Bisakah negara memiliki dashboard kesehatan anggaran?

Suaramuslim.net – Ketika seseorang datang ke dokter, hal pertama yang dilakukan biasanya bukan memberikan obat. Dokter akan memeriksa terlebih dahulu kondisi pasien. Tekanan darah. Detak jantung. Suhu tubuh. Kadar gula. Kolesterol.

Berbagai indikator itu membantu dokter memahami apakah tubuh pasien sedang sehat, berisiko, atau membutuhkan tindakan tertentu.

Pertanyaannya, mengapa negara tidak memiliki sistem yang bekerja dengan cara yang sama? Mengapa kondisi kesehatan anggaran negara tidak dapat dipantau secara real-time sebagaimana dokter memantau kesehatan pasien?

Hari ini pemerintah sebenarnya memiliki begitu banyak data keuangan. Data pendapatan. Data belanja. Data pengadaan. Data proyek. Data transfer daerah. Data perpajakan.

Masalahnya, sebagian besar data tersebut masih tersebar dan dibaca secara terpisah. Akibatnya, negara sering mengetahui adanya masalah setelah kondisinya memburuk. Padahal seperti tubuh manusia, anggaran negara juga memiliki tanda-tanda vital yang dapat dipantau.

Misalnya: Apakah terjadi lonjakan belanja yang tidak wajar? Apakah terdapat konsentrasi proyek pada vendor tertentu? Apakah terjadi keterlambatan proyek yang berulang? Apakah ada pola pembayaran yang tidak lazim? Apakah terdapat daerah atau instansi yang menunjukkan tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan yang lain?

Jika indikator-indikator tersebut dapat dipantau secara terus-menerus, maka pemerintah akan memiliki kemampuan membaca kondisi keuangan publik jauh lebih dini.

Inilah yang saya sebut sebagai Dashboard Kesehatan Anggaran Nasional. Sebuah panel kendali yang tidak hanya menampilkan angka-angka keuangan, tetapi juga menggambarkan tingkat kesehatan tata kelola anggaran negara.

Hijau berarti sehat. Kuning berarti perlu perhatian. Merah berarti memerlukan tindakan segera.

Dengan pendekatan seperti ini, pengambil kebijakan tidak perlu menunggu laporan tahunan untuk mengetahui adanya masalah. Mereka dapat melihat gejalanya sejak awal. Sama seperti dokter yang membaca hasil pemeriksaan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Bukankah tujuan tata kelola modern bukan sekadar mengetahui apa yang sudah terjadi, tetapi memahami apa yang sedang terjadi dan mengantisipasi apa yang mungkin terjadi.?

Dan di situlah sebuah dashboard yang cerdas menjadi sangat penting bagi masa depan negara.

Ulul Albab
Ketua ICMI Jawa Timur

Serial NPSIS (National Public Spending Intelligence System) bagian 27

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.