Ilustrasi pemutaran film di bioskop. Ilustrator: Ana Fantofani
Ilustrasi pemutaran film di bioskop. Ilustrator: Ana Fantofani

Suaramuslim.net – Saat ini ada begitu banyak film pendidikan yang bisa kita tonton. Bagi kalangan guru/akademisi/orang tua, film-film ini bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi, motivasi hingga menambah wawasan tentang mendidik maupun memahami karakter anak. 

Film yang bagus, bukan hanya film yang dibintangi oleh para aktor/aktris dengan akting mumpuni atau sinematografi yang memanjakan mata. Pendidikan adalah salah satu selipan yang sangat bisa disematkan dalam sebuah film untuk menyampaikan pesan. Beberapa film yang berpesan soal pendidikan, menjadi film-film abadi yang akan selalu dikenang karena penyampaian pesan pendidikannya yang menggugah.

Berikut ini beberapa judul film luar negeri tentang pendidikan yang menarik dan penuh dengan inspirasi:

The Ron Clark Story

Clark (Foto: imdb:com)
Clark (Foto: imdb:com)

Terinspirasi dari kisah seorang guru muda yang energik dan cerdas, film The Ron Clark Story dibuat. Mengulang kembali perjuangan Clark, seorang guru di sebuah sekolah di kota New York sehingga menjadikannya guru terbaik. Kelas dengan murid yang susah diatur tersebut acapkali membuat banyak guru tidak sanggup untuk mengajar di kelas tersebut. Clark memberlakukan aturan “We are family” untuk membangkitkan rasa persaudaraan antar satu siswa dengan yang lain. Mr. Clark menjelaskan bahwa dalam sebuah keluarga terdapat sikap saling menyayangi, menghargai, dan menghormati satu sama lain. Itulah yang membedakan Clark dengan guru lain.

Hari terus berlalu. Dengan aturan yang sama, Clark berhasil membangun hubungan yang baik dengan para siswa dan orang tua mereka. Clark yang cerdas dan inovatif telah menjadikan para siswa sangat menyayanginya. Film The Ron Clark Story sangat pantas jika disebut sebagai film pendidikan terbaik. Penuh dengan inspirasi yang terus melekat di hati penontonnya akan jasa guru yang sangat sayang dan menginginkan perubahan terbaik pada setiap muridnya.

Coach Carter

Coach Carter (Foto: imdb.com)
Coach Carter (Foto: imdb.com)

Film Coach Carter bisa ditonton untuk kamu yang masih berstatus pelajar ataupun orang tua yang mempunyai anak dengan hobi yang kerap menjadikannya malas bersekolah. Bagi siapa saja yang pernah terselip niat berhenti menuntut ilmu di institusi pendidikan, film pendidikan budi pekerti yang diangkat dari kisah nyata ini dapat menjadi motivasi agar bisa lebih fokus mengejar cita-cita.

Coach Carter merupakan seorang pelatih basket sekaligus alumni di SMA Richmond. SMA Richmond sendiri merupakan sekolah yang sering menjadi langganan juara basket tingkat SMA sehingga banyak pemainnya yang dilirik oleh klub NBA. Hal inilah yang membuat para orang tua rela berupaya agar anaknya bisa masuk tim olahraga terkenal itu.

Baca Juga :  Pengaruh Kegagalan Gerakan Rabi’a Mesir pada Dakwah dan Pendidikan

Hal tersebut pula yang ternyata menjadi pikiran pelatih Carter. Dia tidak ingin jika setelah dewasa, anak didiknya hanya mempunyai kemampuan melempar bola. Carter ingin ketika mereka lulus, mereka menjadi orang yang bertanggung jawab untuk keluarga, masa depan, dan cita-citanya. Prinsip Carter inilah yang menjadikan ia sebagai pelatih yang menjunjung tinggi kedisiplinan. Prinsip yang dipegang Carter pula yang menjadikan film pendidikan karakter ini semakin menarik dan menginspirasi.

