Kembangkan Ekonomi Syariah di Jatim, Ini Langkah Khofifah

Kembangkan Ekonomi Syariah di Jatim, Ini Langkah Khofifah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan di grand opening Festival Syariah 2019, foto: Teguh Imami/Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Bank Indonesia kembali menggelar acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Indonesia 2019, yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi negara Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah dunia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir dan memberikan sambutan dalam grand opening FESyar di Grand City Surabaya, Rabu (6/11). Dalam sambutannya Khofifah menjelaskan akan mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di provinsi yang dipimpinnya tersebut.

Adapun salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jawa Timur dalam menggenjot ekonomi syariah adalah dengan diinisiasinya program One Pesantren One Product (OPOP). Karena di Jawa Timur ada sekitar 6.000 pesantren.

“Kami sudah expo dua kali. Kami identifikasi ada 248 item,” kata Khofifah saat memberikan sambutan pada acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) di Surabaya, Rabu (6/11).

Khofifah menambahkan bahwa program-program tersebut sudah dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. Namun, agar program OPOP bisa berkembang lebih pesat, Khofifah mengakui butuh sinergi yang luar biasa serta pendampingan yang luas.

“Kami butuh perbaikan dari berbagai lini agar OPOP bisa tumbuh besar menjadi ekonomi syariah Jawa Timur,” sebutnya.

Selain itu, langkah lainnya adalah rencana program Islamic Science Park. Agar program ini dapat berjalan, Khofifah mengaku sudah mempresentasikannya di hadapan pimpinan fraksi di DPRD Jawa Timur, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hingga Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, Islamic Science Park akan menjadi bagian dari Indonesia Islamic Science Park. Islamice Science Park pun diharapkan dapat menarik gravitasi ekonomi syariah dunia ke Indonesia.

Langkah lain adalah mempersiapkan Juleha atau Juru Sembelih Halal. Menurut Khofifah, hal ini penting lantaran membangun ekonomi syariah tak hanya dari sisi keuangan syariah, namun juga memastikan proses penciptaan pangan halal berhulu dan hilir halal pula.

Juleha tidak hanya untuk sapi, namun juga untuk ayam. Sebab, Khofifah mengaku menerima banyak laporan bahwa proses penyembelihan ayam tidak sampai ke syaraf induknya.

“Sehingga ini sebetulnya menjadi tidak sah. Karena disiram air panas, maka ayamnya mati. Akhirnya menjadi bangkai,” tutur Khofifah.

Ia juga menyatakan, Jawa Timur tengah berupaya menangkap potensi industri turunan pangan halal. Ini terkait protein hewani yang prosesnya halal.

Penyelenggaran FESyar merupakan salah satu sarana untuk menampilkan dan mempromosikan produk maupun kegiatan terkait ekonomi Syariah secara terstruktur di seluruh wilayah Indonesia.

Rangkaian kegiatan FESyar Indonesia 2019 dari tanggal 6-9 Nopember meliputi Shari’a Economic Forum (rangkaian seminar bertemakan ekonomi, keuangan dan edukasi islami) dan Shari’a Economic Fair (talkshow, lomba, expo produk unggulan dari berbagai provinsi di Indonesia, serta business matching berskala nasional/internasional antara usaha besar dengan UMKM dan antar lembaga keuangan).

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment