Ilustrasi Perantau Minang di Wamena Menunggu Jemputan Pulang, foto: Dok. Istimewa

PADANG (Suaramuslim.net) – Sekitar 800 perantau Minang di Wamena, Papua, masih menunggu jemputan kapal untuk bisa pulang kampung ke Padang, Sumatra Barat.

“Informasi sementara saat ini, mereka sekitar 600 orang sudah di Jayapura dan 200 orang masih di Wamena. Secara bertahap kita akan pulangkan sesuai keinginan mereka,” kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Rabu (2/10).

Menurut dia, proses pemulangan akan dibantu oleh Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Papua bersama dengan TNI. Mereka akan menggunakan kapal milik PT Pelni.

Bekal untuk mereka selama di perjalanan juga akan dibantu hingga sampai di Padang menggunakan anggaran yang disumbangkan oleh masyarakat melalui rekening Sumbar Peduli Sesama. Diupayakan agar perantau yang pulang dengan kapal ini bisa langsung sampai di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumbar. Namun, jika tidak memungkinkan, bisa sampai di Tanjung Priok, Jakarta lalu dilanjutkan dengan transportasi lain ke Padang.

“Sekarang dana sudah terkumpul cukup banyak. Kalau memungkinkan nanti, setelah turun di Tanjung Priok, ke Padang menggunakan pesawat,” ujarnya.

“Persoalannya adalah kelengkapan administrasi dari perantau itu yang sekarang sudah tidak ada. Hal itu yang perlu dikomunikasikan dengan pihak Kementerian Perhubungan dan maskapai. Tetapi, kalau memang tidak bisa juga, bisa menggunakan alternatif lain yaitu bus,” imbuhnya.

Sementara itu, sebanyak 297 orang perantau di Wamena sudah dalam perjalanan pulang. Mereka dibantu oleh Kementerian Perhubungan melalui PT Pelni sebanyak 130 orang.

Kemudian perantau lainnya dibantu TNI menggunakan pesawat Hercules sebanyak 50 orang, dan direncanakan sampai di Bandara Halim Perdana Kusuma Kamis (3/10). Sedangkan yang dibantu ACT sebanyak 97 orang, juga akan sampai di BIM Kamis (3/10). Selain itu, ada pula yang pulang secara mandiri sebanyak 20 orang.

Sumber: Antara

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.