Monumen Simpang Lima Gumul. Foto: instagram/Kediri_lagi

Suaramuslim.net – Fajar mulai menyingsing di ufuk timur. Matahari mulai muncul dari peraduannya, saya bergegas menuju stasiun kereta api yang lokasinya tak jauh dari rumah saya. Ya pagi ini saya akan berangkat ke Kediri, ke rumah nenek dan juga dalam rangka liburan tahun baru. Tahun baru kali saya ingin berkeliling kota Kediri. Kota yang terkenal dengan tahu kuningnya ini menyimpan sejuta wisata sejarah kerajaan dan juga wisata alam lainnya.

Sesampai di stasiun, saya langsung antre untuk boarding pass. Masuk ke dalam gerbong kereta dan tak lama kereta saya pun melaju. Tiga jam kemudian, tepat pukul 08.30 pagi. Saya sampai di stasiun tujuan. Lalu naik becak menuju rumah nenek. Di sepanjang perjalanan saya melewati hamparan persawahan yang luas, udara yang sejuk, dan suasana pedesaan yang masih sangat asri menyambut kedatangan saya.

Ahhhh… rasanya saya ingin berlama-lama di sini. Jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Menghilangkan segala penat yang ada.

Sesampai di rumah nenek, saya langsung sarapan pagi, beberes sebentar, kemudian siap berkeliling kota Kediri. Karena waktu saya tak banyak, saya memiliki waktu hanya sehari di Kediri. Sore harinya harus kembali ke Surabaya. Tak lama-lama saya berangkat berkeliling Kota Kediri bersama teman. Destinasi wisata pertama yang akan saya kunjungi yaitu Gunung Kelud.

Baca Juga :  Tips Bepergian Aman dengan Motor

1. Gunung Kelud

Foto: instagram/wisata_gunung_kelud

Terletak di perbatasan  antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, kira-kira 35 km sebelah timur dari pusat Kota Kediri dan 25 km sebelah utara pusat Kota Blitar, Gunung Kelud ini merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1000 M, Gunung Kelud telah meletus lebih dari 30 kali dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI). Letusan terakhir Gunung Kelud terjadi pada tahun 2014.

2. Masjid Agung Kediri

Foto: instagram/kedirikekinian

Tak lama-lama di Gunung Kelud, saya segera turun dan menuju ke Masjid Agung Kediri. Masjid Agung Kediri ini menjadi masjid termegah dan terbesar di Kota Kediri. Masjid ini berdiri gagah dan kokoh tepat di depan Alun-alun Kediri di sebelah timur sungai Brantas.

Masjid ini dibangun pada tahun 2006 dengan tiga lantai yang memadukan gaya masjid dunia tanpa meninggalkan identitas masjid nusantara. Masjid yang terletak di Jalan Panglima Besar Sudirman No. 160 ini memiliki lantai dasar yang dijadikan sebagai ruang serbaguna seperti untuk acara keagamaan hingga prosesi akad nikah.

Baca Juga :  8 Tips Naik Kereta Api agar Traveling Menyenangkan

3. Pusat oleh-oleh tahu kuning dan gethuk pisang

Foto:instagram/ov_dian

Berikutnya, saya menuju ke pusat oleh-oleh tahu takwa atau tahu kuning dan gethuk pisang khas Kediri. Di sini kita bisa memilih berbagai jenis oleh-oleh khas Kediri seperti tahu kuning dan gethuk pisang. Tahu kuning dikemas lebih praktis dalam kotak yang terbuat dari anyaman bambu. Tahu kuning ini dibanderol mulai dari harga Rp20.000 – Rp35.000/kotak.

Sedangkan untuk gethuk pisang dibanderol mulai harga Rp700 sampai Rp6500/biji tergantung ukurannya. Gethuk pisang ini biasanya dikemas seperti lontong namun dengan tekstur lebih padat dan berwarna kecoklatan. Citarasanya pun unik, manis legit tapi juga agak asam.

4. Monumen Simpang Lima Gumul

Foto: instagram/simpanglimagumul

Destinasi wisata terakhir yang saya kunjungi yaitu Monumen Simpang Lima Gumul, berlokasi di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Jaraknya kurang lebih 20 menit dari pusat Kota Kediri.

Monumen yang mirip dengan Arc de Triomphe yang berada di Paris ini menjadi tempat instagramable buat berswafoto bersama kerabat dan sahabat-sahabat kita, lho. Berkunjung ke Simpang Lima Gumul ini menjadi daftar wajib yang harus didatangi saat berkunjung ke Kediri, karena bangunan ini menjadi ikon Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  8 Tips Naik Kereta Api agar Traveling Menyenangkan

Simpang Lima Gumul (SLG) ini dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008 yang digagas oleh Bupati Kediri saat itu, Sutrisno. SLG ini memiliki lima persimpangan menuju ke daerah Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren, dan Plosoklaten Kediri.

Dalam beberapa sumber menyebutkan, didirikannya Monumen SLG ini karena terinspirasi dari Jongko Joyoboyo, raja dari Kerajaan Kediri abad ke-12 yang ingin menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri. Tak hanya itu, diharapkan dengan adanya Monumen SLG ini juga menjadi sentra (pusat) ekonomi. Kawasan ini juga dilengkapi dengan beragam sarana umum seperti gedung pertemuan (Convention Hall), gedung serbaguna, bank daerah, terminal bus antar kota dan MPU (Mobil Penumpang Umum), pasar temporer (buka pada waktu tertentu) Sabtu-Ahad, dan sarana rekreasi seperti wisata air Water Park Gumul Paradise Island.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.