Lean On Me

Lean On Me (Foto: imdb.com)
Lean On Me (Foto: imdb.com)

Lean on Me merupakan film biopik yang mengangkat kisah nyata seorang kepala sekolah berkulit hitam bernama Joe Clark alias “Crazy Joe”. Diceritakan seorang kepala sekolah berkulit hitam yang tidak lain adalah Joe Clark (Morgan Freeman) dalam menanamkan kedisiplinan pada setiap muridnya yang terkenal susah diatur tersebut. Banyak orang yang menganggap Clark otoriter, sombong, dan egois karena suka memaksakan kehendaknya sendiri tanpa peduli dengan orang lain.

Meskipun demikian, Clark dikatakan berhasil sebagai sosok kepala sekolah yang dicintai, dihormati, sekaligus dibenci, dan ditakuti. Lean on Me memberi pesan sederhana bahwa untuk mencetak para generasi muda yang berguna di masyarakat, diperlukan sosok yang penuh dedikasi, berani, dan tegas luar biasa. Secara keseluruhan, Lean on Me menjadi film pendidikan terbaik sepanjang masa yang layak ditonton oleh siapa saja yang menyukai biopik berkualitas.

Stand and Deliver

Stand and Deliver (Foto: allevents.in)
Stand and Deliver (Foto: allevents.in)

Berikutnya, ada Stand and Deliver besutan Ramon Menendez yang sekaligus menjadi penulis naskah ditemani oleh Tom Musca. Stand and Deliver menampilkan kisah hidup dari seorang guru komputer yang bernama Jaime Escalante. Jamie Escalante dalam film tentang pendidikan ini diperankan oleh Edward James Olmos.

Film klasik yang rilis pada 1988 ini menggambarkan pentingnya peran guru di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Pesan yang tersirat dari Stand and Deliver adalah “seorang guru tidak pernah percaya bahwa siswa tidak dapat belajar”. Jamie yang memiliki pandangan revolusioner sebagai seorang guru menunjukkan usahanya untuk membuat muridnya lulus ujian kalkulus.

Baca Juga :  Pendapat Para Kritikus tentang film Avengers: Endgame

Dangerous Minds

Dangerous Minds (Foto: imdb.com)
Dangerous Minds (Foto: imdb.com)

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru harus bisa menyesuaikan sistem yang dianut dalam mengajar dengan keadaan kelas. Sekurang-kurangnya, itulah sedikit pesan yang ingin disampaikan oleh Dangerous Minds. Di mana seorang guru bernama Louanne Johnson mengalami kesulitan dan hampir frustasi dengan keadaan murid-murid di kelasnya, yang rata-rata berstatus ekonomi ke bawah dan memiliki geng.

Louanne yang dahulunya menjabat sebagai marinir mulai menunjukkan ketegasannya dalam mengajar. Secara berangsur, Louanne yang tadinya tidak diterima oleh anak muridnya mulai mendapatkan tempat dan bahkan mereka menyematkan sebutan “cahaya” baginya. Dalam proses dan metode pembelajaran yang ia lakukan, Louanne tidak hanya mendidik anaknya secara teoritis, tetapi juga secara emosional. Satu sisi yang harus diperhatikan oleh setiap guru pengajar, di mana keberhasilan murid atau peserta didiknya secara nyata bergantung pada metode pembelajaran yang diadopsi oleh seorang guru.

Taare Zameen Par

Taare Zameen Par (Foto: imdb.com)
Taare Zameen Par (Foto: imdb.com)

Film pendidikan Aamir Khan berjudul Taare Zameen Par ini menceritakan seorang anak lelaki yang menderita disleksia bernama Ihsan yang dianggap bodoh oleh ayahnya sendiri. Ihsan dianggap sebagai anak bandel karena suka berbohong, hobi bolos, dan dicap sebagai pemalas. Ihsan tampak berbeda dengan anak seusianya. Karena itu pula Ihsan tidak mempunyai teman dan bahkan seringkali dicemooh oleh teman-teman sebayanya.

