisah-kisah sirah, dan penanaman akhlak yang selama ini diterapkan di SD Juara.

“Jika dianalogikan sebagai sebuah pohon, akarnya harus kuat. Kalau ada angin kencang (tantangan zaman), pohon itu harus bisa bertahan. Al-Qur’an inilah yang menjadi akar penopang tersebut,” tutur Ibu Furri.

Proses implementasi kemitraan ini dilakukan secara matang dan bertahap. Mulai dari sosialisasi kepada para guru bahwa ini adalah program nyata, penyampaian saat parenting untuk mendapat dukungan wali murid, hingga pembuatan MoU bagi siswa yang masuk kelompok takhossus (spesialisasi).

Penerapan program berkualitas ini berdampak langsung pada tingginya antusiasme pendaftar di SD Juara Surabaya yang berlokasi di Gunung Anyar.

Untuk menjaga kualitas, sekolah membatasi kapasitas maksimal 28 siswa per kelas. Namun, membludaknya peminat membuat sekolah harus menambah kapasitas dari satu kelas menjadi dua kelas.

Terbatasnya izin bangunan di kawasan tersebut yang maksimal hanya diperbolehkan tiga lantai, bahkan membuat pihak sekolah sempat mengubah ruang guru menjadi ruang kelas tambahan demi menampung siswa.

Saat ini, SD Juara juga tengah mempersiapkan ruangan khusus Al-Qur’an dan memiliki program unggulan Karantina Tahfidz Juara (KARTARA), yang mencakup kegiatan mabit (menginap) hingga pengiriman siswa ke luar kota demi menjaga fokus hafalan. 

Keberhasilan standarisasi Al-Qur’an di SD Juara Surabaya ini tidak hanya berhenti di satu titik.

Program ini diharapkan dapat menjadi pilot project dan percontohan bagi jaringan SD Juara yang tersebar luas di wilayah lain, seperti Medan, Batam, Pekanbaru, Bandung, Cilegon, Cimahi, area Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta. 

Ibu Furri memberikan pesan motivasi bagi sekolah-sekolah lain agar tidak ragu menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama.

Di SD Juara, interaksi dengan Al-Qur’an, tahsin, dan shalat Dhuha selalu dilakukan sebelum memulai pembelajaran akademik. 

“Kita harus yakin bahwa Al-Qur’an bisa menjadi petunjuk, sarana pertolongan, dan perlindungan bagi sekolah kita. Tugas membentuk anak bukan hanya tanggung jawab guru dan orang tua, tetapi butuh kolaborasi dengan lembaga Al-Qur’an seperti Griya Al Qur’an,” harap Ibu Furri.

Berdakwah melalui Al-Qur’an adalah tugas setiap muslim. Bagi sekolah-sekolah atau lembaga yang ingin menghadirkan standarisasi pembelajaran Al-Qur’an yang terukur seperti SD Juara, dapat menjalin kemitraan dengan Griya Al Qur’an melalui Admin Kemitraan Griya Al Qur’an di nomor 0813-3322-976.

Kontributor: Cantiku Islami
Penyunting: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.