Ilustrasi sabun dan lavender. Sumber: Pixabay.com

Suaramuslim.net – Pernahkah kamu berpikir, jika vagina bisa bicara apa yang akan dikatakannya? Mungkin dia akan memberi tahu, bagaimana cara merawat vagina yang tepat. Juga mencegah kamu melakukan hal-hal yang membuatnya semakin menderita.

Sekilas vagina hanya tampak seperti organ kecil yang mudah dirawat. Namun, bila dilihat lebih jauh, vagina berhubungan langsung dengan leher rahim dan rahim. Organ ini lebih kompleks atau rumit dibandingkan kelihatannya.

Lalai dalam menjaga kebersihan organ intim wanita dapat menyebabkan gatal, iritasi, atau pun keputihan, yang tentunya akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk itu, penting menjaga kebersihan organ intim wanita secara aman dan benar.

Merawat alat reproduksi merupakan keharusan bagi setiap wanita. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan mengandung banyak bakteri menguntungkan untuk menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat pH (tingkat keasaman) normal. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah cairan untuk menjaganya tetap bersih, sama seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut kamu. Oleh karena itu, berikut adalah cara untuk menjaga kesehatan vagina dilansir dari berbagai sumber.

1. Diet sehat

Diet bergizi dan asupan cairan berperan dalam kesehatan vagina dan reproduksi. Bahkan , makanan tertentu seperti jus cranberry dan yoghurt bisa menggagalkan infeksi ragi dan membantu pengobatannya. Cuci dengan sabun lembut dan air untuk membersihkan bagian-bagian pribadi kamu dengan menggunakan air hangat sehingga menghilangkan kotoran.

Jika kamu ingin menggunakan pembersih, bilas dengan lembut, campur air dengan sabun. Tapi jangan melakukan scrubbing. Miss V merupakan daerah sensitif dan harus dirawat dengan lembut. Selain itu, hindari deodoran, bedak, atau tisu yang dirancang untuk menyegarkan vagina. Karena, ini bisa menyebabkan iritasi dan rasa terbakar.

2. Jangan menggunakan sabun

Sabun apapun, meski dengan label untuk kewanitaan, tidak sepenuhnya baik untuk vagina. Sabun bisa menganggu keseimbangan pH di dalam vagina, dan bisa menyebabkan infeksi hingga rasa sakit. Penggunaan sabun hanya boleh di bagian luar, dan tidak boleh di bagian dalam.

Penelitian telah menyebutkan, bahwa vagina memiliki sistem pembersihan sendiri. Sehingga tanpa dicuci dengan sabun pun, kebersihannya akan tetap terjaga. Cara merawat vagina, kamu hanya perlu mencucinya dengan air hangat atau berendam. Jangan membuat vagina stres dengan menjadikannya rentan infeksi akibat penggunaan sabun.

3. Jangan dicukur ya!

Jika vagina bisa bicara, dia akan berteriak kesakitan setiap kali kamu mencukur rambut yang tumbuh di sekelilingnya. Mencukur membuat kamu berisiko mengalami benjolan dan ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam) yang sangat gatal dan menyakitkan.

Mencukur atau waxing rambut di vagina memang membuatnya kelihatan lebih halus, lebih bersih dan bebas jorok. Selain itu, juga mengurangi jumlah bakteri dan kutu rambut pubis. Namun, tahukan kamu efek negatif dari proses mencukur bulu pubis ini?

Semua bakteri yang awalnya bersarang di rambut pubis, akan berpindah ke dalam vagina. Rambut pubis berfungsi sebagai penyaring dari bakteri-bakteri tersebut agar tidak masuk ke dalam vagina. Penggunaan alat cukur juga berisiko membuat bakteri lebih banyak hingga rentan terkena infeksi vagina. Sebaiknya jangan mencukur habis bulu pubis, namun hanya dirapikan saja.

4. Memakai celana dalam berbahan katun

Pilihlah celana dalam dengan bahan katun untuk melindungi daerah V. Mungkin kamu menyadari bahwa sebagian besar celana dalam dilengkapi dengan strip tipis kain katun pada bagian selangkangan. Menurut Mary Jane Minkin, M.D., seorang profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale University, bahan katun adalah bahan yang ideal untuk pakaian dalam wanita, karena katun dapat menyerap kelembapan dan memungkinkan kulit untuk bernapas.

5. Jangan pernah melakukan douching!

Douching adalah mencuci vagina dengan cairan yang mengandung campuran bahan kimia. Biasanya douching berisi air, baking soda, cuka, pewangi dan antiseptik. Campuran ini dimasukkan ke dalam sebuah kantong semprot bernama douche. Penggunaannya dilakukan dengan cara disemprotkan ke vagina.

Meskipun banyak yang percaya bahwa cara ini bisa membuat vagina lebih bersih. Namun nyatanya salah besar. Lauren Streicher, seorang pakar OB/GYN dan profesor klinis mengatakan, “Douching mendorong pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko penyakit radang pelvis dengan mentransfer bakteri klamidia atau gonorhea ke rahim. Ditambah lagi, cuka di dalam douche bisa membuat dinding vagina kering yang membuat peradangan semakin parah.”

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.