Hingga suatu hari datang seorang guru bernama Ram yang diperankan oleh Aamir Khan. Ram menyadari bahwa Ihsan adalah anak spesial yang mempunyai imajinasi luar biasa. Terbukti dari banyak gambar buatannya yang unik dan kreatif. Ram dengan segala cara membantu Ihsan untuk bisa meluapkan kecerdasan yang tidak dimiliki banyak orang tersebut, terlebih dia masih anak-anak.

Taare Zameen Par merupakan film pendidikan anak dari India tahun 2007 yang diproduksi oleh Aamir Khan dengan mengambil peran sendiri sebagai guru dalam film besutannya ini. Taare Zameen Par banyak mendapatkan tanggapan positif karena inti cerita yang menginspirasi banyak orang. Pesan yang jelas ingin disampaikan oleh Aamir Khan pada film ini tak lain ialah kita sebagai manusia, tidak berhak memperlakukan buruk orang lain yang terlihat berbeda dengan kita. Juga menyinggung setiap orang tua untuk tidak membebani anak terhadap pencapaian-pencapaian yang harus ia raih.

Baca Juga :  Hormati Guru, Sayangi Teman dan Kartu Kuning Zaadit

3 Idiots

3 Idiots (foto: imdb.com)
3 Idiots (foto: imdb.com)

Selain Taare Zameen Par, ada juga 3 Idiots, sebuah film pendidikan terbaik sepanjang masa yang banyak memberikan pesan moral terkait sistem pembelajaran yang dipegang oleh banyak perguruan tinggi. 3 Idiots menceritakan kehidupan tiga orang sahabat yakni Farhan Qureshi, Raju Rastogi, dan Ranchoddas Shamaldas yang dikenal dengan nama Rancho. Jika sampai saat ini kamu belum pernah menontonnya, maka disarankan untuk tidak membaca review atau resensi mengenai film ini. Sebab, salah seorang diantara mereka bertiga ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah diketahui oleh kedua sahabatnya tersebut.

Banyak pesan moral yang bisa kamu petik setelah menonton film Bollywood ini. Seperti salah satu kesuksesan terbesar dalam hidup adalah di saat kita berani mengejar mimpi dan cita-cita sesuai keinginan hati. Selain itu, 3 Idiots juga memberi tamparan keras terhadap dunia pendidikan yang selama ini dianut oleh banyak pihak pendidik. Di mana dalam proses belajar, hal yang sepantasnya dijadikan tujuan adalah pemahaman tentang ilmu pengetahuan, bukan sebatas nilai ataupun ijazah sebagai bukti kelulusan.

I Not Stupid Too

I Not Stupid Too (Foto: imajikublog.blogspot.com)
I Not Stupid Too (Foto: imajikublog.blogspot.com)

Kepribadian dan perilaku setiap anak merupakan pengaruh dari lingkungan yang melingkupinya. Begitulah kiranya potret yang ingin ditampilkan pada I Not Stupid Too. Merupakan film yang dengan jelas menampilkan konflik antara orang tua dan anak seperti yang saat ini banyak terjadi.

I Not Stupid Too yang diproduksi pada tahun 2006 ini cocok ditonton oleh setiap orang tua dan guru. Sebagai orang tua, memang pekerjaan seakan menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang tua untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tetapi jangan lupa, anak tetap memerlukan perhatian agar tidak mengalami hal serupa seperti Jerry dan Tom pada film ini.

Begitupun dengan guru, I Not Stupid Too menggambarkan realita pendidikan masa kini di mana terdapat perlakuan-perlakuan diskriminatif serta tidak adil bagi murid dengan kemampuan di bawah rata-rata. Film pendidikan terbaik yang satu ini benar-benar memberikan pemahaman kepada setiap orang tua dan guru dalam mendidik anak ataupun siswa-siswinya.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.