Sektor jasa keuangan Jawa Timur jadi penopang perekonomian daerah

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, dan Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan II Surabaya menyelenggarakan Media Briefing Triwulan II Tahun 2026 bertema “Sinergi Memperkuat Stabilitas untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Jawa Timur dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri”.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur pada Senin (22/6/2026) itu menjadi wujud penguatan sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat ketahanan ekonomi Jawa Timur di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan Jawa Timur tetap menunjukkan ketahanan yang kuat dan menjadi penopang penting perekonomian daerah di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Menurutnya, hingga April 2026, intermediasi perbankan masih tumbuh positif dengan penyaluran kredit mencapai Rp628,02 triliun dan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp840,77 triliun, didukung permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta kualitas kredit yang tetap terjaga.

“Ketahanan sektor jasa keuangan Jawa Timur masih sangat baik. Fungsi intermediasi berjalan dengan baik, risiko kredit terkendali, dan hal ini menjadi modal penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Horas.

Selain perbankan, kinerja pasar modal, industri perasuransian, dana pensiun, serta sektor pembiayaan juga terus menunjukkan perkembangan positif.

Horan menambahkan, jumlah investor pasar modal Jawa Timur tumbuh menjadi 2,99 juta SID atau terbesar ketiga secara nasional, sementara pembiayaan UMKM tetap terjaga dengan outstanding mencapai Rp230,93 triliun.

Di sisi lain, OJK terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen.

Hingga Triwulan I 2026, OJK se-Jawa Timur telah melaksanakan 4.170 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 1,02 juta peserta. Bersama Satgas PASTI dan industri jasa keuangan, OJK juga terus memperkuat peran Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk mempercepat penanganan penipuan keuangan dan meminimalkan kerugian masyarakat.

“OJK berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan melalui penguatan pelindungan konsumen, pemberantasan aktivitas keuangan ilegal, serta penanganan penipuan keuangan secara cepat dan terintegrasi,” tegas Horas.

Selain menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, OJK juga terus mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED).

Pada tahun 2026, OJK bersama berbagai pemangku kepentingan memfokuskan pengembangan ekosistem susu sapi perah di Malang Raya melalui pendekatan closed loop ecosystem, yang ditandai dengan peluncuran sistem enterprise resource planning (ERP) guna mendukung digitalisasi koperasi dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Ke depan, OJK akan terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan, pelindungan konsumen, dan akses keuangan agar sektor jasa keuangan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Horas.

Pewarta: Dani Rohmati
Penyunting: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.